Pasar smartphone Indonesia masih dikuasai beberapa merek besar, tetapi ruang untuk merek penantang tetap terbuka. Di tengah dominasi Xiaomi, Samsung, Transsion, Oppo, dan Vivo, Sharp dan Nubia menunjukkan strategi berbeda untuk menembus lima besar lewat segmentasi pasar yang lebih tajam.
Keduanya tidak bermain di jalur yang sama dengan produsen yang agresif di kelas paling murah. Sharp memilih jalur premium dan menengah atas, sedangkan Nubia menguat di segmen gaming entry hingga mid-range dengan ekspansi distribusi dan komunitas yang agresif.
Sharp fokus pada nilai jangka panjang, bukan perang harga
Sharp kembali menegaskan posisinya di Indonesia dengan pendekatan yang jarang dipakai pemain lain. Perusahaan asal Jepang itu tidak mengejar pasar HP Android murah, melainkan membidik konsumen yang mencari desain, kualitas rakitan, dan pengalaman pakai yang stabil.
Strategi ini terlihat dari kehadiran AQUOS R9 Pro dan R9 di Indonesia. Kedua perangkat tersebut membawa kamera hasil kolaborasi dengan Leica, yang membantu Sharp menampilkan diferensiasi di segmen flagship.
Menurut Ardy, Smartphone Product Marketing Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, nilai utama AQUOS terletak pada kombinasi performa, ketahanan, kenyamanan, serta teknologi display dan kamera yang presisi. Ia menegaskan, “Kami tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi pengalaman penggunaan yang konsisten, aman, dan bernilai dalam jangka panjang.”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Sharp ingin membangun loyalitas, bukan sekadar mengejar volume penjualan cepat. Di pasar yang sangat sensitif terhadap harga, pendekatan ini bisa menjadi pembeda penting jika didukung distribusi dan promosi yang tepat.
Nubia dorong pertumbuhan lewat gaming, distribusi, dan komunitas
Berbeda dengan Sharp, Nubia menancapkan strategi yang lebih agresif dan berbasis ekosistem. Brand di bawah ZTE Corporation ini mencatat pertumbuhan bisnis 158% di Indonesia sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan itu ditopang oleh permintaan pasar, distribusi yang diperluas, dan performa penjualan Nubia Neo 3 Series yang melonjak 312% dibanding generasi sebelumnya. Maya Arneldi, PR & Brand Manager Nubia Indonesia, menyebut inovasi sebagai inti pertumbuhan perusahaan, sejalan dengan kekuatan global ZTE yang beroperasi di lebih dari 160 negara dan wilayah.
Nubia juga memanfaatkan reputasi induknya di level internasional. ZTE disebut mempertahankan posisi nomor satu global selama lima tahun berturut-turut untuk kategori 5G MWA dan Mobile Broadband, sementara lini gaming RedMagic konsisten berada di puncak pasar smartphone gaming dunia.
Langkah yang dipakai Nubia untuk memperluas pasar
- Memperkuat produk inti di segmen gaming entry-mid range.
- Mengembangkan jaringan distribusi dengan lebih dari 100 site activation.
- Menjaring lebih dari 2.800 toko aktif di seluruh Indonesia.
- Membangun pengalaman langsung lewat Experience Zone di WTC Surabaya.
- Menggerakkan komunitas melalui lebih dari 300 Nubia Fans aktif.
- Memperluas sorotan merek lewat sponsor dan kolaborasi di berbagai acara.
Strategi itu terlihat efektif di kanal digital dan offline. Nubia menjadi Top 2 GMP Contributor pada kampanye Ramadan dan Top 3 Quantity Contributor pada Double Eleven di TikTok Shop by Tokopedia, yang menunjukkan kemampuan merek ini mengonversi perhatian pasar menjadi penjualan.
Peta persaingan makin ketat di 2026
Target masuk lima besar tidak mudah karena pesaing di luar grup utama juga terus bergerak. Realme, Motorola, Huawei, Honor, Nothing, hingga iPhone tetap menjadi penantang yang punya segmen masing-masing, sehingga merek seperti Sharp dan Nubia harus menjaga konsistensi produk dan distribusi.
Di sisi lain, pasar Indonesia memperlihatkan bahwa konsumen semakin mencari alasan yang lebih spesifik untuk membeli smartphone. Sebagian mengejar kamera dan desain premium, sementara yang lain memilih performa gaming, bonus paket data, atau pengalaman komunitas yang terasa dekat.
Sharp dan Nubia membaca arah pasar itu dengan cara yang berbeda, tetapi sama-sama fokus pada pembentukan identitas merek. Sharp menekan sisi kualitas dan keandalan, sedangkan Nubia menonjolkan inovasi, komunitas, dan penetrasi penjualan yang agresif.
Source: selular.id