Bigme tengah menyiapkan ponsel baru yang mencoba menggabungkan dua pendekatan layar berbeda dalam satu perangkat. Perangkat bernama HiBreak Dual ini disebut akan memakai layar LCD untuk pengalaman ponsel normal dan layar E Ink berwarna untuk membaca serta penggunaan yang lebih hemat daya.
Langkah ini menarik karena Bigme tidak hanya mengulang konsep ponsel layar ganda lama, tetapi membawa E Ink berwarna ke perangkat Android modern. Di pasar yang dipenuhi panel OLED dan LCD, pendekatan seperti ini menargetkan pengguna yang ingin konektivitas smartphone sekaligus kenyamanan layar yang lebih ramah mata.
Kombinasi LCD dan E Ink dalam satu ponsel
Bigme dikenal sebagai produsen perangkat berbasis E Ink, termasuk tablet, ponsel, dan pembaca buku elektronik. Untuk HiBreak Dual, perusahaan itu menegaskan bahwa perangkat ini akan membawa konektivitas ponsel pintar biasa, tetapi juga menawarkan efisiensi khas E Ink saat dibutuhkan.
Bagi pengguna yang sering membaca artikel panjang, dokumen kerja, atau ebook di ponsel, E Ink biasanya lebih nyaman karena pantulan cahaya lebih rendah. Layar jenis ini juga cenderung tetap terbaca di bawah cahaya terang, sehingga cocok untuk pemakaian luar ruangan.
Sementara itu, LCD tetap penting untuk kebutuhan harian seperti menonton video, menjalankan aplikasi sosial, atau aktivitas yang membutuhkan tampilan lebih responsif. Dengan begitu, Bigme mencoba menyatukan dua fungsi yang selama ini biasanya dipisah ke dalam dua perangkat berbeda.
Apa yang sudah dikonfirmasi Bigme
Hingga saat ini, informasi resmi tentang HiBreak Dual masih terbatas. Namun, Bigme sudah memastikan bahwa perangkat ini akan menggunakan layar E Ink berwarna, sehingga pengalaman yang ditawarkan tidak hanya hitam-putih seperti banyak perangkat E Ink generasi lama.
Perusahaan juga memberi kode soal kemungkinan sistem operasi dengan tulisan “Android 14/15?”, yang mengindikasikan perangkat ini bisa meluncur dengan versi Android yang tidak paling baru. Saat ini, Android 16 sudah beredar di ekosistem yang lebih luas, sehingga pilihan itu dapat menjadi catatan penting bagi calon pembeli.
Bigme belum membuka semua spesifikasi teknis. Perusahaan justru meminta penggemar menebak detail perangkat melalui sebuah thread Reddit, termasuk soal spesifikasi yang akan dibawa. Strategi ini memang membangun rasa penasaran, tetapi juga membuat calon pengguna belum bisa menilai kemampuan sebenarnya dari ponsel tersebut.
Bukan ide baru, tetapi dibuat lebih relevan
Konsep ponsel dengan dua layar atau kombinasi teknologi layar sebenarnya bukan hal baru. Yotaphone pernah memperkenalkan pendekatan serupa lebih dari satu dekade lalu, meski saat itu pengalaman yang dihadirkan belum sefleksibel kebutuhan perangkat masa kini.
Perbedaan utama HiBreak Dual terletak pada pemakaian E Ink berwarna. Ini penting karena membuat perangkat lebih fungsional, sebab pengguna tidak hanya mendapatkan layar sekunder monokrom yang terbatas, tetapi juga pilihan tampilan yang lebih luas untuk konten visual sederhana.
Tabel ringkas fitur yang sudah diketahui
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Nama perangkat | Bigme HiBreak Dual |
| Jenis layar | LCD dan E Ink berwarna |
| Fungsi utama LCD | Penggunaan ponsel konvensional |
| Fungsi utama E Ink | Membaca dan efisiensi daya |
| Sistem operasi | Dugaan Android 14/15 |
| Status | Masih teaser, spesifikasi lengkap belum diumumkan |
Pasar layar ponsel makin beragam
Kehadiran HiBreak Dual menunjukkan bahwa pasar layar ponsel tidak lagi bergerak ke satu arah saja. Selain layar mainstream dari merek besar, ada pula opsi anti-glare yang makin populer, termasuk pendekatan matte yang dipakai Samsung dan teknologi NXTpaper dari TCL.
TCL NXTpaper 70, yang diumumkan di ajang CES 2026, disebut punya lapisan matte yang membantu mengurangi silau sambil tetap mempertahankan pengalaman Android penuh. Pendekatan seperti ini menegaskan bahwa kebutuhan pengguna kini semakin spesifik, dari konsumsi konten santai sampai penggunaan di luar ruangan.
Bigme masuk ke celah pasar yang berbeda. Perusahaan itu tidak berusaha menandingi flagship arus utama secara langsung, melainkan menawarkan ponsel untuk pembaca berat, pengguna produktivitas ringan, dan mereka yang memprioritaskan visibilitas layar serta efisiensi daya.
Pertanyaan terbesarnya ada pada nilai guna
Meski konsepnya menarik, masih ada pertanyaan besar soal apakah kombinasi LCD dan E Ink benar-benar lebih efisien dibanding membeli ponsel kelas menengah ditambah Kindle. Jika harga dan implementasinya tidak seimbang, sebagian pengguna bisa saja merasa dua perangkat terpisah tetap lebih masuk akal.
Namun, jika Bigme berhasil mengeksekusi HiBreak Dual dengan baik, perangkat ini bisa menjadi opsi unik bagi pengguna yang ingin satu ponsel untuk hiburan, komunikasi, dan membaca dalam kondisi terang. Di tengah pasar yang makin jenuh, pendekatan seperti ini justru berpotensi mencuri perhatian karena menawarkan fungsi yang tidak banyak dimiliki ponsel lain.








