Apple dikabarkan sedang menyiapkan produksi awal iPhone Fold dalam jumlah 7 juta hingga 8 juta unit. Namun, rencana besar itu disebut masih tertahan oleh hambatan teknis yang muncul pada tahap pengembangan perangkat lipat tersebut.
Laporan Nikkei Asia menyebut Apple kini berada di fase Engineering Validation Test atau EVT, tahap penting untuk menguji kelemahan desain sebelum masuk ke produksi massal. Pada fase ini, perusahaan menemukan sejumlah masalah yang tidak sederhana, terutama karena teknologi layar lipat masih jauh lebih kompleks dibanding ponsel pintar biasa.
Masalah teknis jadi penghambat utama
Sumber rantai pasok menyebut kendala yang dihadapi Apple bukan berasal dari keterbatasan komponen. Tantangan utama justru datang dari desain produk dan sistem layar lipat yang membutuhkan presisi tinggi agar perangkat tetap andal saat dipakai dalam jangka panjang.
Kondisi ini membuat Apple harus bekerja dalam tekanan waktu yang ketat. Periode antara April hingga awal Mei dikabarkan menjadi fase krusial untuk menyelesaikan sisa masalah teknis agar jadwal pengembangan tidak bergeser lebih jauh.
Tahap penting sebelum produksi massal
Sebelum perangkat benar-benar siap dibuat dalam skala besar, Apple masih harus melewati beberapa proses validasi. Tahapan ini lazim dipakai di industri perangkat keras untuk meminimalkan risiko cacat produk dan masalah kualitas.
- Engineering Validation Test atau EVT untuk menguji desain awal dan menemukan kelemahan teknis.
- Design Validation Test atau DVT untuk memastikan rancangan sudah sesuai dengan standar yang ditargetkan.
- Production Validation Test atau PVT untuk menilai kesiapan proses manufaktur.
- Produksi percontohan sebelum masuk ke produksi massal.
Urutan tersebut penting karena produk lipat memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dibanding ponsel konvensional, terutama pada bagian engsel, panel layar, dan daya tahan perangkat.
Target produksi masih konservatif
Apple disebut menargetkan produksi awal 7 juta hingga 8 juta unit untuk iPhone Fold. Angka itu masih di bawah 10 persen dari total produksi iPhone dalam satu siklus peluncuran, sehingga memperlihatkan pendekatan yang hati-hati dari Apple dalam memasuki pasar ponsel lipat.
Meski jumlahnya belum besar, perangkat ini dipandang strategis karena bisa membuka ruang pertumbuhan baru di segmen smartphone premium. Pasar ponsel lipat sendiri masih berkembang dan belum sepenuhnya matang, sehingga produk dari Apple berpotensi menjadi titik balik penting dalam persaingan industri.
Foxconn mulai uji produksi
Laporan terbaru dari rantai pasok menyebut Foxconn telah memulai produksi percobaan untuk perangkat tersebut. Langkah ini menandakan bahwa proyek iPhone Fold sudah bergerak ke fase yang lebih konkret, meski belum sepenuhnya aman dari risiko perubahan jadwal.
Jika seluruh hambatan teknis bisa diatasi sesuai rencana, iPhone Fold diperkirakan mulai dikirim ke pasar global pada paruh kedua tahun 2026. Jadwal itu masih bisa bergeser apabila persoalan desain dan validasi belum terselesaikan tepat waktu.
Dampak bagi strategi Apple
Keberhasilan iPhone Fold akan menjadi ujian besar bagi Apple dalam memperluas portofolio produknya. Perangkat ini juga dapat menentukan sejauh mana Apple mampu bersaing di kategori ponsel lipat yang selama ini didominasi lebih dulu oleh sejumlah pemain Android.
Dengan posisi Apple sebagai salah satu penentu arah industri, setiap perkembangan pada proyek ini akan diawasi ketat oleh pasar. Jika iPhone Fold berhasil lolos dari hambatan teknis, produk tersebut berpeluang menjadi salah satu perangkat paling penting dalam strategi premium Apple ke depan.
