Samsung Galaxy S26 Tampil Meyakinkan, Kamera Lawasnya Justru Jadi Titik Lemah

Samsung Galaxy S26 tampil sebagai ponsel flagship yang kuat di banyak aspek, tetapi sorotan utamanya justru datang dari area yang belum banyak berubah. Perangkat ini dinilai solid untuk performa harian dan penggunaan jangka panjang, namun peningkatan kamera yang minim membuat daya saingnya dipertanyakan.

Android Central, yang menguji perangkat ini selama dua pekan, menyebut Galaxy S26 sebagai ponsel yang membingungkan. Alasannya jelas, karena Samsung menaikkan harga sekaligus memperbesar bodi, tetapi tidak memberi lompatan besar pada kamera, pengisian daya, atau konektivitas.

Harga naik, identitas lama mulai hilang

Galaxy S26 dijual mulai $899.99 untuk varian 256GB. Opsi 512GB dibanderol $1,099, atau $100 lebih mahal dibanding Galaxy S25 saat peluncuran.

Kenaikan harga ini mengubah posisi model dasar Galaxy S. Dulu, lini ini dikenal sebagai flagship Samsung yang kecil dan relatif lebih terjangkau, tetapi kini layar 6,3 inci membuatnya tidak lagi menonjol sebagai ponsel kompak.

Secara fisik, Galaxy S26 berukuran 71.7 x 149.6 x 7.2 mm dengan bobot 167 gram. Layarnya memakai panel 6,3 inci FHD+ Dynamic AMOLED 2X 120Hz dengan tingkat kecerahan puncak 2.600 nit.

Performa jadi salah satu nilai jual terkuat

Di sektor dapur pacu, Samsung membekali Galaxy S26 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy di Amerika Utara, China, dan Jepang. Pasar global lain mendapat versi Exynos 2600.

RAM 12GB dan penyimpanan 256GB atau 512GB memberi ruang yang cukup lega untuk pemakaian modern. Android Central mencatat skor Geekbench 6 single-core dan multi-core Galaxy S26 naik sekitar 1.000 poin dibanding Galaxy S25.

Stabilitas juga membaik saat beban kerja berat. Dalam 3DMark Steel Nomad Light Stress Test, perangkat ini mencatat stabilitas 72%, naik dari 62,4% pada Galaxy S25.

Berikut poin utama performanya:

  1. Chipset terbaru memberi peningkatan tenaga yang nyata.
  2. Manajemen beban dinilai lebih stabil dari generasi sebelumnya.
  3. Performa harian dan gaming diproyeksikan tetap relevan untuk beberapa tahun.

Kamera jadi titik paling lemah

Masalah terbesar Galaxy S26 ada pada perangkat keras kameranya. Samsung masih memakai kombinasi 50MP kamera utama, 12MP ultrawide, dan 10MP telefoto 3x optical zoom, plus kamera depan 12MP f/2.2.

Android Central menegaskan tidak ada peningkatan hardware kamera lagi pada model ini. Bahkan, sistem kameranya disebut masih sama seperti yang digunakan sejak era Galaxy S22.

Meski begitu, hasil foto tidak sepenuhnya buruk. Samsung menyebut ada peningkatan di jalur pemrosesan gambar melalui optimalisasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan pengujian Android Central menemukan akurasi warna serta dynamic range yang lebih baik dibanding ponsel Samsung beberapa tahun terakhir.

Kualitas foto paling bagus muncul saat cahaya cukup. Dalam kondisi terang, detail dan ketajaman dinilai sangat baik, tetapi performa mulai turun di situasi low light.

Lensa telefoto menjadi kelemahan paling jelas. Resolusi 10MP dinilai kurang tajam, sementara zoom optik 3x terasa tertinggal dari pesaing seperti Pixel 10 yang disebut memiliki lensa zoom optik 5x.

Desain premium, tetapi ada kompromi

Samsung mengubah desain housing kamera belakang dengan dudukan oval untuk tiga lensa. Tampilannya lebih modern, tetapi tonjolan kamera yang lebih menonjol membuat ponsel lebih mudah bergoyang saat diletakkan di permukaan datar.

Sisi bodi tetap datar dengan bingkai aluminium dan perlindungan IP68. Bagian depan dan belakang dilapisi Corning Gorilla Glass Victus 2.

Android Central juga menyoroti cat bodi pada warna gelap yang mudah menunjukkan goresan dan benturan kecil. Saat lapisan cat terkikis, warna aluminium di bawahnya terlihat dan cukup mengganggu secara visual.

Konektivitas dan pengisian daya terasa kurang lengkap

Galaxy S26 mendukung 5G, LTE, Wi-Fi 7, Wi-Fi Direct, dan Bluetooth 5.4. Namun model dasar ini disebut tidak memiliki mmWave, Bluetooth 6, maupun UWB, sehingga spesifikasinya tertinggal dari varian Plus dan Ultra.

Baterainya naik menjadi 4.300 mAh. Dalam pengujian Android Central, perangkat ini mencatat 7,5 jam screen-on time pada hari penggunaan intensif, tetapi kecepatan isi dayanya masih 25W kabel dan 15W nirkabel.

Samsung juga belum menyematkan magnet Qi2 bawaan di bodi ponsel. Artinya, pengguna masih perlu casing khusus untuk memaksimalkan aksesori magnetik.

Software rapi, AI belum terlalu meyakinkan

Galaxy S26 menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Pengalaman perangkat lunak dinilai mulus dan andal, meski masih ada aplikasi ganda bawaan Samsung dan bloatware yang umum ditemukan pada perangkat Galaxy.

Fitur AI baru seperti Now Nudge hadir untuk memberi saran kontekstual secara real time. Namun dalam pengujian Android Central, fitur ini belum terasa benar-benar berguna dalam penggunaan sehari-hari.

Pada akhirnya, Galaxy S26 tetap mudah direkomendasikan bagi pengguna yang memprioritaskan performa, layar cerah, dan pengalaman software yang matang. Namun untuk harga $899.99, absennya sensor kamera baru, zoom telefoto yang biasa saja, serta fitur konektivitas yang tidak lengkap membuat kebutuhan upgrade kamera pada ponsel ini terasa semakin mendesak.

Source: www.androidcentral.com
Exit mobile version