Apple dilaporkan sedang menguji empat desain bingkai untuk kacamata pintar terbarunya yang masuk dalam tahap pengembangan. Laporan Bloomberg yang dikutip Mark Gurman menyebut perangkat ini menjadi salah satu proyek penting Apple di kategori wearable, dengan fokus yang kuat pada desain, kenyamanan, dan pengalaman pengguna.
Salah satu desain yang sedang dievaluasi disebut mirip Ray-Ban Wayfarer karena memakai bentuk persegi panjang dengan sudut membulat oval. Di sisi lain, Apple juga menguji opsi yang lebih ramping dan lebih dekat dengan gaya kacamata yang kerap dikenakan CEO Apple, Tim Cook.
Empat opsi bingkai yang sedang dipertimbangkan
Apple tidak hanya berhenti pada dua model tersebut, karena perusahaan juga menimbang dua bentuk lain. Satu opsi menonjolkan siluet oval dengan bingkai lebih besar, sedangkan opsi lain hadir dalam ukuran lebih kecil untuk menjangkau preferensi pengguna yang lebih beragam.
Berikut empat desain yang disebut dalam laporan tersebut:
- Persegi panjang dengan sudut membulat oval, mirip Ray-Ban Wayfarer.
- Model persegi panjang yang lebih ramping, serupa gaya kacamata Tim Cook.
- Bentuk oval dengan bingkai lebih besar.
- Varian berukuran lebih kecil untuk pilihan yang lebih ringkas.
Pendekatan ini menunjukkan Apple ingin menempatkan kacamata pintarnya bukan sekadar sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai aksesori yang tetap punya nilai gaya. Strategi tersebut sejalan dengan reputasi Apple yang sering menekankan kualitas material dan detail desain dalam produk konsumer.
Warna dan tampilan jadi bagian strategi produk
Laporan yang sama menyebut kacamata pintar Apple kemungkinan hadir dalam beberapa pilihan warna, seperti cokelat terang, biru laut, dan hitam. Variasi warna ini mengingatkan pada strategi Apple Watch saat pertama kali diperkenalkan, ketika perusahaan menawarkan sejumlah opsi untuk menarik minat pasar yang lebih luas.
Fokus pada warna dan desain mengindikasikan Apple ingin membedakan produknya dari perangkat wearable lain yang cenderung lebih teknis daripada modis. Dalam pasar kacamata pintar, tampilan luar menjadi faktor penting karena perangkat dipakai langsung di wajah dan harus tetap nyaman dilihat dalam penggunaan harian.
Fitur yang disiapkan di dalam perangkat
Selain desain, proyek dengan nama kode N100 ini juga disebut membawa sejumlah fitur inti. Informasi awal menyebut perangkat akan memiliki kamera, mikrofon, dan sensor terintegrasi untuk mendukung fungsi pengambilan gambar, perekaman, dan interaksi berbasis suara.
Kemampuan kacamata pintar itu tidak berhenti pada foto dan video. Perangkat ini juga disebut dapat menampilkan notifikasi, memutar musik audio, dan menjalankan dukungan kecerdasan buatan melalui Siri.
Peran iPhone masih sangat penting
iPhone diperkirakan menjadi perangkat utama yang menghubungkan kacamata pintar Apple dengan ekosistem produknya. Hubungan ini penting karena banyak fungsi perangkat wearable Apple biasanya bergantung pada integrasi yang kuat dengan iPhone sebagai pusat kendali.
Mark Gurman menggambarkan kacamata pintar Apple sebagai perpaduan dari dua produk yang sudah lebih dulu dikenal, yakni AirPods dan Apple Watch. Artinya, Apple tampaknya ingin menggabungkan fungsi audio, notifikasi, dan interaksi pintar dalam satu perangkat yang lebih ringkas dan mudah dipakai.
Posisi Apple di pasar kacamata pintar
Jika benar meluncur pada tahun depan seperti yang dilaporkan, kacamata pintar Apple akan masuk ke pasar yang sudah mulai ditentukan oleh rival besar. Ray-Ban dan Meta Platforms lebih dulu menarik perhatian lewat produk Smart Glasses mereka, sementara Apple kini tampak menyiapkan pendekatan yang menonjolkan desain premium.
Dengan empat desain bingkai yang masih diuji, Apple terlihat masih mencari bentuk paling tepat sebelum memproduksi perangkat secara massal. Tahap ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin memastikan kacamata pintar tersebut bukan hanya canggih secara teknis, tetapi juga cukup menarik untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari.







