Infinix resmi menghadirkan Note 60 Ultra ke pasar Indonesia dengan pendekatan desain yang berbeda dari kebanyakan ponsel flagship lain. Perangkat ini menjadi sorotan karena mengusung Uni Chassis Camera Module, alias modul kamera belakang yang dibuat rata dengan bodi tanpa tonjolan lensa.
Peluncuran ini sekaligus menandai langkah Infinix yang makin agresif di segmen premium. Selain membawa estetika baru, ponsel ini juga menggabungkan sentuhan desain otomotif dari Pininfarina, rumah desain asal Italia yang dikenal lewat karakter garis bodi yang elegan dan tegas.
Desain kamera rata jadi pembeda utama
Infinix menyebut Note 60 Ultra sebagai ponsel pertama di dunia yang mengintegrasikan seluruh modul kamera belakang secara sejajar dengan bodi perangkat. Solusi ini membuat area kamera terlindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus yang menyatu langsung dengan panel belakang.
Pendekatan tersebut memberi dua dampak langsung. Ponsel terasa lebih stabil saat diletakkan di permukaan datar, dan genggaman tangan menjadi lebih nyaman karena tidak ada tonjolan kamera yang mengganjal.
Namun, desain seperti ini juga membawa konsekuensi teknis. Ruang untuk komponen optik menjadi lebih terbatas dibandingkan desain kamera menonjol, sehingga pengembangan sistem kamera harus dilakukan dengan perhitungan yang lebih presisi.
Sentuhan Pininfarina memperkuat identitas visual
Kerja sama dengan Pininfarina memberi karakter visual yang lebih kuat pada Note 60 Ultra. Salah satu ciri yang terlihat adalah aksen garis merah pada bodi, yang memberi kesan sporty sekaligus premium.
Kolaborasi dengan rumah desain otomotif ini menunjukkan bahwa Infinix tidak hanya fokus pada spesifikasi, tetapi juga pada pembentukan identitas produk. Di pasar smartphone yang makin padat, diferensiasi desain seperti ini menjadi nilai tambah yang penting untuk menarik perhatian konsumen.
Lampu LED di kamera jadi layar sekunder
Selain desain bodi, Infinix juga menambahkan fitur Active Matrix Display pada modul kamera. Fitur ini memakai lampu strip LED untuk menampilkan notifikasi pesan, panggilan, hingga indikator pengisian daya.
Pengguna juga bisa melakukan personalisasi lewat animasi, emoji, dan teks kustom. Fungsinya mirip layar kecil tambahan, sehingga informasi penting bisa dilihat tanpa harus menyalakan layar utama.
Spesifikasi utama yang dibawa Note 60 Ultra
Dari sisi performa, Infinix membekali perangkat ini dengan chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chip ini dipadukan dengan sistem pendingin 3D IceCore VC Chamber Cooling untuk menjaga suhu tetap stabil saat beban kerja tinggi.
Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:
- Layar AMOLED 6,78 inci
- Refresh rate 144 Hz
- Kamera utama 200 MP
- Baterai 7.000 mAh
- Chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate
- Pendingin 3D IceCore VC Chamber Cooling
Kombinasi tersebut membuat Note 60 Ultra diposisikan sebagai ponsel yang tidak hanya menonjol di desain, tetapi juga siap untuk kebutuhan berat seperti gaming, multitasking, dan perekaman video.
Harga dan jadwal penjualan di Indonesia
Infinix membanderol Note 60 Ultra dengan harga promo Rp 10.999.000 di Indonesia. Penjualan perdana dijadwalkan dimulai secara serentak pada 29 April.
Di kelas harga tersebut, Infinix tampak ingin menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi tinggi. Fokusnya ada pada pengalaman penggunaan, desain yang berbeda, serta fitur yang memperkuat kesan futuristis di segmen flagship.
Pada sisi ketahanan panas, integrasi kamera yang rata dengan bodi membuat suhu dari modul kamera bisa lebih terasa di permukaan belakang saat pengguna merekam video dalam durasi lama. Karena itu, kombinasi material bodi, sistem pendingin, dan manajemen daya menjadi faktor penting dalam penggunaan harian perangkat ini.
