Xiaomi Naikkan Harga Ponsel Mulai April 2026, Redmi dan Poco Paling Tertekan

Xiaomi mulai menaikkan harga sejumlah ponsel di Indonesia pada April. Kenaikan ini terjadi di berbagai lini, mulai dari Xiaomi, Redmi, hingga Poco, dengan selisih harga yang tercatat berkisar dari Rp200 ribu sampai Rp1 juta.

Perubahan harga tersebut terutama dipicu oleh naiknya biaya komponen memori, khususnya RAM dan penyimpanan. Di saat yang sama, perusahaan menilai penyesuaian harga perlu dilakukan agar kualitas produk dan inovasi tetap terjaga di tengah tekanan biaya.

Kenaikan biaya memori dorong harga jual

Data dari referensi menunjukkan bahwa paket RAM dan storage 12 GB/512 GB mengalami kenaikan sebesar 1.500 yuan atau sekitar Rp3,7 juta dibanding kuartal pertama 2025. Kondisi ini ikut menekan harga jual ponsel yang mengandalkan kapasitas memori besar.

Di pasar China, merek Redmi juga terdampak cukup besar karena posisinya selama ini fokus pada produk terjangkau. GSM Arena melaporkan bahwa Xiaomi bahkan membatalkan sebagian promosi harga untuk model Redmi Turbo 5 dan Turbo 5 Max sebagai bagian dari penyesuaian pasar.

Daftar ponsel Xiaomi yang ikut naik harga di Indonesia

Kenaikan harga paling terlihat pada beberapa model yang masuk ke pasar Tanah Air pada awal April. Berikut daftar harga yang tercatat dari referensi:

Model Harga lama Harga baru
Xiaomi 15T (12/256 GB) Rp6,5 juta Rp7,5 juta
Xiaomi 15T (12/512 GB) Rp7,5 juta Rp8 juta
Xiaomi 15T Pro (12/512 GB) Rp10 juta Rp10,5 juta
Redmi A5 (4/128 GB) Rp1,4 juta Rp1,6 juta
Redmi 15 (8/128 GB) Rp2,3 juta Rp2,5 juta
Poco C85 (6/128 GB) Rp1.549.000 Rp1.949.000

Kenaikan paling besar dalam daftar tersebut terjadi pada Xiaomi 15T versi 12/256 GB, yang naik Rp1 juta. Sementara itu, Poco C85 naik Rp400 ribu dari harga peluncuran, dan dua model Redmi ikut bergerak naik di kisaran Rp200 ribu.

Respons Xiaomi Indonesia

Andi Renreng selaku Marketing Director Xiaomi Indonesia menjelaskan bahwa penyesuaian harga tidak lepas dari berbagai faktor yang memengaruhi struktur biaya. Ia menyebut perusahaan melakukan peninjauan berkala agar kualitas produk dan inovasi tetap konsisten.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya mempertimbangkan harga jual, tetapi juga menjaga posisi produk di tengah perubahan biaya produksi. Dalam industri ponsel, harga komponen memori memang sering menjadi salah satu faktor paling sensitif karena langsung berdampak pada varian kapasitas tinggi.

Dampak bagi konsumen di segmen harga terjangkau

Kenaikan harga Xiaomi di Indonesia berpotensi terasa lebih besar pada pembeli di kelas entry-level dan menengah. Segmen ini biasanya sangat responsif terhadap perubahan harga, karena selisih beberapa ratus ribu rupiah dapat mengubah keputusan pembelian.

Redmi menjadi lini yang paling menarik perhatian karena selama ini identik dengan harga agresif. Saat harga naik, kompetisi di kelas bawah dan menengah kemungkinan ikut berubah, terutama jika merek lain masih menahan tarif di level sebelumnya.

Apa yang perlu diperhatikan calon pembeli

  1. Bandingkan harga terbaru antar-varian sebelum membeli.
  2. Periksa kembali kapasitas memori, karena varian besar paling terdampak kenaikan.
  3. Pantau promo resmi dari toko dan kanal penjualan Xiaomi.
  4. Cek kebutuhan penggunaan agar tidak membeli varian yang terlalu tinggi dari kebutuhan harian.

Di tengah tren kenaikan harga komponen global, pasar ponsel Indonesia kemungkinan masih akan melihat penyesuaian serupa pada model lain jika biaya memori tetap tinggi. Untuk konsumen, perbedaan harga antarvarian kini menjadi faktor yang semakin penting sebelum memilih Xiaomi, Redmi, atau Poco.

Exit mobile version