
Linux untuk gaming bukan lagi sekadar alternatif bagi pengguna yang suka bereksperimen. Data uji terbaru menunjukkan CachyOS, distro Linux yang berfokus pada performa, sudah bisa menandingi bahkan melampaui Windows 11 di sejumlah game modern.
Perbandingan ini penting karena mayoritas game PC masih dikembangkan untuk Windows. Namun lewat Proton, lapisan kompatibilitas yang dipakai Steam di Linux, banyak game kini bisa berjalan dengan baik tanpa selisih performa besar.
Windows 11 vs CachyOS: hasil benchmark gaming
Artikel referensi menguji Windows 11 build 25H2 dan CachyOS build Maret pada sistem dual-boot. Keduanya memakai driver GPU terbaru, sehingga perbandingan dibuat seimbang dan langsung pada perangkat yang sama.
Spesifikasi sistem uji juga cukup representatif untuk kelas menengah. Perangkat itu memakai Intel Core i5-12400F, RAM 24GB DDR4 3200 MT/s, GPU AMD Radeon RX 6700 XT 12GB, serta driver Radeon Adrenalin 26.3.1 di Windows dan Mesa 26.0.4 di CachyOS.
Berikut ringkasan hasil performa raster tanpa ray tracing, kecuali bila disebutkan lain. FSR dan frame generation dimatikan, kecuali pada game tertentu yang memang mencantumkannya di pengujian.
| Game | Windows 11 | CachyOS |
|---|---|---|
| Dead Space Remake | 70 FPS | 76 FPS |
| Resident Evil 4 Remake | 84 FPS | 95 FPS |
| Scorn | 118 FPS | 120 FPS |
| Silent Hill 2 Remake | 53 FPS | 54 FPS |
| The Witcher 3 Next-Gen | 95 FPS | 111 FPS |
Secara rata-rata, CachyOS mencatat FPS 8,6 persen lebih tinggi dibanding Windows 11 di lima game tersebut. Kenaikan paling menonjol muncul di Resident Evil 4 Remake dan The Witcher 3 Next-Gen, masing-masing sekitar 13,1 persen dan 16,8 persen lebih tinggi di Linux.
Hasil ini cukup menarik karena game di Windows berjalan secara native, sedangkan di Linux harus lewat Proton. Secara teori, lapisan kompatibilitas seperti Proton membawa overhead, tetapi pada praktiknya optimasi driver dan software stack Linux bisa menutup bahkan membalikkan selisih itu.
Mengapa Linux bisa lebih cepat di beberapa game
Faktor utama dalam pengujian ini adalah GPU AMD. Driver Radeon di Linux bersifat open-source, sehingga komunitas Vulkan, Mesa, dan pengembang Proton lebih leluasa melakukan optimalisasi.
Artikel referensi menilai inilah alasan Linux dapat menyamai atau melampaui Windows untuk pengguna Radeon. Penilaian itu selaras dengan tren yang lebih luas, karena Valve juga terus mengembangkan Proton untuk mendorong kompatibilitas game di Steam Deck yang berbasis Linux.
Dukungan Proton sendiri sudah berkembang jauh. Berdasarkan ekosistem ProtonDB dan kompatibilitas Steam Play, ribuan game kini dapat dimainkan di Linux dengan status yang bervariasi dari playable hingga platinum.
Bagaimana dengan ray tracing
Gambaran performa berubah saat ray tracing diaktifkan. Di sini, hasil Linux tidak selalu unggul dan lebih bergantung pada optimasi tiap game.
Berikut hasil pengujian ray tracing dari artikel referensi. Hasilnya menunjukkan tidak ada pemenang tunggal di semua judul.
- Resident Evil 4 Remake: Windows 11 77 FPS, CachyOS 83 FPS.
- Silent Hill 2 Remake: Windows 11 30 FPS, CachyOS 24 FPS.
- The Witcher 3 Next-Gen: Windows 11 51 FPS, CachyOS 51 FPS.
Pada Resident Evil 4 Remake, CachyOS tetap unggul. Namun di Silent Hill 2 Remake, Windows 11 lebih cepat, sementara The Witcher 3 menunjukkan hasil identik.
Artikel referensi juga mencatat bahwa implementasi ray tracing Silent Hill 2 Remake memang belum optimal untuk GPU AMD secara umum. Karena itu, hasil game tersebut tidak bisa langsung digeneralisasi untuk semua skenario ray tracing di Linux.
Kendala terbesar Linux masih soal kompatibilitas game
Dari sisi performa single-player, Linux kini sudah sangat kompetitif. Namun persoalan besar masih bertahan di game multiplayer, terutama yang memakai anti-cheat.
Banyak judul online populer tidak berjalan di Linux karena sistem anti-cheat tidak kompatibel dengan Proton atau memang diblokir oleh pengembang. Beberapa game seperti Halo Infinite disebut dapat berjalan baik, tetapi secara umum Windows masih unggul jauh untuk pemain multiplayer kompetitif.
Kondisi ini juga sejalan dengan realitas industri. Windows tetap menjadi platform dominan untuk gaming PC, sehingga dukungan native, tool, dan kompatibilitas game online masih lebih matang di ekosistem Microsoft.
Apakah Linux sudah menyamai Windows 11 untuk gaming
Untuk game single-player dengan GPU AMD, jawaban yang paling dekat adalah ya. Data pengujian menunjukkan Linux, dalam hal ini CachyOS, tidak hanya mengejar tetapi juga bisa melewati Windows 11 pada beberapa judul modern.
Meski begitu, hasil ini tidak berlaku mutlak untuk semua perangkat dan semua game. Pengguna NVIDIA belum tentu mendapat pola serupa, sedangkan pemain game multiplayer masih akan lebih aman bertahan di Windows karena isu anti-cheat dan kompatibilitas layanan online belum benar-benar selesai.
Source: tech.sportskeeda.com








