Setting Default Samson Ternyata Menyiksa PC, Ini Racikan Visual Mulus Tanpa FPS Ambruk

Samson menjadi salah satu game open-world baru di PC yang langsung menuntut spesifikasi tinggi. Game ini dibangun dengan Unreal Engine 5 dan memakai teknologi Lumen serta Nanite, dua fitur visual modern yang sering memberi beban besar pada prosesor dan kartu grafis.

Bagi banyak pemain, masalah utama bukan sekadar kualitas grafis tinggi, tetapi performa yang tidak stabil meski perangkat sudah memenuhi rekomendasi resmi. Karena itu, pengaturan terbaik di Samson perlu difokuskan pada keseimbangan visual dan frame rate, bukan hanya memilih preset Ultra atau High.

Mengapa performa Samson berat di PC

Artikel referensi menyebut Samson sangat CPU-bound sejak awal. Artinya, beban game lebih cepat menekan prosesor lebih dulu, sehingga penurunan performa bisa terjadi bahkan ketika GPU masih punya ruang kerja.

Kondisi ini makin terasa karena implementasi pencahayaan dalam game dinilai sangat berat. Saat GPU mendukung RT atau DXR, game disebut otomatis memaksa hardware Lumen, dan hal itu dapat memangkas performa CPU secara signifikan.

Sumber referensi juga merekomendasikan frame generation untuk membantu menanggulangi bottleneck tersebut. Untuk GPU yang tidak mendukung fitur frame generation bawaan game, solusi pihak ketiga seperti Lossless Scaling disebut bisa menjadi alternatif.

Pengaturan dasar yang paling aman

Panduan referensi menilai setelan berikut cocok untuk sistem modern yang sudah mendukung RT dan memiliki VRAM minimal 8GB. Pemain tetap perlu menyesuaikan hasil akhirnya dengan target resolusi dan ekspektasi frame rate masing-masing.

Berikut pengaturan inti yang paling relevan untuk dicoba:

  1. Window Mode: Windowed Fullscreen atau Fullscreen
  2. Resolution: native sesuai monitor
  3. Upscaling: DLSS atau TSR
  4. Upscaling quality: Quality atau Native AA
  5. Frame Generation: aktif jika tersedia
  6. Auto-Set/Preset: Custom

Penggunaan resolusi native penting untuk menjaga ketajaman gambar. Upscaling sebaiknya dipakai secara terukur karena referensi menyebut penurunan resolusi internal dapat membuat permainan semakin CPU-bound.

Setting grafis terbaik untuk visual dan performa

Bagian kualitas grafis adalah area yang paling menentukan. Dari data referensi, kombinasi berikut dinilai paling seimbang:

Opsi Rekomendasi
Global Illumination Balanced / Quality
Shadows Performance
Anti-Aliasing Ultra jika memakai TSR
View Distance High / Ultra
Textures Balanced
Effects Performance
Reflections Balanced
Hair Strands Off

Global Illumination di Balanced atau Quality menjaga pencahayaan tetap bagus tanpa menekan performa terlalu ekstrem. Shadows dan Effects sebaiknya diturunkan ke Performance karena dua opsi ini umumnya memberi dampak besar pada frame rate.

Textures bisa dinaikkan bila GPU memiliki VRAM di atas 8GB. Namun untuk titik aman, Balanced masih menjadi pilihan yang lebih konsisten agar penggunaan memori video tidak berlebihan.

Reflections, upscaling, dan masalah kualitas gambar

Reflections direkomendasikan di Balanced karena level lebih tinggi disebut memunculkan shimmering dan aliasing. Ini penting karena peningkatan preset tidak selalu berarti gambar lebih bersih di game berbasis Unreal Engine 5.

Referensi juga mengingatkan bahwa upscaling tidak selalu wajib. Jika shimmering dan aliasing tidak terlalu mengganggu, menjaga game tetap lebih GPU-bound sering kali menjadi strategi yang lebih baik untuk kestabilan performa.

Pada GPU Nvidia, Ray Reconstruction juga dinilai belum memberi manfaat besar dalam kondisi saat ini. Bahkan, sumber referensi menyebut fitur itu dapat menambah noise pada hasil gambar.

Catatan khusus untuk pengguna Nvidia

Salah satu temuan paling penting dalam artikel referensi adalah solusi untuk kartu grafis Nvidia. Disebutkan bahwa pemain bisa memakai Nvidia Profile Inspector untuk menonaktifkan dukungan RT di level game, sehingga game “tertipu” dan beralih memakai software Lumen.

Menurut panduan tersebut, software Lumen jauh lebih ringan untuk CPU dibanding hardware Lumen. Langkah ini disebut terbatas untuk Nvidia, sehingga pengguna GPU lain perlu mengandalkan pengaturan grafis dan frame generation untuk menekan bottleneck.

Karena metode ini menyentuh pengaturan profil driver, pemain perlu berhati-hati dan memastikan perubahan dilakukan dengan benar. Jika ragu, opsi paling aman tetap memakai setelan in-game yang lebih konservatif.

Pengaturan tambahan yang layak dipertimbangkan

Beberapa opsi lain bisa disesuaikan berdasarkan preferensi, bukan kebutuhan mutlak. Post Processing, Motion Blur, Depth of Field, Film Grain, dan Vertical Sync berada di kategori yang lebih bergantung pada selera visual dan kenyamanan bermain.

Untuk limit frame rate, referensi menyarankan Unlimited atau disamakan dengan refresh rate monitor. Sementara itu, batas 30 FPS untuk background, 144 FPS untuk menu, dan 60 FPS saat on battery bisa dipakai sebagai acuan efisiensi.

Hair Strands sebaiknya dimatikan karena membantu mengurangi beban CPU. View Distance boleh dipertahankan di High atau Ultra karena dampaknya masih cukup masuk akal dibanding penurunan kualitas lingkungan jika disetel terlalu rendah.

Bila target utama adalah pengalaman bermain yang stabil, kombinasi resolusi native, frame generation aktif, Global Illumination di Balanced atau Quality, Shadows dan Effects di Performance, serta Hair Strands Off menjadi susunan paling logis. Dengan pendekatan itu, Samson tetap bisa tampil impresif tanpa memaksa sistem bekerja di luar batas yang wajar.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait

Back to top button