Baseus meluncurkan power bank magnetik ultra tipis bernama Card Magnetic Air di China. Perangkat ini hadir dengan ketebalan hanya 6,9 mm dan kapasitas baterai 5.000mAh, menyasar pengguna yang mengutamakan desain ringkas tanpa melepas fitur pengisian modern.
Produk ini juga menonjolkan aspek keamanan dan manajemen suhu. Baseus menyebut teknologi perlindungannya menggunakan standar “aerospace-grade”, sementara harga pre-order yang dicantumkan di pasar China berada di 299 yuan.
Desain tipis untuk mobilitas harian
Card Magnetic Air menggunakan bodi aluminium unibody dengan profil yang sangat ramping. Desain ini membuat power bank lebih mudah ditempelkan ke ponsel tanpa terasa terlalu tebal saat dipakai sambil berjalan atau dimasukkan ke saku.
Baseus menawarkan perangkat ini dalam tiga pilihan warna, yaitu Silver, Black, dan Blue. Fokus utamanya jelas pada portabilitas, karena tren aksesori pengisian kini bergerak ke perangkat yang tipis, ringan, dan tetap mendukung pengisian nirkabel magnetik.
Ketebalan 6,9 mm menjadi salah satu nilai jual utama produk ini. Ukuran tersebut menempatkannya di kategori power bank magnetik yang mengejar kenyamanan penggunaan sehari-hari, terutama untuk pengguna ponsel yang sering membutuhkan daya tambahan dalam mobilitas tinggi.
Kapasitas 5.000mAh dan dukungan pengisian
Baseus membekali Card Magnetic Air dengan baterai 5.000mAh. Kapasitas ini umumnya ditujukan untuk memberi top-up daya praktis, bukan sebagai pengganti power bank berkapasitas besar untuk perjalanan panjang.
Untuk pengisian nirkabel magnetik, perangkat ini mendukung hingga 15W pada Android dan 7,5W pada iPhone. Sementara itu, pengisian kabel melalui USB-C mendukung daya hingga 22,5W.
Baseus juga menyertakan fitur pengisian dua perangkat sekaligus. Artinya, pengguna dapat memakai pengisian nirkabel dan kabel secara bersamaan untuk mengisi lebih dari satu perangkat dalam satu waktu.
Berikut ringkasan spesifikasi utama yang terungkap dari informasi resmi produk:
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Nama produk | Baseus Card Magnetic Air |
| Ketebalan | 6,9 mm |
| Kapasitas | 5.000mAh |
| Bahan bodi | Aluminium unibody |
| Wireless charging Android | Hingga 15W |
| Wireless charging iPhone | Hingga 7,5W |
| Wired charging USB-C | Hingga 22,5W |
| Warna | Silver, Black, Blue |
| Harga pre-order | 299 yuan |
Fitur daya hingga 60W saat terhubung sumber lain
Salah satu detail yang cukup menarik adalah dukungan output hingga 60W saat perangkat terhubung ke adaptor berdaya lebih tinggi atau sumber daya lain. Dalam skenario ini, Baseus menyatakan perangkat tersebut bahkan mampu mengisi laptop seperti MacBook Air.
Fungsi ini tidak sama dengan kapasitas internal 5.000mAh yang relatif kecil untuk laptop. Namun, fitur tersebut menunjukkan bahwa Card Magnetic Air juga bisa berperan dalam alur pengisian pass-through atau distribusi daya saat dipasangkan dengan sumber eksternal yang lebih kuat.
Bagi pengguna, poin ini penting untuk dipahami agar tidak keliru menafsirkan spesifikasi. Kapasitas baterai internal tetap terbatas, tetapi fleksibilitas output dayanya memberi nilai tambah untuk penggunaan tertentu.
Fokus pada keamanan dan ketahanan
Baseus menyematkan sel baterai hybrid solid-liquid pada Card Magnetic Air. Menurut keterangan produk, tipe sel ini dipilih untuk meningkatkan stabilitas termal dan keamanan.
Perusahaan juga menyebut power bank ini telah memenuhi standar keselamatan China yang berlaku pada 2026. Selain itu, unitnya diklaim telah melalui serangkaian pengujian seperti tusukan jarum, ketahanan api, dan tekanan hingga 2 ton.
Rentang ketahanan suhu yang disebut Baseus juga cukup ekstrem, yakni dari -60°C hingga 140°C. Klaim seperti ini umumnya dimaksudkan untuk menegaskan daya tahan material dan sistem baterai dalam berbagai kondisi lingkungan.
Di sisi pembaca, klaim produsen tetap perlu dilihat sebagai spesifikasi resmi dari pihak merek. Uji pakai jangka panjang di dunia nyata biasanya tetap menjadi faktor penting sebelum menilai performa dan durabilitas produk secara penuh.
Sensor AI, NFC, dan sistem pendingin
Card Magnetic Air dilengkapi sensor berbasis AI yang dapat mendeteksi ketika perangkat ditempelkan secara magnetik atau dihubungkan lewat kabel. Sistem ini digunakan untuk mengoptimalkan penyaluran daya sesuai skenario penggunaan.
Baseus juga menambahkan dukungan NFC. Fitur ini memungkinkan pengguna mengecek status baterai hanya dengan menempelkan ponsel ke perangkat, sehingga pemantauan daya menjadi lebih praktis.
Untuk pengelolaan panas, Baseus memakai sistem yang disebut glacier cooling matrix. Menurut klaim perusahaan, rancangan ini memperluas area pelepasan panas hingga 50 persen dan memanfaatkan material graphene untuk membantu manajemen suhu.
Kombinasi bodi tipis, pengisian magnetik, dan kontrol panas menjadi aspek yang cukup penting di kelas produk ini. Sebab, power bank magnetik cenderung menghadapi tantangan suhu lebih tinggi dibanding pengisian kabel biasa, terutama saat dipakai sambil mengisi dua perangkat sekaligus.
Source: www.gizmochina.com