Telkomsel Dan ZTE Perkuat AI-Native RAN, Akses Digital Ke Wilayah Terpencil Diperluas

ZTE Corporation dan Telkomsel resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan Strategic Partnership Agreement di ajang MWC Barcelona. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan konektivitas digital yang lebih cerdas, lebih andal, dan lebih inklusif bagi pengguna individu maupun pelaku industri di Indonesia.

Fokus utama kerja sama tersebut mencakup pengembangan jaringan berbasis kecerdasan buatan, perluasan broadband ke wilayah yang masih sulit dijangkau, serta inovasi enterprise yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal. Langkah ini memperlihatkan dorongan kuat dari kedua perusahaan untuk menjawab perubahan perilaku pengguna digital dan meningkatnya kebutuhan layanan data yang stabil di berbagai daerah.

Dorong jaringan yang lebih adaptif

Melalui kemitraan ini, Telkomsel dan ZTE akan mengeksplorasi teknologi jaringan berbasis AI untuk meningkatkan kualitas layanan secara lebih presisi. Salah satu area yang dibahas adalah evaluasi kapabilitas AI-native Radio Access Network atau RAN, yang dirancang agar jaringan dapat merespons kebutuhan pengguna secara lebih adaptif.

Uji coba konsep modul AIREngine pada platform BBU V9200 juga masuk dalam agenda kerja sama. Pendekatan ini diharapkan memperkuat pengelolaan jaringan berbasis pengalaman, sehingga operator dapat menjaga kualitas layanan secara konsisten di tengah lonjakan trafik data yang terus berkembang.

Perluas akses broadband yang lebih merata

Selain penguatan jaringan inti, kedua perusahaan juga menaruh perhatian besar pada pemerataan akses digital. Mereka akan memperluas implementasi Edge User Plane Function atau UPF agar pemrosesan data berlangsung lebih dekat dengan pengguna.

Model ini penting untuk menurunkan latensi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat stabilitas koneksi, terutama di wilayah terpencil. Bagi Indonesia yang memiliki tantangan geografis luas dan beragam, pendekatan tersebut berpotensi membantu menghadirkan pengalaman internet yang lebih setara di kota besar maupun daerah luar pusat ekonomi.

Berikut fokus kolaborasi yang disepakati kedua perusahaan:

  1. Evaluasi AI-native RAN untuk mendukung layanan 5G yang lebih adaptif.
  2. Uji coba modul AIREngine pada platform BBU V9200.
  3. Ekspansi Edge UPF untuk memperkuat layanan broadband di wilayah terpencil.
  4. Program inovasi bersama dengan pelanggan enterprise berbasis use case AI.
  5. Pengembangan jaringan cerdas yang lebih berorientasi pada pengalaman pelanggan.

Sasar kebutuhan industri dan enterprise

Kolaborasi Telkomsel dan ZTE tidak hanya menyentuh layanan konsumen, tetapi juga menyasar kebutuhan dunia usaha. Keduanya akan menjalankan program inovasi bersama dengan pelanggan enterprise untuk menguji use case AI yang terukur, relevan, dan bisa diterapkan di lapangan.

Langkah ini penting karena kebutuhan digital sektor industri kini semakin spesifik, mulai dari efisiensi operasional, otomasi, hingga pengelolaan data yang lebih cerdas. Dengan pendekatan uji coba terarah, solusi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga bisa langsung memberi nilai tambah bagi bisnis.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat peran sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital yang mengutamakan pelanggan. “Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mengintegrasikan kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI untuk meningkatkan keandalan layanan, memperluas akses broadband yang lebih inklusif, dan membuka peluang baru bagi pelanggan serta pelaku industri di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Momentum transformasi digital Indonesia

Dari sisi ZTE, kemitraan ini dipandang selaras dengan momentum transformasi digital nasional yang masih terus bergerak cepat. President Director ZTE Indonesia, Richard Liang, menyebut adopsi teknologi digital di berbagai sektor dan masyarakat menunjukkan tren positif yang perlu didukung oleh infrastruktur yang semakin kuat.

“Bersama Telkomsel, kami berkomitmen mendukung pengembangan kapabilitas jaringan yang cerdas dan adaptif guna menjawab kebutuhan pengguna dan industri yang terus berkembang,” kata Richard. Ia menambahkan bahwa efisiensi jaringan dan pengalaman layanan yang lebih baik dapat mendorong pertumbuhan digital berkelanjutan serta memperluas adopsi teknologi lintas sektor.

Kerja sama ini juga menegaskan bahwa persaingan industri telekomunikasi kini tidak lagi hanya bergantung pada luas cakupan jaringan. Kualitas pengalaman pelanggan, kemampuan jaringan membaca kebutuhan trafik, dan kemampuan menjangkau wilayah yang belum optimal menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan inklusif.

Dengan kombinasi AI-native network, Edge UPF, dan inovasi enterprise, Telkomsel dan ZTE menempatkan konektivitas sebagai fondasi utama untuk memperkuat layanan digital di Indonesia. Pendekatan ini membuka ruang lebih luas bagi pengembangan jaringan yang bukan hanya cepat, tetapi juga lebih cerdas dalam melayani kebutuhan masyarakat dan industri.

Terkait