LG kembali menegaskan ambisinya di pasar perangkat rumah tangga melalui ajang InnoFest yang digelar di Busan, Korea Selatan. Dalam forum tahunan itu, perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga menjelaskan arah baru bisnisnya menuju ekosistem rumah pintar berbasis kecerdasan buatan.
Jaeseung Kim, CEO Regional LG Electronics Asia Pasifik, menyebut perusahaan tengah membangun masa depan rumah pintar yang berpusat pada manusia dan terhubung dengan AI. Ia menegaskan bahwa InnoFest menjadi ruang untuk menunjukkan bagaimana LG bergerak melampaui peralatan rumah tangga menuju solusi kehidupan yang lebih terintegrasi.
Arah Baru LG: Dari Produk ke Smart Life Solution
LG kini menempatkan strategi besar yang mereka sebut sebagai Smart Life Solution. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan rumah berbasis AI, integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari, dan penciptaan solusi yang lebih personal bagi konsumen.
Dalam praktiknya, LG ingin memastikan teknologi bekerja mengikuti manusia, bukan sebaliknya. Karena itu, perusahaan mengusung pendekatan people-first agar perangkat dapat memahami kebutuhan pengguna secara lebih alami.
Konsep Affectionate Intelligence
Salah satu konsep penting yang dipaparkan LG di InnoFest adalah Affectionate Intelligence. Konsep ini merujuk pada kecerdasan buatan yang mampu memahami konteks kehidupan sehari-hari, mempelajari kebiasaan pengguna, lalu memberi respons yang lebih personal.
LG menekankan bahwa perangkat rumah tangga tidak lagi berdiri sendiri. Kulkas, mesin cuci, hingga perangkat hiburan kini dirancang untuk saling terhubung, beradaptasi, dan bekerja sebagai satu sistem rumah pintar.
“Peralatan rumah tangga kami bukan lagi perangkat yang berdiri sendiri. Mereka menjadi bagian dari sistem terintegrasi yang berkomunikasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pengguna,” kata Jaeseung Kim.
Produk dan Pengalaman yang Lebih Terhubung
InnoFest juga menjadi panggung bagi LG untuk memperlihatkan bagaimana inovasi AI masuk ke lini peralatan rumah tangga. Salah satu yang disorot adalah mesin cuci terbaru yang sudah dibekali teknologi AI untuk membantu pengalaman penggunaan yang lebih efisien dan responsif.
LG menyampaikan bahwa integrasi AI tidak hanya ditujukan untuk menambah fitur, tetapi juga untuk membuat aktivitas rumah menjadi lebih sederhana. Dengan pendekatan itu, perusahaan ingin menghadirkan perangkat yang dapat memahami pola penggunaan, menghemat waktu, dan memberi hasil yang lebih relevan bagi tiap keluarga.
Berikut beberapa fokus utama yang ditonjolkan LG dalam pengembangan rumah pintar berbasis AI:
- Perangkat yang saling terhubung dalam satu ekosistem rumah.
- Sistem yang belajar dari kebiasaan pengguna.
- Respons yang lebih personal sesuai kebutuhan harian.
- Pengalaman penggunaan yang lebih efisien dan praktis.
Ekspansi ke Solusi Komersial
Strategi LG tidak berhenti pada segmen rumah tangga. Perusahaan juga memperluas pendekatan solusi terintegrasi ke bisnis komersial, termasuk laundry komersial.
Dalam model ini, LG tidak hanya menyediakan perangkat, tetapi juga menawarkan desain toko, branding, instalasi, hingga pemeliharaan operasional. LG bahkan menambahkan sistem digital berbasis aplikasi untuk menghadirkan pengalaman online-to-offline yang lebih mulus, termasuk penjadwalan layanan pengambilan dan pengantaran laundry.
Ekosistem tersebut semakin lengkap dengan layanan tambahan seperti sistem pembayaran pintar, mesin penjual deterjen, dan perangkat lunak operasional bagi pemilik waralaba. LG menilai pendekatan ini dapat memberi nilai bisnis lebih besar sekaligus membuat pengalaman pelanggan menjadi lebih utuh.
Strategi Regional dari Korea ke Asia
Jaeseung Kim mengatakan bahwa keberhasilan penerapan solusi di Korea Selatan menjadi dasar bagi LG untuk memperluas layanan serupa ke berbagai negara di Asia. Perusahaan membawa pendekatan gaya hidup Korea yang dikenal efisien, detail, dan berorientasi pada pengalaman pengguna.
LG melihat bahwa strategi ini bisa menjadi pembeda di pasar regional yang terus berkembang. Bagi perusahaan, kunci utama bukan hanya kecanggihan teknologi atau skala bisnis, melainkan kemampuan memahami bagaimana orang hidup, bekerja, dan menjalani rutinitas sehari-hari.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa LG ingin membangun hubungan yang lebih dekat antara teknologi dan kebiasaan manusia. Di tengah persaingan ketat perangkat pintar, perusahaan menempatkan pengalaman pengguna sebagai pusat inovasi agar rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang yang lebih adaptif, efisien, dan terhubung.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com