NASA terkenal sangat ketat dalam memilih barang yang boleh ikut dibawa astronot ke luar angkasa. Karena itu, kabar bahwa iPhone 17 Pro Max boleh masuk ke misi Artemis II menarik perhatian, sebab ini menandai pertama kalinya perangkat tersebut lolos seleksi untuk ikut terbang mengelilingi Bulan.
Keputusan itu bukan karena iPhone diperlakukan sebagai perangkat utama misi, melainkan karena ponsel tersebut berhasil melewati rangkaian pemeriksaan keselamatan yang sangat ketat. Dalam laporan New York Times yang dikutip dari penjelasan Asisten Profesor Riset BioServe Space Technologies Tobias Niederwieser, proses persetujuan perangkat keras untuk misi antariksa memang panjang, rinci, dan penuh pengujian berlapis.
Mengapa perangkat elektronik harus diuji ketat
Sebelum sebuah barang diizinkan ikut misi luar angkasa, NASA menilai potensi risikonya dari berbagai sisi. Fokus utamanya bukan hanya pada fungsi perangkat, tetapi juga pada keamanan kru dan perlindungan sistem pesawat.
Menurut penjelasan Niederwieser, ada empat fase utama dalam proses evaluasi perangkat keras. Tahap pertama adalah pemeriksaan awal lewat panel keselamatan untuk menilai kelayakan dasar perangkat.
Empat tahap penentuan kelayakan perangkat
Berikut gambaran sederhana proses yang harus dilalui perangkat sebelum masuk ke misi seperti Artemis II:
- Pemeriksaan awal pada panel keselamatan.
- Identifikasi bahaya, misalnya komponen bergerak atau material rapuh seperti kaca.
- Penyusunan langkah pencegahan untuk menekan risiko yang ditemukan.
- Verifikasi ulang untuk memastikan langkah pencegahan itu benar-benar berhasil.
Prosedur seperti ini dianggap lambat oleh sebagian pihak, tetapi sistem tersebut dibuat untuk mengurangi peluang kegagalan di lingkungan yang tidak memberi ruang untuk kesalahan. Di luar angkasa, satu komponen kecil yang rusak bisa memicu gangguan yang jauh lebih besar.
Risiko pecahan dan radiasi jadi perhatian utama
Salah satu alasan penting di balik ketatnya seleksi NASA adalah risiko pecahan benda tajam saat berada di kondisi tanpa gravitasi. Jika kaca atau bagian perangkat retak, pecahannya tidak akan jatuh ke lantai seperti di Bumi, melainkan melayang bebas di kabin.
Pecahan itu bisa mengenai wajah astronot, mengganggu peralatan lain, atau tersangkut pada sistem yang sedang digunakan kru. Selain itu, NASA juga mewaspadai dampak paparan radiasi terhadap hardware yang dibawa ke luar angkasa.
Karena itulah, perangkat harus diuji berkali-kali agar tidak mudah rusak selama perjalanan. Pengujian semacam ini penting untuk memastikan perangkat bisa bertahan dalam kondisi ekstrem yang jauh berbeda dari penggunaan normal di Bumi.
Kenapa iPhone 17 Pro Max lolos seleksi
Apple disebut tidak ikut terlibat dalam proses pengujian dan persetujuan perangkat untuk Artemis II. Meski begitu, iPhone 17 Pro Max tetap berhasil memenuhi syarat untuk digunakan di orbit dan dalam periode yang panjang jauh dari Bumi.
Hal ini menjadi langkah penting karena menunjukkan bahwa perangkat konsumen pun bisa lolos standar luar angkasa jika dinilai aman. Status tersebut juga menegaskan bahwa iPhone 17 Pro Max bukan dibawa untuk menjalankan fungsi vital misi, melainkan untuk kebutuhan dokumentasi para astronot.
Dalam misi Artemis II, iPhone 17 Pro Max akan dipakai untuk merekam pengalaman dan mengabadikan momen penting selama perjalanan. Perangkat ini tidak akan mendapat peran teknis di sistem misi, sehingga risiko penggunaannya lebih terkendali.
Fungsi iPhone 17 Pro Max di Artemis II
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Peran utama | Dokumentasi pengalaman astronot |
| Keterlibatan Apple | Tidak terlibat dalam proses uji dan persetujuan |
| Fungsi kritis misi | Tidak digunakan untuk tugas inti |
| Koneksi | Tidak diizinkan terhubung ke internet atau Bluetooth |
Pembatasan itu menunjukkan bahwa meski sudah lolos seleksi, iPhone 17 Pro Max tetap berada di bawah aturan penggunaan yang sangat ketat. Perangkat ini boleh ikut, tetapi tidak bebas dipakai seperti saat berada di Bumi.
Batasan penggunaan di luar angkasa
NASA juga melarang iPhone 17 Pro Max terhubung ke internet atau Bluetooth selama berada di luar angkasa. Larangan ini penting untuk menjaga stabilitas sistem dan menghindari potensi gangguan komunikasi maupun konektivitas yang tidak diperlukan.
Dengan batasan tersebut, iPhone 17 Pro Max hanya berperan sebagai alat bantu dokumentasi, bukan sebagai perangkat komunikasi bebas. Kehadirannya di Artemis II justru memperlihatkan bagaimana teknologi konsumen kini mulai menyesuaikan diri dengan standar antariksa yang sangat ketat dan berbasis keselamatan.
Source: www.gadgetdiva.id






