Xiaomi kembali memperkuat lini menengah premiumnya di Indonesia lewat dua model yang sama-sama menarik perhatian, yaitu POCO X8 Pro Max dan Redmi Note 15 Pro+ 5G. Keduanya hadir sebagai varian tertinggi di masing-masing seri, sehingga pembeli wajar membandingkan performa, baterai, kamera, dan harga sebelum menentukan pilihan.
Pertanyaan utamanya sederhana: mana yang lebih layak dibeli sesuai kebutuhan? Jika fokus Anda ada pada tenaga, daya tahan baterai, dan umur pakai software, POCO X8 Pro Max terlihat lebih unggul, tetapi Redmi Note 15 Pro+ 5G juga membawa nilai kuat lewat kamera 200 MP dan perlindungan layar yang lebih tangguh.
Performa jadi pembeda paling jelas
Dari sisi mesin, POCO X8 Pro Max membawa MediaTek Dimensity 9500s dengan clock speed 3,73 GHz. Redmi Note 15 Pro+ 5G memakai Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 berfabrikasi 4 nm dengan clock speed 2,7 GHz, sehingga POCO terlihat lebih siap untuk tugas berat dan gaming.
POCO X8 Pro Max juga memakai RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Redmi Note 15 Pro+ 5G masih mengandalkan LPDDR4X dan UFS 2.2, meski keduanya sama-sama tersedia dalam varian besar untuk pengguna yang butuh ruang simpan lega.
Untuk opsi memori, POCO X8 Pro Max hadir dalam 12/256GB dan 12/512GB. Redmi Note 15 Pro+ 5G menawarkan 8/256GB dan 12/512GB, jadi ada pilihan yang lebih terjangkau bagi pengguna yang tidak membutuhkan RAM besar.
Baterai dan pengisian daya sama-sama cepat
Sektor daya juga menarik karena keduanya mendukung fast charging 100 W lewat USB Type-C. Namun, POCO X8 Pro Max membawa baterai 8500 mAh, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ 5G hanya 6500 mAh, sehingga selisih 2000 mAh memberi POCO ruang pakai yang lebih panjang.
Keduanya juga mendukung reverse wired charging. POCO X8 Pro Max mencatat daya 27 W, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ 5G berada di 22,5 W, sehingga POCO kembali lebih unggul untuk berbagi daya ke perangkat lain.
Layar mirip, perlindungan berbeda
Keduanya sama-sama memakai panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1280 x 2772 piksel dan refresh rate 120Hz. Meski begitu, POCO X8 Pro Max menawarkan tingkat kecerahan puncak 3500 nit, sementara Redmi Note 15 Pro+ 5G mencapai 3200 nit.
Di sisi ketahanan layar, Redmi Note 15 Pro+ 5G memakai Gorilla Glass Victus 2, yang secara kelas terasa lebih premium. POCO X8 Pro Max menggunakan Gorilla Glass 7i, jadi pengguna yang memprioritaskan proteksi fisik layar bisa lebih melirik Redmi.
Kamera: POCO lebih seimbang, Redmi lebih tajam di angka
POCO X8 Pro Max membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Light Fusion 600, bukaan f/1.5, OIS, dan dukungan video 4K 60fps. Redmi Note 15 Pro+ 5G mengandalkan kamera utama 200 MP f/1.7 dengan OIS, sehingga secara teori punya peluang menghasilkan detail foto yang lebih tajam.
Berikut ringkasannya:
- POCO X8 Pro Max: kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 8 MP, kamera depan 20 MP.
- Redmi Note 15 Pro+ 5G: kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 8 MP, kamera depan 32 MP.
- POCO unggul untuk video dan penyajian kamera yang lebih seimbang.
- Redmi unggul untuk foto beresolusi tinggi dan selfie yang lebih besar detailnya.
Software dan daya tahan pemakaian
Keduanya dijanjikan mendapat software update selama 4 tahun dan security update 6 tahun. Bedanya, Redmi Note 15 Pro+ 5G mulai dari HyperOS 2 berbasis Android 15, sedangkan POCO X8 Pro Max langsung hadir dengan HyperOS 3 berbasis Android 16.
Artinya, POCO X8 Pro Max punya jalur pembaruan yang lebih panjang ke versi Android yang lebih baru. Untuk pengguna yang ingin perangkat lebih siap dipakai dalam jangka panjang, poin ini cukup penting.
Harga dan siapa yang cocok memilih masing-masing
Berikut tabel harga resminya berdasarkan data dari Xiaomi:
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| POCO X8 Pro Max | 12/256GB | Rp6,6 juta |
| POCO X8 Pro Max | 12/512GB | Rp7,1 juta |
| Redmi Note 15 Pro+ 5G | 8/256GB | Rp5,9 juta |
| Redmi Note 15 Pro+ 5G | 12/512GB | Rp6,7 juta |
POCO X8 Pro Max cocok untuk pengguna yang mengejar performa tinggi, baterai besar, dan sistem yang lebih baru. Redmi Note 15 Pro+ 5G lebih pas untuk pembeli yang lebih memprioritaskan kamera 200 MP, proteksi layar yang lebih kuat, dan harga awal yang lebih rendah.
Source: www.idntimes.com








