iPhone Lipat Apple Terancam Mundur, Isu Produksi Mulai Menggoyang Jadwal 2026

Apple dilaporkan menghadapi hambatan dalam pengembangan iPhone lipat, dan masalah itu disebut berpotensi menunda jadwal rilis perangkat tersebut. Laporan Nikkei menyebutkan bahwa kesulitan teknis muncul pada fase awal produksi uji, sehingga pengiriman perdana bisa mundur beberapa bulan.

Namun, pandangan berbeda datang dari Bloomberg yang menyebut perangkat itu masih berada di jalur untuk meluncur pada September 2026. Informasi yang dikutip dari sumber internal itu memperlihatkan bahwa Apple masih menargetkan debut iPhone lipat bersama iPhone 18 Pro dan Pro Max, meski tingkat pasokan awal kemungkinan terbatas.

Masalah muncul di tahap verifikasi teknik

Menurut laporan Nikkei, Apple menemukan “lebih banyak masalah dari yang diperkirakan” selama tahap engineering verification test, yaitu salah satu fase penting sebelum masuk ke produksi massal. Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan periodenya sangat krusial karena “April akan menjadi tahap penting” dan “hingga awal Mei sangat menentukan” bagi kelanjutan proyek.

Tahap ini menjadi sorotan karena iPhone lipat merupakan produk dengan desain baru sepenuhnya. Jika komponen utama seperti engsel dan layar tidak lolos uji ketahanan dan presisi, maka jadwal produksi dapat ikut bergeser.

Rantai pasok ikut terdampak tekanan waktu

Laporan yang sama menyebutkan pemasok komponen sudah diberi tahu bahwa jadwal produksi iPhone lipat mengalami penundaan. Apple disebut sedang bekerja untuk mengatasi persoalan itu, tetapi sumber Nikkei menilai solusi yang tersedia belum cukup untuk menyelesaikan tantangan teknik secara total.

Berikut poin penting dari laporan tersebut:

  1. Masalah teknis muncul saat produksi uji awal.
  2. Jadwal pengiriman awal bisa tertunda beberapa bulan.
  3. Pemasok komponen sudah mendapat pemberitahuan soal perubahan jadwal.
  4. Tahap verifikasi teknik menjadi penentu sebelum masuk ke produksi pilot.
  5. Apple masih berupaya memperbaiki hambatan yang ada.

Tekanan waktu ini juga terkait dengan keterbatasan pasokan komponen tertentu, termasuk chip memori, yang membuat Apple harus memilih prioritas pada model premium. Dalam konteks itu, iPhone lipat dinilai menjadi salah satu perangkat strategis untuk mendorong minat terhadap lini iPhone secara keseluruhan.

Bloomberg menilai jadwal belum berubah

Di sisi lain, laporan Bloomberg yang ditulis Mark Gurman menegaskan bahwa Apple masih menargetkan peluncuran pada September 2026. Menurut laporan tersebut, Apple berencana memperkenalkan model lipat itu bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max, walau pasokan awal diperkirakan terbatas selama beberapa minggu.

Gurman juga menyebut kompleksitas layar dan komponen lain bisa membatasi jumlah unit yang tersedia pada tahap awal. Meski begitu, ia menulis bahwa Apple tetap berencana menjual perangkat itu pada waktu yang sama atau tidak lama setelah model non-lipat lainnya.

Proyek yang sudah lama ditunggu

Rumor mengenai iPhone lipat sudah beredar sejak 2017, sementara Samsung sudah lebih dulu meluncurkan ponsel lipat pertamanya pada 2019. Apple sendiri belum pernah mengumumkan perangkat ini secara resmi, sehingga seluruh informasi yang beredar masih bertumpu pada laporan rantai pasok dan sumber internal industri.

Menurut sejumlah sumber, Apple semula ingin membawa iPhone lipat ke pasar pada musim gugur 2026. Namun, ada pula pandangan bahwa proyek ini dapat bergeser ke 2027 jika Apple menemui masalah manufaktur atau daya tahan, terutama pada engsel dan layar.

Skala produksi awal masih terbatas

Nikkei melaporkan bahwa produksi awal iPhone lipat kemungkinan berada di kisaran 7 juta hingga 8 juta unit. Angka itu memang kecil dibanding total produksi iPhone, karena perangkat lipat ini diposisikan sebagai produk premium dan bukan volume massal pada tahap awal.

Dengan statusnya sebagai model baru, Apple disebut harus melewati semua tahapan uji secara mulus sebelum masuk ke produksi pilot dan produksi besar. Situasi ini membuat jadwal iPhone lipat menjadi salah satu proyek paling sensitif di jalur produk Apple, terutama ketika perusahaan ingin menjaga standar kualitas sambil mengejar target peluncuran yang ambisius.

Berita Terkait

Back to top button