
Infinix resmi memperkenalkan Note 60 Pro di India pada 12 April 2026, dan langkah ini langsung menarik perhatian karena membawa fast charging 100W ke kelas entry level. Kehadiran fitur tersebut menegaskan arah baru Infinix yang ingin menghadirkan spesifikasi tinggi tanpa mendorong harga terlalu jauh dari jangkauan konsumen pasar berkembang.
Pasar India dipilih karena memiliki karakter konsumen yang mirip dengan Indonesia, terutama di segmen perangkat terjangkau yang tetap menuntut performa dan fitur modern. Dalam konteks itu, Infinix Note 60 Pro diposisikan sebagai ponsel harian yang tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga pada kecepatan isi daya, tampilan layar, dan efisiensi penggunaan.
Fast charging 100W jadi nilai jual utama
Infinix menempatkan teknologi 100W sebagai pembeda paling menonjol pada Note 60 Pro. Fitur ini memungkinkan baterai terisi jauh lebih singkat dibanding pengisian standar yang masih umum ditemui di kelas harga serupa.
Bagi pengguna aktif, kehadiran pengisian super cepat memberi dampak langsung pada pola pakai harian. Ponsel bisa kembali digunakan dalam waktu singkat, sehingga cocok untuk pekerja mobile, pelajar, hingga pengguna yang sering bermain gim atau menonton video dalam durasi panjang.
Spesifikasi yang dibawa ke kelas terjangkau
Selain pengisian daya, Infinix juga membekali Note 60 Pro dengan layar AMOLED ber-refresh rate tinggi. Kombinasi ini biasanya memberi pengalaman visual yang lebih halus saat menggulir media sosial, membuka aplikasi, atau bermain gim.
Ponsel ini juga memakai chipset MediaTek yang disiapkan untuk menjaga kinerja multitasking dan konsumsi daya tetap efisien. Meski Infinix belum mengungkap seluruh detail teknis secara lengkap dalam informasi awal, arah produknya jelas: menggabungkan performa, efisiensi, dan kenyamanan pemakaian dalam satu perangkat.
Mengincar segmen yang sangat kompetitif
Strategi Infinix sejalan dengan kondisi pasar smartphone Indonesia sepanjang 2025, yang masih didominasi perangkat di kisaran harga di bawah Rp3 juta hingga Rp5 juta. Laporan dari lembaga riset seperti IDC dan Canalys menunjukkan segmen entry-level dan mid-range tetap menjadi tulang punggung penjualan di pasar nasional.
Berikut faktor yang membuat segmen ini tetap menarik bagi produsen:
- Volume pembelian tinggi karena basis pengguna sangat luas.
- Konsumen makin cermat membandingkan spesifikasi dan harga.
- Fitur premium mulai dicari di perangkat murah.
- Persaingan merek besar dan agresif mendorong inovasi lebih cepat.
Di situ, Infinix mencoba memanfaatkan celah dengan menawarkan spesifikasi yang biasanya hadir di kelas lebih mahal. Pendekatan ini juga terlihat lewat lini Note dan Zero sebelumnya, yang kerap menyasar pengguna muda dan mobile gamer.
Posisi Infinix di Indonesia makin kuat
Sepanjang 2025, Infinix tercatat konsisten memperluas pangsa pasar di Indonesia lewat jalur online dan offline. Distribusi omnichannel membuat produk mereka lebih mudah dijangkau, baik di kota besar maupun daerah yang jaringan ritelnya terus berkembang.
Dalam persaingan dengan Xiaomi, Realme, dan Samsung di kelas serupa, Infinix sering bermain pada rasio harga dan spesifikasi. Pada titik harga yang mirip, merek ini cenderung menawarkan RAM lebih besar, baterai lebih lega, atau pengisian daya lebih cepat.
Secara global, Infinix berada di bawah Transsion Holdings bersama Tecno dan itel. Fokus grup ini memang jelas, yakni pasar berkembang yang sensitif terhadap harga tetapi tetap menginginkan fitur tinggi.
Apa artinya bagi konsumen Indonesia
Peluncuran Note 60 Pro di India memberi sinyal kuat bahwa Infinix masih akan mempertahankan strategi yang sama jika perangkat ini masuk ke Indonesia. Jika harga dijaga tetap agresif, ponsel ini berpeluang menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari perangkat murah dengan fitur yang terasa premium.
Di tengah kebutuhan akan daya tahan baterai, layar mulus, dan pengisian cepat, Infinix Note 60 Pro tampil sebagai contoh bagaimana segmen entry level kini makin sulit dibedakan dari kelas menengah. Jika strategi harga dan distribusinya konsisten, Infinix berpotensi kembali menguat di pasar yang sangat responsif terhadap kombinasi spesifikasi tinggi dan biaya pembelian yang tetap masuk akal.
Source: selular.id








