Backdoor plastik masih menjadi pilihan umum di banyak HP karena menawarkan kombinasi harga terjangkau, bobot ringan, dan ketahanan yang baik terhadap benturan. Di tengah tren ponsel dengan tampilan premium, material ini tetap relevan karena dipakai dari kelas entry level hingga beberapa model dengan performa tinggi.
Namun, pengguna perlu memahami bahwa plastik tidak selalu memberi kesan mewah seperti kaca atau bahan lain yang kini lebih sering dipakai di ponsel kelas atas. Karena itu, memilih HP dengan backdoor plastik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan penggunaan, dan preferensi kenyamanan saat digenggam.
Kelebihan backdoor plastik di HP
Backdoor plastik dikenal fleksibel dan kuat. Mengacu pada Sirphire, material ini mampu menahan benturan keras dan lebih tahan menghadapi kondisi luar ruangan seperti panas menyengat atau hujan deras.
Karakter itu membuatnya cocok untuk pengguna yang sering membawa ponsel beraktivitas di lapangan. Jika jatuh, bagian belakang plastik umumnya tidak pecah atau retak seperti kaca, melainkan hanya meninggalkan baret, dent, atau bekas tusukan yang tidak mudah melebar.
Keunggulan lain datang dari bobotnya yang ringan. PROTOLABS menjelaskan bahwa plastik merupakan material yang ringan sekaligus kuat, sehingga memudahkan produsen merancang HP yang nyaman dipakai dalam durasi lama.
Bagi pengguna, bobot ringan memberi manfaat saat merekam video, memotret, atau bermain gim. Tangan juga tidak cepat lelah, dan ponsel terasa lebih stabil saat digenggam dalam berbagai posisi.
Kekurangan backdoor plastik di HP
Di sisi lain, backdoor plastik sering dipersepsikan kurang premium. Laman Droid Life menyebut banyak produsen kini beralih ke backdoor kaca karena material itu dianggap lebih mewah, terlihat mahal, dan memberi kesan kelas atas.
Plastik kerap diasosiasikan dengan HP murah dan model lama. Persepsi ini masih kuat karena material tersebut lebih sering dipakai pada ponsel entry level dengan harga sekitar Rp1 juta–2 jutaan, meski ada juga model yang lebih mahal tetap memilih plastik untuk menekan bobot dan biaya produksi.
Kekurangan berikutnya berkaitan dengan potensi jamur. Mengutip Ultra Fresh, plastik mudah berjamur jika terpapar kelembapan dalam waktu lama, dan jamur yang muncul bisa sulit dihilangkan.
Masalah ini memang tidak langsung terjadi pada semua pengguna, tetapi risikonya meningkat bila HP sering dipakai di lingkungan lembap atau disimpan tanpa perlindungan. Karena itu, pemakaian case dan kebiasaan menjaga perangkat tetap kering menjadi penting.
Perbandingan singkat backdoor plastik dan kaca
- Backdoor plastik lebih ringan dan umumnya lebih tahan benturan.
- Backdoor kaca memberi tampilan lebih premium, tetapi lebih rentan pecah saat terjatuh.
- Plastik biasanya lebih murah dari sisi produksi dan harga jual.
- Kaca lebih sering dipilih pada HP flagship seperti Samsung Galaxy S25 dan iPhone 16.
Contoh harga HP dengan backdoor plastik
Beberapa model yang disebut memiliki backdoor plastik antara lain Samsung Galaxy A06 5G, POCO C71, POCO C85, dan Samsung Galaxy A07 yang dijual mulai Rp1 jutaan. Di kisaran Rp2 jutaan ada Samsung Galaxy A16 dan REDMI Note 14.
Naik ke kelas Rp3 jutaan, ada POCO X7 5G dan iQOO Z10R yang sudah mendukung jaringan 5G dan memakai layar OLED. Sementara itu, POCO X7 Pro juga masih mengandalkan backdoor plastik meski sudah masuk rentang harga Rp4 juta–5 jutaan.
Pada praktiknya, pilihan backdoor plastik tidak hanya soal murah atau mahal, tetapi juga soal fungsi dan prioritas penggunaan. Bagi pengguna yang mencari ponsel ringan, tangguh, dan lebih terjangkau, material ini masih sangat masuk akal, selama tetap dilindungi agar tidak mudah kusam, lembap, atau berjamur.
Source: www.idntimes.com








