Memasuki April, pasar ponsel di Indonesia menunjukkan penyesuaian harga pada sejumlah model dari Vivo, Realme, dan Tecno. Kenaikan ini terlihat pada berbagai kelas, dari ponsel entry-level hingga kelas menengah, dengan selisih harga yang mencapai ratusan ribu rupiah.
Perubahan harga tersebut terutama terjadi karena tekanan biaya komponen yang masih tinggi, termasuk chipset dan memori. Di saat yang sama, permintaan global untuk perangkat pendukung teknologi berbasis AI ikut memengaruhi rantai pasok industri smartphone.
Vivo dan iQoo mencatat kenaikan paling bervariasi
Di lini Vivo dan iQoo, kenaikan harga muncul pada beberapa model dengan kapasitas memori berbeda. Selisihnya tidak seragam, tetapi cukup terasa bagi konsumen yang membandingkan harga lama dan harga terbaru.
Berikut daftar harga yang terpantau naik:
- Vivo Y19sGT 5G (6/128): Rp 2.199.000, naik dari Rp 1.999.000
- Vivo Y19sGT 5G (8/256): Rp 2.799.000, naik dari Rp 2.399.000
- Vivo V60 Lite (8/128): Rp 4.699.000, naik dari Rp 4.099.000
- Vivo V60 Lite (8/256): Rp 5.299.000, naik dari Rp 4.499.000
- Vivo V60 Lite 5G (8/256): Rp 5.999.000, naik dari Rp 5.499.000
- iQoo Z10 5G (12/512): Rp 5.499.000, naik dari Rp 4.699.000
- iQoo Z10 5G (12/256): Rp 4.899.000, naik dari Rp 4.299.000
Kenaikan terbesar di kelompok ini terlihat pada varian Vivo V60 Lite 8/256 dan iQoo Z10 5G 12/512, yang masing-masing naik Rp 800.000. Pola ini menunjukkan bahwa kapasitas memori yang lebih besar masih menjadi faktor yang ikut mendorong harga jual.
Realme juga ikut menyesuaikan harga
Realme tercatat menaikkan harga salah satu modelnya yang menyasar segmen lebih terjangkau. Kenaikan ini menjadi perhatian karena berlaku pada lini yang biasanya diburu pembeli dengan anggaran terbatas.
Daftar yang terpantau naik adalah:
- Realme C85 Pro (8/128): Rp 3,6 juta, naik dari Rp 2,9 juta
Selisih Rp 700.000 membuat model ini bergerak cukup jauh dari banderol sebelumnya. Kondisi ini bisa memengaruhi minat pembeli yang biasanya menjadikan harga sebagai pertimbangan utama saat memilih HP di kelas menengah bawah.
Tecno menaikkan harga pada lini Spark dan Pova
Tecno juga melakukan penyesuaian harga pada beberapa model, termasuk seri Spark dan Pova. Kenaikan ini terjadi pada perangkat yang menyasar pasar pemula hingga pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Daftar harga terbaru mencakup:
- Tecno Spark Go 3 (4/64 GB): Rp 1.499.000, naik dari Rp 1.399.000
- Tecno Pova 7 5G (8/128 GB): Rp 3.199.000, naik dari Rp 2.999.000
- Tecno Pova 7 5G (8/256 GB): Rp 3.299.000, naik dari Rp 3.199.000
Kenaikan pada Tecno Spark Go 3 memang paling kecil di antara daftar ini, tetapi tetap menunjukkan adanya penyesuaian harga di segmen bawah. Sementara itu, seri Pova 7 5G mengalami kenaikan yang lebih terasa karena menyasar pengguna yang mencari spesifikasi lebih besar.
Tekanan biaya komponen masih terasa di pasar
Kenaikan harga pada Vivo, Realme, dan Tecno selaras dengan tren yang juga terlihat pada sejumlah merek lain seperti Xiaomi, Oppo, dan Samsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar smartphone di Indonesia masih mengikuti dinamika biaya produksi global.
Sejumlah sumber industri menilai harga komponen utama seperti chipset dan memori belum sepenuhnya stabil. Karena itu, konsumen yang sedang memburu HP baru perlu memantau harga secara berkala, terutama untuk model dengan varian memori besar yang biasanya lebih cepat mengalami penyesuaian.
Di tengah tren ini, pilihan pembelian menjadi lebih penting karena selisih harga antarvarian kini makin lebar. Pembeli yang menargetkan Vivo, Realme, atau Tecno sebaiknya membandingkan spesifikasi dan harga terbaru sebelum menentukan model yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com