Xiaomi mulai menggulirkan pembaruan terakhir untuk Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro di Indonesia. Langkah ini menjadi penanda bahwa dua ponsel flagship yang debut pada akhir 2021 itu memasuki fase akhir dukungan perangkat lunak.
Pembaruan tersebut hadir dalam bentuk patch berbasis HyperOS dengan Android 15. Setelah update ini, Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro tidak lagi dijadwalkan menerima pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan berikutnya dari Xiaomi.
Update terakhir untuk stabilitas sistem
Xiaomi merilis pembaruan ini untuk memperbaiki sejumlah masalah pada HyperOS berbasis Android 15. Pada transisi awal ke HyperOS, sebagian pengguna melaporkan crash dan pengelolaan memori yang belum konsisten.
Melalui update terakhir ini, Xiaomi menyempurnakan cara sistem menangani proses di latar belakang. Perbaikan itu juga ditujukan agar penggunaan sumber daya perangkat menjadi lebih efisien dan lebih stabil saat dipakai harian.
Bagi pengguna, pembaruan ini penting karena bisa mencegah aplikasi ditutup secara tiba-tiba. Langkah tersebut sekaligus menjaga pengalaman penggunaan tetap nyaman, meski perangkat sudah mendekati akhir masa dukungan.
Versi firmware yang beredar di tiap wilayah
Xiaomi menyalurkan update ini ke beberapa pasar, termasuk Indonesia, India, Turki, Rusia, dan Taiwan. Versi firmware yang diterima pengguna tidak selalu sama karena menyesuaikan wilayah penjualan masing-masing perangkat.
Berikut rincian versi firmware yang disebutkan:
-
Xiaomi 12 Pro
- Indonesia: OS3.0.3.0.VLBIDXM
- Russia: OS3.0.2.0.VLBRUXM
- Turkey: OS3.0.2.0.VLBTRXM
- Taiwan: OS3.0.2.0.VLBTWXM
- India: OS3.0.2.0.VLBINXM
- Xiaomi 12
- Indonesia: OS3.0.2.0.VLCIDXM
- Russia: OS3.0.3.0.VLCRUXM
- Turkey: OS3.0.2.0.VLCTRXM
- Taiwan: OS3.0.2.0.VLCTWXM
Keberadaan versi firmware yang berbeda ini merupakan praktik umum pada pembaruan perangkat global. Setiap wilayah biasanya punya penyesuaian sistem, lokasi server update, dan pengaturan distribusi yang tidak selalu seragam.
Apa arti status EOL bagi pengguna
Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro sudah masuk daftar end-of-life atau EOL sejak Januari 2026. Status ini berarti perangkat sudah mencapai akhir masa dukungan resmi, sehingga tidak akan lagi mendapat pembaruan OS maupun patch keamanan dari pabrikan.
Perangkat dengan status EOL masih bisa dipakai seperti biasa. Aktivitas dasar seperti menelepon, berkirim pesan, membuka media sosial, hingga bermain gim tetap berjalan normal pada banyak kasus.
Masalah utama justru muncul pada sisi keamanan. Tanpa patch terbaru, ponsel menjadi lebih rentan terhadap bug, celah sistem, dan potensi serangan siber yang memanfaatkan kelemahan perangkat lama.
Hal yang perlu diperhatikan pengguna Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro
Jika ponsel digunakan untuk aktivitas sensitif, risiko ini patut diperhitungkan lebih serius. Aplikasi perbankan, dompet digital, dan layanan yang menyimpan data pribadi sangat bergantung pada keamanan sistem operasi.
Berikut beberapa dampak yang mungkin muncul pada perangkat tanpa dukungan update:
- Risiko keamanan meningkat karena celah tidak lagi ditutup.
- Aplikasi tertentu bisa menolak berjalan jika sistem dianggap tidak aman.
- Stabilitas jangka panjang bisa menurun saat aplikasi makin berat dan sistem tidak lagi diperbarui.
- Perlindungan terhadap ancaman baru menjadi lebih terbatas.
Pengguna yang masih mengandalkan Xiaomi 12 atau Xiaomi 12 Pro sebaiknya mulai meninjau kebutuhan perangkatnya. Jika ponsel dipakai untuk pekerjaan, transaksi keuangan, atau penyimpanan data penting, mempertimbangkan upgrade perangkat menjadi langkah yang masuk akal.
Di sisi lain, pembaruan terakhir ini tetap memberi nilai tambah bagi pengguna yang belum ingin berpindah perangkat. Setidaknya, Xiaomi berupaya memastikan Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro tetap lebih stabil untuk dipakai sampai masa dukungan resminya benar-benar berakhir.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com








