6 Smartwatch Baterai Badak Di Indonesia, Ada Yang Tahan Hingga 48 Hari

Daya tahan baterai masih menjadi faktor paling dicari saat orang memilih smartwatch, terutama bagi pengguna yang sering bepergian, berolahraga, atau bekerja di luar ruangan. Di Indonesia, sejumlah model terbaru hadir dengan klaim baterai yang jauh lebih panjang dibanding smartwatch pada umumnya, bahkan ada yang bisa dipakai hingga sebulan lebih dalam sekali pengisian daya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar smartwatch tidak hanya bergerak ke arah fitur kesehatan, layar terang, dan pemantauan pintar, tetapi juga ke efisiensi daya yang lebih serius. Untuk konsumen yang ingin perangkat tahan lama tanpa sering mengisi ulang, enam model berikut layak masuk daftar pertimbangan.

Mengapa baterai panjang jadi nilai utama

Smartwatch dengan baterai awet biasanya menyasar dua kelompok pengguna. Pertama, mereka yang gemar aktivitas outdoor seperti mendaki, berlari jarak jauh, atau menjelajah alam.

Kedua, pengguna yang ingin perangkat praktis untuk pemakaian harian tanpa repot mengecas terlalu sering. Pada kategori ini, produsen biasanya mengompensasi kebutuhan daya dengan teknologi penghemat energi, kapasitas baterai besar, atau dukungan pengisian tenaga surya.

6 smartwatch baterai badak yang tersedia di Indonesia

Berikut enam smartwatch dengan daya tahan baterai yang menonjol dan sudah dipasarkan resmi di Tanah Air.

ModelDaya tahan bateraiHarga di Indonesia
Garmin Fenix 8 Solar 51 mmHingga 48 hariMulai Rp 17 jutaan
Coros Vertix 2S36–40 hariMulai Rp 13 jutaan
Amazfit T-Rex Ultra 2Hingga 30 hariSekitar Rp 9,1 juta
Samsung Galaxy Watch UltraHingga 100 jam mode hemat dayaSekitar Rp 9 juta
Apple Watch Ultra 3Hingga 72 jam mode hemat dayaMulai Rp 14,5 juta
Xiaomi Watch 5Hingga 18 hari mode hemat dayaSekitar Rp 5 juta

Garmin Fenix 8 Solar

Garmin menempatkan Fenix 8 Solar sebagai salah satu opsi paling tahan lama di kelas premium. Varian 51 mm diklaim mampu bertahan hingga 48 hari dalam mode smartwatch, berkat lensa Power Glass atau Power Sapphire yang membantu mengubah sinar matahari menjadi daya.

Versi 47 mm juga tergolong sangat awet karena disebut bisa mencapai hingga 28 hari. Model ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan jam tangan tangguh dengan fokus kuat pada aktivitas luar ruang.

Coros Vertix 2S dan Amazfit T-Rex Ultra 2

Coros Vertix 2S menyasar pengguna ekstrem, termasuk pendaki dan pelari jarak jauh. Perangkat ini diklaim bisa bertahan 36 hingga 40 hari untuk penggunaan harian, serta sampai 118 jam saat GPS aktif.

Amazfit T-Rex Ultra 2 juga menonjol di kelas outdoor. Smartwatch ini dibekali baterai 870 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 30 hari dalam mode smartwatch dan lebih dari 50 jam untuk pelacakan GPS.

Samsung, Apple, dan Xiaomi menawarkan opsi lebih beragam

Samsung Galaxy Watch Ultra membawa baterai 590 mAh dengan klaim daya tahan hingga 48 jam dalam penggunaan normal dan sampai 100 jam dalam mode hemat daya. Jam tangan ini diposisikan sebagai model paling canggih di lini Galaxy Watch, dengan material tangguh dan dukungan Galaxy AI.

Apple Watch Ultra 3 menawarkan daya tahan hingga 42 jam dalam penggunaan normal dan sampai 72 jam dalam mode hemat daya. Fitur fast charging juga menjadi nilai tambah, karena pengisian 15 menit disebut bisa memberi daya hingga 12 jam penggunaan.

Xiaomi Watch 5 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau di antara enam model ini. Dengan baterai 930 mAh, Surge Battery, dan arsitektur dual-chip, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode pintar dan hingga 18 hari dalam mode hemat daya.

Perbandingan singkat untuk pembaca yang mencari daya tahan terbaik

  1. Untuk baterai paling panjang, Garmin Fenix 8 Solar 51 mm berada di posisi teratas dengan klaim hingga 48 hari.
  2. Untuk pengguna outdoor berat, Coros Vertix 2S dan Amazfit T-Rex Ultra 2 menawarkan daya tahan besar dengan fokus pada ketangguhan.
  3. Untuk ekosistem pintar yang lengkap, Samsung Galaxy Watch Ultra dan Apple Watch Ultra 3 tetap menarik meski baterainya tidak sepanjang model sport murni.
  4. Untuk harga yang relatif lebih ramah, Xiaomi Watch 5 menjadi opsi dengan durasi pakai yang tetap kompetitif.

Smartwatch dengan baterai besar biasanya berimbas pada bodi yang lebih tebal atau bobot yang sedikit lebih terasa, tetapi kompromi itu sering dianggap sepadan oleh pengguna yang mengutamakan kepraktisan. Di tengah makin banyaknya fitur kesehatan, navigasi, dan notifikasi pintar, perangkat dengan daya tahan panjang tetap punya posisi kuat di pasar Indonesia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com

Terkait