Apple kembali menunjukkan dominasinya di pasar ponsel global dengan menempatkan lima model iPhone dalam daftar sepuluh smartphone paling laku pada kuartal keempat 2025. Data Counterpoint Research menegaskan bahwa iPhone 17 Pro Max memimpin pasar dengan pangsa 5% dari total penjualan global.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa minat konsumen terhadap lini iPhone terbaru tetap sangat kuat, terutama di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Di saat yang sama, Samsung dan Xiaomi masih bertahan lewat strategi harga yang lebih agresif di segmen menengah dan bawah.
Apple Kuasai Separuh Daftar Teratas
Laporan tersebut menempatkan iPhone 17 Pro Max di posisi pertama dan menjadikannya model paling laku pada periode ini. Di bawahnya, iPhone 17 reguler menempati posisi kedua, sementara iPhone 17 Pro mengisi peringkat ketiga.
Urutan ini menunjukkan bahwa seri iPhone 17 langsung diterima pasar begitu masuk ke jalur penjualan global. Konsumen tampak tidak hanya mengejar model tertinggi, tetapi juga tetap memberi ruang besar bagi varian non-Pro yang menawarkan kombinasi fitur baru dan harga yang lebih terjangkau.
Model Lama Masih Bertahan
Menariknya, Apple tidak hanya bergantung pada perangkat terbaru untuk menjaga volume penjualan. iPhone 16 masih bertahan di posisi keempat, sedangkan iPhone 16e masuk daftar di urutan kedelapan.
Kehadiran dua model ini memperlihatkan bahwa produk generasi sebelumnya tetap memiliki daya jual kuat. Banyak pembeli kemungkinan masih melihat seri lama sebagai pilihan rasional karena harga yang lebih rendah, terutama saat toko ritel dan operator menawarkan promo bundling.
Daftar 10 HP Paling Laku Global
Berikut susunan smartphone paling laku secara global pada kuartal keempat 2025 berdasarkan data Counterpoint Research:
- iPhone 17 Pro Max
- iPhone 17
- iPhone 17 Pro
- iPhone 16
- Galaxy A56
- Galaxy A36
- Galaxy A07
- iPhone 16e
- REDMI A5
- Galaxy S25
Dari daftar itu, Apple menguasai lima posisi, Samsung empat posisi, dan Xiaomi satu posisi. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar global masih terbagi jelas antara kekuatan ekosistem premium Apple dan daya tarik harga dari produsen Android.
Samsung Bertahan di Segmen Menengah
Samsung tetap punya taji melalui lini Galaxy A yang menyasar pasar menengah. Galaxy A56, A36, dan A07 berhasil mengamankan posisi kelima sampai ketujuh, menunjukkan bahwa strategi volume masih bekerja efektif di banyak negara.
Namun, hasil berbeda terlihat pada seri flagship Galaxy S25 yang hanya berada di posisi kesepuluh. Kondisi itu menandakan bahwa ponsel kelas premium Android masih menghadapi tantangan besar untuk menyaingi daya tarik iPhone di pasar atas.
Xiaomi dan Peta Persaingan yang Semakin Ketat
Xiaomi hanya mencatat satu wakil, yaitu REDMI A5, yang menempati posisi kesembilan. Meski begitu, kehadiran satu model tetap penting karena memperlihatkan bahwa segmen harga ekonomis masih punya ruang besar di pasar global.
Secara keseluruhan, sepuluh model teratas menyumbang sekitar 23% dari total volume penjualan smartphone dunia. Angka ini menegaskan bahwa konsentrasi pasar masih tinggi dan sebagian besar pembelian global tetap mengarah ke merek-merek besar dengan jaringan distribusi kuat.
Apa Arti Dominasi Ini bagi Pasar
Dominasi iPhone terlaris 2025 menunjukkan bahwa Apple berhasil menjaga keseimbangan antara inovasi dan loyalitas pengguna. Pembaruan seperti kapasitas RAM yang lebih besar dan layar dengan refresh rate tinggi pada model dasar ikut mempercepat perpindahan pengguna dari seri lama ke seri terbaru.
Dalam konteks persaingan industri, peta ini memperlihatkan bahwa Apple masih unggul di nilai jual premium, sementara Samsung dan Xiaomi terus mengandalkan harga serta variasi produk untuk mempertahankan volume. Pola tersebut kemungkinan besar akan terus membentuk pasar smartphone global pada periode berikutnya, terutama jika konsumen masih memberi prioritas pada ekosistem, dukungan perangkat lunak, dan pengalaman penggunaan yang stabil.
