Di Tengah Perang dan Kelangkaan Memori, Sejumlah Smartphone Justru Tak Naik Harga

Tekanan biaya di industri smartphone belum juga merata ke semua model. Di tengah perang, lonjakan harga komponen memori, dan perubahan strategi vendor, masih ada sejumlah produk yang tetap bertahan tanpa kenaikan harga.

Pantauan di pasar Indonesia menunjukkan kondisi itu terjadi pada beberapa lini tertentu, termasuk Samsung Galaxy A07 5G varian 6GB/128GB yang masih dipasarkan di Rp2.799.000. Tecno juga mempertahankan harga di sejumlah seri, meski ada model lain yang ikut menyesuaikan banderol jual.

Kenaikan harga tidak terjadi merata

Data terbaru menunjukkan penyesuaian harga memang mulai terasa di berbagai merek smartphone. Namun, kenaikan tidak selalu menimpa seluruh portofolio produk dan sering hanya muncul pada model tertentu, terutama di segmen entry-level dan kelas menengah.

Pada Tecno, misalnya, penyesuaian harga sudah diumumkan untuk beberapa model tertentu pada April 2026. Anthoni Roderick, PR Manager Tecno Mobile Indonesia, menyebut ada kenaikan SRP untuk beberapa perangkat, tetapi tidak semua lini ikut berubah.

Model yang tetap bertahan tanpa kenaikan

Di tengah tren kenaikan itu, ada beberapa produk yang masih dipertahankan harganya. Salah satunya adalah Samsung Galaxy A07 5G varian 6GB/128GB yang tetap dijual Rp2.799.000 berdasarkan pantauan ofisial resmi vendor.

Tecno juga memastikan seri Camon 50 tidak mengalami perubahan harga pada periode ini. Artinya, seluruh varian Camon 50 Series masih dipertahankan di level harga sebelumnya, setidaknya untuk penjualan resmi yang dipantau di pasar.

Berikut ringkasan produk yang dilaporkan tidak mengalami kenaikan harga:

ProdukVarianHarga
Samsung Galaxy A07 5G6GB/128GBRp2.799.000
Tecno Camon 50 SeriesSeluruh varianTetap
Beberapa model Tecno tertentuTidak mengalami kenaikan

Model yang justru naik lebih dulu

Di sisi lain, Tecno menaikkan harga beberapa seri lain. Spark Go 3 varian 4GB/64GB naik dari Rp1.399.000 menjadi Rp1.499.000, sementara Pova 7 5G varian 8GB/128GB naik dari Rp2.999.000 menjadi Rp3.199.000.

Varian Pova 7 5G 8GB/256GB juga ikut terkerek dari Rp3.199.000 menjadi Rp3.299.000. Pada pantauan marketplace resmi, beberapa seri lain bahkan tercatat lebih tinggi dibanding harga saat peluncuran, seperti Camon 50 8GB/128GB yang naik ke Rp3.799.000 dari Rp3.599.000.

Memori jadi faktor utama di balik tekanan harga

Dorongan utama kenaikan harga saat ini datang dari komponen memori. Laporan Counterpoint Research menyebut harga DRAM naik lebih dari 50% secara kuartalan pada kuartal pertama 2026, sementara NAND Flash melonjak lebih dari 90% QoQ.

Kenaikan itu memengaruhi struktur biaya produksi atau Bill of Materials (BOM) di hampir semua kelas smartphone. Dampaknya paling berat terasa di perangkat entry-level, karena porsi memori terhadap total biaya perangkat menjadi jauh lebih besar.

Pada smartphone entry-level dengan harga grosir di bawah US$200, konfigurasi umum seperti 6GB LPDDR4X dan 128GB eMMC diperkirakan bisa menaikkan total biaya BOM hingga 25% secara kuartalan. Dalam kondisi ekstrem, komponen memori bahkan dapat menyumbang sampai 43% dari total biaya produksi perangkat.

Mengapa sebagian produk tidak ikut naik

Tidak semua model langsung disesuaikan karena vendor biasanya memakai strategi harga yang berbeda untuk tiap segmen. Model yang masih memiliki stok lama, kontrak komponen lebih awal, atau target pasar yang sensitif terhadap harga sering dipertahankan lebih lama agar tetap kompetitif.

  1. Stok lama bisa membuat harga tetap stabil sementara.
  2. Model tertentu dipakai untuk menjaga volume penjualan.
  3. Kenaikan harga biasanya dibagi bertahap agar tidak mengejutkan pasar.
  4. Penjualan online dan offline juga bisa berbeda karena strategi kanal distribusi.

Perbedaan harga antara offline dan online juga mulai terlihat pada beberapa produk Tecno. Pihak perusahaan menyebut harga online bisa sedikit lebih mahal daripada penjualan di toko resmi, sehingga konsumen perlu mencermati kanal pembelian sebelum memutuskan transaksi.

Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi perang, kenaikan biaya komponen, dan tekanan pasokan memori, daftar smartphone yang belum naik harga bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, konsumen yang mengincar model tertentu masih perlu memantau pembaruan harga resmi dari vendor dan marketplace sebelum membeli.

Source: selular.id

Terkait