
Fitur Live Photos kini hadir lebih luas di ekosistem Android dan tidak lagi menjadi ciri khas satu merek saja. Mulai April, sejumlah produsen seperti Vivo, Realme, OPPO, Samsung, dan Google membawa teknologi serupa dengan nama berbeda, mulai dari Motion Photo, AI Live Photo, hingga AI Motion Capture.
Perluasan fitur ini menandai perubahan penting di pasar ponsel pintar karena teknologi tersebut kini tersedia di berbagai kelas harga. Dari perangkat entry-level hingga flagship, pengguna Android dapat merekam momen beberapa detik sebelum dan sesudah tombol rana ditekan untuk menghasilkan foto yang lebih hidup dan dinamis.
Apa yang membuat Live Photos semakin relevan di Android
Fitur Live Photos bekerja dengan menangkap rangkaian singkat sebelum dan sesudah foto diambil. Hasilnya, gambar tidak lagi statis dan pengguna bisa memilih momen terbaik dari satu bidikan yang sama.
Teknologi ini banyak dipakai untuk foto candid, gerakan cepat, hingga kebutuhan konten kreatif. Dalam praktiknya, fitur tersebut membantu pengguna menangkap ekspresi spontan yang sering terlewat jika hanya mengandalkan foto biasa.
Lima HP Android dengan fitur Live Photos yang menonjol
Vivo Y19s Pro
Ponsel ini membawa kamera utama 50MP dengan dukungan Live Photo berbasis AI. Vivo juga menambahkan AI Erase 2.0 untuk menghapus objek yang mengganggu pada foto.Realme 15 5G
Realme membekali perangkat ini dengan AI Motion Capture yang dirancang untuk menangkap objek bergerak dengan lebih jelas. Dukungan RAM 12GB dan layar AMOLED membuat proses penyuntingan foto terasa lebih nyaman.OPPO Reno13 F
OPPO menghadirkan AI Live Photo pada Reno13 F untuk menghasilkan gerakan yang terlihat natural. Kamera utama 50MP dan teknologi EIS ikut membantu menekan blur saat memotret momen bergerak.Samsung Galaxy S26
Samsung menyempurnakan Motion Photo dengan mode otomatis yang lebih cerdas. Sistem ini hanya merekam gerakan saat dibutuhkan sehingga lebih efisien dalam penyimpanan, sementara pengguna tetap bisa memilih bingkai terbaik.- Google Pixel 10 Pro
Pixel 10 Pro mengandalkan Motion Photos dengan dukungan Top Shot. Fitur ini membantu sistem memilih momen terbaik secara otomatis dari klip singkat yang direkam kamera.
Perbandingan singkat fitur pada masing-masing perangkat
| Model | Nama fitur | Keunggulan utama |
|---|---|---|
| Vivo Y19s Pro | AI Live Photo | Kamera 50MP, AI Erase 2.0 |
| Realme 15 5G | AI Motion Capture | Responsif untuk objek bergerak cepat |
| OPPO Reno13 F | AI Live Photo | Gerakan natural, EIS untuk kurangi blur |
| Samsung Galaxy S26 | Motion Photo | Hemat penyimpanan, mode otomatis |
| Google Pixel 10 Pro | Motion Photos + Top Shot | Pilih momen terbaik secara otomatis |
Mengapa fitur ini diminati pengguna
Fitur Live Photos kini makin dicari karena membuat hasil foto terasa lebih ekspresif tanpa perlu perangkat khusus. Pengguna juga mendapat fleksibilitas lebih saat ingin memilih frame terbaik atau mengubah cuplikan gerak menjadi video pendek.
Di sisi lain, kemajuan AI membuat teknologi ini tidak lagi terbatas pada ponsel mahal. Kehadirannya di berbagai segmen harga menunjukkan persaingan produsen yang makin serius dalam menawarkan pengalaman kamera yang praktis dan menarik.
Dampak pada pengalaman fotografi Android
Bagi pengguna yang aktif membuat konten, fitur ini membantu memperkaya hasil tangkapan gambar. Foto candid, momen olahraga, hingga aktivitas harian bisa ditangkap dengan lebih natural karena kamera merekam konteks gerakan di sekitar subjek.
Pendekatan setiap merek juga berbeda, namun tujuannya sama, yaitu menghadirkan foto yang terasa lebih hidup. Vivo menonjol lewat AI pada pemrosesan gambar, Realme fokus pada tangkapan gerak, OPPO menonjolkan hasil yang stabil, Samsung mengutamakan efisiensi, dan Pixel tetap mengandalkan kekuatan AI untuk memilih hasil terbaik secara otomatis.
Dengan semakin luasnya dukungan Live Photos di Android, pengguna kini punya lebih banyak pilihan perangkat untuk menikmati foto bergerak tanpa harus berpindah ke satu ekosistem tertentu. Tren ini diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya kemampuan kamera, pemrosesan AI, dan kebutuhan konten visual yang lebih dinamis.









