Samsung Bongkar 3 Kunci Rekam Konser Pakai HP, Bukan Cuma Kamera Tajam

Samsung menegaskan bahwa merekam konser dengan HP tidak cukup hanya mengandalkan kamera yang bagus. Dalam praktiknya, ada tiga elemen yang harus bekerja bersama agar hasil foto dan video tetap layak dibagikan, bahkan dalam suasana gelap, penuh gerakan, dan serba cepat.

Pernyataan itu disampaikan MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, dalam acara Creator Lab bertema “Concert Mode with Galaxy S26 Ultra” yang digelar Samsung Electronics Indonesia bersama KompasTekno di Kopi Nako, Cipete, Jakarta Selatan. Ilham menyebut tiga kunci utama tersebut adalah performance, Galaxy AI, dan kamera.

Performa Jadi Fondasi Saat Rekam Konser

Ilham menekankan bahwa performa menjadi dasar utama saat ponsel dipakai merekam konser dalam durasi lama. HP flagship, kata dia, tidak boleh lambat karena pengguna membutuhkan respons cepat ketika membuka kamera, mengubah mode, atau ikut mengambil momen yang datang tanpa jeda.

Kondisi konser yang ramai juga menuntut sistem yang stabil agar ponsel tidak mudah tersendat. Saat video direkam terus-menerus, panas perangkat, lonjakan proses, dan perpindahan aplikasi bisa memengaruhi hasil rekaman jika performanya tidak mumpuni.

Samsung menempatkan performa sebagai salah satu pembeda utama pada Galaxy S26 Ultra. Perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang disiapkan untuk memberikan tenaga tinggi saat menangani perekaman video, pemrosesan gambar, dan fitur berbasis AI secara bersamaan.

Galaxy AI Bantu Sempurnakan Hasil Konten

Faktor kedua yang disorot Samsung adalah Galaxy AI. Teknologi kecerdasan buatan ini berfungsi membantu pengguna memperbaiki hasil konten tanpa harus melakukan banyak pengeditan manual setelah konser selesai.

Ilham menjelaskan bahwa Galaxy AI bisa dipakai untuk menyempurnakan foto, termasuk menghapus objek yang tidak diinginkan di latar belakang. Fitur ini relevan untuk konser, karena foto sering terganggu penonton lain, tangan yang terangkat, atau objek yang masuk ke dalam frame secara tidak sengaja.

Dalam konteks creator dan pengguna umum, AI juga membantu mempercepat alur kerja. Konten bisa langsung dirapikan di perangkat, sehingga hasilnya tetap bersih dan terlihat lebih siap dibagikan ke media sosial.

Kamera Tetap Jadi Ujung Tombak

Meski Samsung menegaskan pentingnya performa dan AI, kamera tetap menjadi syarat yang tidak bisa dilepaskan. Ilham menyebut kamera ponsel harus mampu menghasilkan foto dan video tajam secara instan, tanpa banyak pengaturan yang rumit.

Hal itu penting karena konser biasanya berlangsung di kondisi cahaya rendah dan penuh pergerakan. Pada situasi seperti ini, kamera harus bisa menangkap momen dengan cepat, menjaga detail, dan tetap menghasilkan gambar yang enak dilihat.

Berikut ringkasan tiga kunci yang disebut Samsung untuk merekam konser dengan HP:

  1. Performance: menjaga ponsel tetap cepat dan responsif saat dipakai dalam waktu lama.
  2. Galaxy AI: membantu menyempurnakan foto dan video, termasuk menghapus objek tak diinginkan.
  3. Kamera: memastikan hasil gambar tajam, praktis, dan tetap bagus di kondisi konser.

Fitur yang Disorot di Galaxy S26 Ultra

Samsung juga menampilkan sejumlah kemampuan yang mendukung pengalaman merekam konser. Galaxy S26 Ultra dibekali kamera utama 200 MP, kemampuan zoom yang dirancang tetap menjaga detail, serta peningkatan Nightography untuk hasil foto dan video yang lebih tajam di kondisi minim cahaya.

Selain itu, Samsung menyoroti fitur horizontal lock yang membantu menjaga stabilitas dan orientasi video agar tetap sejajar saat perekaman dilakukan di tengah kerumunan. Fitur seperti ini penting karena video konser sering mudah miring akibat pergerakan tangan dan situasi area yang padat.

Workshop Creator Lab yang mengusung tema “Concert Mode with Galaxy S26 Ultra” itu sendiri dirancang sebagai ajang promosi sekaligus edukasi. Samsung ingin menunjukkan bahwa ponsel flagship bisa menjadi alat utama untuk menangkap momen konser tanpa perlu perangkat tambahan.

Dalam praktiknya, pengalaman merekam konser di smartphone kini bergeser dari sekadar soal kamera ke kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak. Pada titik ini, performa, AI, dan kamera menjadi satu paket yang menentukan apakah momen panggung bisa terekam dengan stabil, tajam, dan tetap nyaman dibagikan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com
Exit mobile version