Harga HP Xiaomi Naik Sampai Rp 1 Juta, Kelas Atas Makin Mahal di Indonesia

Harga sejumlah HP Xiaomi di Indonesia terpantau naik pada awal April ini, dan kenaikannya tidak hanya menyentuh lini utama Xiaomi. Submerek Redmi dan Poco juga ikut terdampak, dengan kenaikan harga yang bervariasi mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 1 juta.

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menjelaskan bahwa penetapan harga produk dipengaruhi berbagai faktor dan ditinjau secara berkala agar nilai yang ditawarkan tetap sejalan dengan kualitas serta inovasi. Ia menegaskan lewat misi “Innovation for Everyone”, Xiaomi ingin menghadirkan teknologi yang relevan dan bernilai dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan ekspektasi konsumen.

Kenaikan paling besar ada di kelas atas

Contoh paling menonjol terlihat pada Xiaomi 15T varian 12 GB/256 GB yang kini dibanderol Rp 7,5 juta. Harga itu naik Rp 1 juta dibanding harga debutnya saat meluncur di Indonesia pada September 2025, yaitu Rp 6,5 juta.

Kenaikan juga terjadi pada varian lain di seri yang sama. Xiaomi 15T 12 GB/512 GB kini dijual Rp 8 juta, naik dari Rp 7,5 juta, sementara Xiaomi 15T Pro 12 GB/512 GB naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 10,5 juta.

Dalam konteks pasar ponsel Xiaomi di Indonesia, kenaikan Rp 1 juta pada Xiaomi 15T menjadi yang paling tinggi di daftar terbaru. Angka itu juga memperlihatkan bahwa segmen kelas menengah atas hingga flagship semakin mahal, terutama pada model yang membawa spesifikasi lebih tinggi.

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco yang naik harga

Berikut rincian harga terbaru yang dihimpun dari situs resmi Xiaomi Indonesia dan dibandingkan dengan harga awal Maret atau harga rilis ponsel:

  1. Xiaomi 15T 12/256 GB – Rp 7,5 juta, naik dari Rp 6,5 juta
  2. Xiaomi 15T 12/512 GB – Rp 8 juta, naik dari Rp 7,5 juta
  3. Xiaomi 15T Pro 12/512 GB – Rp 10,5 juta, naik dari Rp 10 juta
  4. Redmi A5 4/128 GB – Rp 1,6 juta, naik dari Rp 1,4 juta
  5. Redmi 15C 6/128 GB – Rp 2.049.000, naik dari Rp 1,8 juta
  6. Redmi 15C 8/256 GB – Rp 2.249.000, naik dari Rp 2 juta
  7. Redmi 15 8/128 GB – Rp 2,5 juta, naik dari Rp 2,3 juta
  8. Redmi 15 8/256 GB – Rp 2,7 juta, naik dari Rp 2,5 juta
  9. Poco C85 6/128 GB – Rp 1.949.000, naik dari Rp 1.549.000
  10. Poco C85 8/256 GB – Rp 2.149.000, naik dari Rp 1,7 juta
  11. Poco M7 8/256 GB – Rp 2.649.000, naik dari Rp 2,5 juta

Kenaikan tidak terjadi sekali

Tren ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal 2026. Pada Januari 2026, Xiaomi juga sempat menaikkan harga beberapa model, termasuk Redmi 15C 6/128 GB yang naik menjadi Rp 1,75 juta dari Rp 1,6 juta.

Xiaomi 15T 12/256 GB juga sudah lebih dulu naik pada periode itu, dari harga peluncuran Rp 7 juta menjadi Rp 7,5 juta. Artinya, penyesuaian harga yang terjadi sekarang merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya dan bukan perubahan yang berdiri sendiri.

Faktor global ikut memengaruhi harga

Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, sebelumnya menjelaskan bahwa harga produk Xiaomi ditentukan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor itu mencakup fluktuasi nilai tukar mata uang, ketentuan pajak dan regulasi di tiap negara, biaya logistik dan distribusi, serta kondisi operasional di masing-masing pasar.

Wentao juga menyebut Xiaomi rutin meninjau harga agar tetap mencerminkan kondisi riil pasar. Di saat yang sama, perusahaan ingin menjaga investasi pada kualitas produk dan inovasi agar nilai yang diterima konsumen tetap seimbang.

Dengan kondisi tersebut, konsumen di Indonesia kini menghadapi harga yang lebih tinggi di hampir seluruh lini Xiaomi, Redmi, dan Poco. Kenaikan ini menunjukkan bahwa tekanan biaya dan penyesuaian pasar masih menjadi faktor penting dalam strategi harga smartphone, terutama pada model kelas atas yang kini makin mahal.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button