WhatsApp mulai menampilkan permintaan verifikasi SIM kepada sebagian pengguna di India. Langkah ini diduga menjadi bagian dari kepatuhan Meta terhadap aturan baru pemerintah India yang mewajibkan aplikasi pesan memeriksa apakah nomor yang terdaftar benar-benar terhubung dengan SIM fisik yang aktif di perangkat.
Informasi ini mencuat setelah seorang pengguna di X membagikan tangkapan layar berisi pesan dari WhatsApp. Dalam prompt itu, WhatsApp meminta izin untuk “memeriksa nomor telepon pada SIM” dan memberi dua pilihan kepada pengguna, yakni “Continue” atau “Not now”.
WhatsApp Mulai Uji Verifikasi SIM di India
Teks pada notifikasi tersebut menyebut kebutuhan regulasi sebagai alasan pemeriksaan. WhatsApp juga menjelaskan bahwa proses itu memerlukan izin akses telepon agar aplikasi bisa mencocokkan nomor pada akun dengan nomor yang ada di kartu SIM.
Laporan dari media teknologi Beebom menyebut kemunculan prompt ini sebagai salah satu tanda paling jelas bahwa WhatsApp mulai menjalankan skema SIM-binding di India. Namun, cakupannya belum pasti karena belum diketahui apakah fitur itu sudah diluncurkan secara luas atau masih sebatas pengujian terbatas.
Sebelumnya, WABetaInfo sempat menemukan jejak fitur serupa dalam versi beta WhatsApp untuk Android. Temuan itu mengindikasikan bahwa WhatsApp telah menyiapkan mekanisme teknis untuk memvalidasi keberadaan SIM fisik yang terdaftar di perangkat pengguna.
Apa Itu Aturan SIM-Binding di India
Aturan ini berasal dari Department of Telecommunications atau DoT di India. Otoritas tersebut meminta aplikasi pesan seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal memastikan layanan hanya dapat berjalan jika SIM yang terdaftar benar-benar berada di dalam ponsel pengguna.
Dengan kata lain, akun tidak cukup hanya terhubung ke nomor yang pernah didaftarkan. Aplikasi juga harus dapat memverifikasi bahwa SIM tersebut masih aktif dan secara fisik terpasang di perangkat yang digunakan.
Jika SIM dilepas atau dinonaktifkan, aplikasi pada prinsipnya tidak boleh tetap berfungsi seperti biasa. Kebijakan ini dirancang untuk memperketat autentikasi pengguna dan menekan penyalahgunaan nomor seluler dalam layanan komunikasi digital.
Latar Belakang Kebijakan
Pemerintah India mengeluarkan arahan SIM-binding pada November. Regulasi itu muncul di tengah perhatian yang lebih besar terhadap keamanan digital, penipuan berbasis nomor telepon, serta penggunaan akun pesan instan yang tidak lagi terhubung dengan pemilik nomor asli.
Bagi regulator, ikatan antara akun dan SIM fisik dianggap bisa menutup celah tertentu. Misalnya, akun yang tetap aktif walau nomor sudah tidak lagi dipakai pada perangkat utama dapat dinilai berisiko dari sisi keamanan dan identitas pengguna.
Aturan awal tersebut juga sempat memuat kewajiban logout otomatis untuk sesi web seperti WhatsApp Web setiap enam jam. Namun, ketentuan itu kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan kuat dari pelaku industri teknologi.
Meski aturan logout berkala dihapus, tenggat implementasi SIM-binding justru diperpanjang hingga 31 Desember 2026. Perpanjangan ini memberi waktu tambahan bagi platform untuk menyesuaikan sistem, tetapi tanda-tanda terbaru menunjukkan WhatsApp tidak menunggu hingga batas akhir untuk mulai bersiap.
Apa Dampaknya bagi Pengguna WhatsApp
Bagi pengguna di India, perubahan ini bisa berdampak langsung pada cara akun WhatsApp diverifikasi dan dipertahankan tetap aktif. Pengguna kemungkinan akan semakin sering diminta memberi izin tertentu agar aplikasi dapat membaca status nomor di SIM.
Secara praktis, ada beberapa kemungkinan implikasi dari kebijakan tersebut:
- Pengguna perlu memasang SIM utama di perangkat yang dipakai untuk WhatsApp.
- Nomor yang tidak lagi aktif berpotensi memengaruhi akses ke akun.
- Penggunaan akun dengan perangkat sekunder bisa menjadi lebih terbatas.
- Proses pemindahan nomor atau pergantian SIM dapat memerlukan verifikasi tambahan.
Bagi pengguna yang sering memakai eSIM, ponsel sekunder, atau akses multi-perangkat, detail implementasi akhirnya akan sangat menentukan pengalaman penggunaan. Hingga kini, WhatsApp belum menjelaskan secara rinci bagaimana fitur itu akan bekerja pada semua skenario tersebut.
Isu Privasi dan Izin Akses
Prompt yang beredar menunjukkan WhatsApp akan meminta phone permission untuk menjalankan pengecekan ini. Di sisi lain, kebutuhan izin seperti ini hampir pasti akan memicu pertanyaan soal privasi, ruang lingkup data yang diakses, dan seberapa sering verifikasi dilakukan.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi yang lebih rinci mengenai apakah WhatsApp hanya mencocokkan nomor, mendeteksi status aktif SIM, atau juga memeriksa keberadaan fisik kartu secara berkala. Kejelasan teknis ini penting karena menyangkut transparansi kepada pengguna dan kepatuhan terhadap prinsip perlindungan data.
Dari sisi industri, kasus ini juga menarik karena menunjukkan bagaimana layanan global harus menyesuaikan diri dengan regulasi lokal yang makin ketat. India merupakan salah satu pasar terbesar WhatsApp, sehingga perubahan kebijakan di negara itu berpotensi memberi dampak luas terhadap strategi produk Meta di sektor komunikasi digital.
Untuk saat ini, sinyal terkuat yang terlihat adalah WhatsApp sudah mulai menguji atau meluncurkan verifikasi SIM kepada pengguna tertentu di India. Jika implementasi ini diperluas, pengguna kemungkinan akan melihat lebih banyak permintaan izin dan pemeriksaan nomor aktif sebagai bagian baru dari proses keamanan akun WhatsApp di negara tersebut.
Source: gadgets.beebom.com