Huawei Watch GT Runner 2 Dirilis, GPS 96% Akurat untuk Pelari Serius

Huawei resmi membawa Watch GT Runner 2 ke pasar Indonesia sebagai smartwatch yang memang ditujukan untuk pelari. Perangkat ini hadir dengan fokus utama pada akurasi GPS, bobot ringan, dan fitur latihan yang lebih lengkap untuk membantu pengguna dari sesi jogging pendek hingga persiapan maraton.

Huawei menyebut perangkat ini dirancang untuk mendukung pelari biasa hingga atlet yang mengejar catatan terbaik. Dalam peluncurannya di Jakarta, Huawei Campaign Manager Adinda Agustina mengatakan Huawei terus mengembangkan teknologi dan fitur yang lebih kuat untuk mendukung kebutuhan olahraga lari.

Fokus pada akurasi posisi

Salah satu daya tarik utama Huawei Watch GT Runner 2 ada pada sistem pemosisiannya. Smartwatch ini memakai teknologi 3D Floating Antenna dan positioning dual-band yang mendukung GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS.

Kombinasi ini membantu perangkat menjaga akurasi rute saat digunakan di area yang sulit sinyal, seperti di antara gedung tinggi atau di dekat terowongan. Huawei mengklaim teknologi Ultra Precision Positioning pada perangkat ini mampu menjaga akurasi hingga 96%.

Dirancang ringan untuk pelari

Huawei memberi perhatian besar pada desain fisik Watch GT Runner 2 agar nyaman dipakai dalam latihan panjang. Bobotnya sekitar 34,5 gram dan disebut 10% lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.

Ukuran bodinya 43,5 mm x 43,5 mm x 10,7 mm, lalu dipadukan dengan strap AirDry woven yang lebih breathable. Material strap ini dirancang untuk membantu sirkulasi udara dan menyerap keringat, sehingga tetap nyaman saat aktivitas intens.

Saat diuji secara singkat saat lari 5K, perangkat ini terasa ringan di tangan dan tidak menimbulkan rasa gatal akibat keringat. Kenyamanan seperti ini menjadi nilai penting bagi pelari yang rutin berlatih dalam durasi lama.

Layar terang untuk pemakaian luar ruang

Smartwatch ini menggunakan layar AMOLED 1,32 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel dan kerapatan 352 PPI. Kecerahan puncaknya mencapai 3000 nits, sehingga layar tetap mudah dibaca di bawah sinar matahari langsung.

Tingkat kecerahan setinggi ini membantu pelari melihat data latihan tanpa harus menutup layar dengan tangan. Bagi pengguna yang sering berlari di jalanan, stadion, atau lintasan terbuka, hal ini bisa memberi pengalaman penggunaan yang lebih praktis.

Fitur latihan yang lebih lengkap

Huawei Watch GT Runner 2 tidak hanya menampilkan data dasar seperti jarak dan pace. Perangkat ini juga membawa Intelligent Marathon Mode yang memberi panduan pace secara real-time, analisis performa, dan rekomendasi latihan.

Fitur lain yang disematkan mencakup running power, analisis beban latihan, serta estimasi waktu pemulihan setelah olahraga. Dengan rangkaian fitur ini, smartwatch tersebut berfungsi layaknya pelatih digital di pergelangan tangan.

Berikut beberapa fitur unggulan yang ditonjolkan Huawei:

  1. Intelligent Marathon Mode untuk strategi lomba.
  2. GPS presisi tinggi untuk pelacakan rute.
  3. Running power untuk analisis tenaga lari.
  4. Training load analysis untuk memantau beban latihan.
  5. Estimasi recovery time agar latihan lebih terukur.

Daya tahan baterai untuk latihan panjang

Untuk kebutuhan atlet dan pelari jarak jauh, daya tahan baterai ikut menjadi perhatian. Huawei menyebut Watch GT Runner 2 dapat bertahan hingga 32 jam saat GPS aktif.

Dalam mode standby, perangkat ini bahkan diklaim sanggup bertahan hingga 14 hari. Kapasitas seperti ini membuat smartwatch lebih siap dipakai untuk lari maraton atau ultra tanpa harus terlalu sering mengisi daya.

Kompatibel dengan Android dan iPhone

Huawei mengatakan Watch GT Runner 2 dapat terhubung dengan smartphone Android maupun iOS. Dukungan lintas platform ini memberi fleksibilitas lebih luas bagi pengguna yang ingin memantau latihan lewat perangkat yang berbeda.

Sampai informasi peluncuran ini, Huawei Device Indonesia belum mengumumkan harga resmi di Indonesia. Meski begitu, kehadiran fitur GPS akurat, desain ringan, serta mode latihan yang lebih serius membuat Watch GT Runner 2 terlihat ditujukan bagi pengguna yang ingin data lari lebih presisi dan pengalaman latihan yang lebih terarah.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com
Exit mobile version