Honor Buka Suara Soal Isu Hengkang Lagi dari Indonesia, Ternyata Bukan Itu Masalahnya

Author: Qoo Media

Kabar yang menyebut Honor bakal hengkang lagi dari pasar smartphone Indonesia dipastikan tidak benar. Pernyataan itu datang langsung dari PR Manager Honor Indonesia, Aryo Meidianto, yang menegaskan bahwa perusahaan saat ini masih berada dalam tahap restrukturisasi manajemen dan strategi.

Isu tersebut mencuat karena Honor dinilai masih belum menunjukkan agresivitas besar sejak kembali hadir di Indonesia pada Januari 2025. Namun, pihak Honor menekankan bahwa langkah yang mereka ambil bukan keluar dari pasar, melainkan menata ulang bisnis agar lebih siap menghadapi persaingan yang sangat ketat.

Honor membantah isu hengkang

Aryo Meidianto mengatakan bahwa kabar Honor akan meninggalkan Indonesia lagi tidak sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini. Ia menyampaikan bahwa proses yang sedang berjalan adalah restrukturisasi internal, bukan penghentian operasi.

“Tidak benar, Mas. Kami sedang melakukan restrukturisasi di management,” ujar Aryo kepada Selular pada Kamis, 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa restrukturisasi strategi masih berlangsung dan meminta publik memberi waktu agar proses tersebut berjalan optimal.

Pernyataan ini penting karena Honor sempat menjadi sorotan setelah kembali ke pasar Indonesia usai vakum sejak 2019. Brand asal China itu pertama kali masuk ke Indonesia pada 2018, tetapi hanya bertahan sekitar setahun sebelum keluar karena kalah bersaing dengan sejumlah merek lain.

Persaingan makin padat

Pasar smartphone Indonesia memang dikenal sangat kompetitif. Saat ini Honor menghadapi tekanan dari pemain besar seperti Xiaomi, Vivo, dan Samsung, serta dari grup Transsion melalui Infinix, Tecno, dan Itel.

Di segmen entry-level dan menengah, pertarungan harga dan spesifikasi berlangsung sangat agresif. Konsumen Indonesia juga cenderung mudah berpindah merek jika menemukan produk dengan harga lebih terjangkau dan fitur yang lebih menarik.

Berikut gambaran tantangan yang dihadapi Honor di Indonesia:

  1. Persaingan harga yang ketat di kelas entry-level dan mid-range.
  2. Tingkat kesadaran merek yang masih belum merata di kalangan konsumen.
  3. Perubahan preferensi pembeli yang cepat, terutama pada fitur kamera, baterai, dan performa.
  4. Tekanan rantai pasok dan ketersediaan komponen di pasar global.
  5. Kondisi daya beli yang belum sepenuhnya pulih.

Honor fokus pada strategi bertahap

President of Honor South Pacific, Justin Li, sebelumnya mengakui bahwa pasar smartphone Indonesia sedang menghadapi tantangan yang cukup berat. Ia menyebut dua faktor utama yang memengaruhi industri saat ini adalah kelangkaan komponen RAM dan pelemahan daya beli konsumen.

“Kami juga terus memantau respons pasar agar setiap kategori konsumen tetap mendapatkan pilihan produk yang relevan dan bernilai,” kata Justin Li kepada Selular pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa kondisi rantai pasok global juga memaksa banyak pelaku industri menyesuaikan strategi bisnis mereka.

Justin menegaskan bahwa Honor tetap berupaya menjaga produk-produknya agar bisa diakses konsumen dengan nilai kompetitif. Menurut dia, perusahaan kini berfokus pada perencanaan yang matang, optimalisasi pasokan, dan penyusunan portofolio produk yang seimbang.

Fokus pada price to value

Honor menilai kebutuhan pasar Indonesia tidak bisa dibaca hanya dari satu segmen saja. Perusahaan ingin menawarkan pilihan produk yang relevan untuk berbagai lapisan konsumen, terutama di kelas entry-level dan mid-range yang selama ini menjadi pasar paling ramai.

Dalam persaingan seperti ini, istilah price to value menjadi kunci. Konsumen tidak hanya mencari harga murah, tetapi juga menginginkan spesifikasi yang sepadan dengan uang yang mereka keluarkan, mulai dari layar, kamera, baterai, hingga dukungan software.

Apa yang menjadi penentu langkah Honor ke depan

Agar bisa bertahan dan tumbuh di Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Honor dalam waktu dekat:

Faktor Dampak bagi Honor
Distribusi Menentukan seberapa mudah produk dijangkau konsumen
Ketersediaan produk Menjaga minat pasar tetap stabil
Harga jual Menentukan daya saing di kelas menengah dan bawah
Komunikasi merek Meningkatkan kepercayaan dan pengenalan konsumen
Layanan purnajual Memengaruhi loyalitas pengguna dalam jangka panjang

Situasi ini menunjukkan bahwa Honor tidak sedang mundur, melainkan sedang mengatur ulang langkah untuk memperkuat posisi di pasar yang sudah dipenuhi banyak pemain besar. Dalam konteks industri smartphone Indonesia yang berubah cepat, keberhasilan Honor akan sangat bergantung pada eksekusi strategi, konsistensi pasokan, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen secara lebih tepat.

Source: selular.id
Terbaru