GoPro resmi memperkenalkan Mission 1 Series sebagai lini kamera aksi terbaru yang membawa pendekatan berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, varian tertinggi sudah mendukung lensa eksternal Micro Four Thirds melalui adaptor, sehingga fitur yang selama ini identik dengan kamera mirrorless ikut hadir di perangkat aksi.
Langkah ini menandai perubahan besar di kategori action cam karena GoPro tidak hanya mengejar ketahanan dan portabilitas, tetapi juga fleksibilitas optik. Dengan sensor 1 inci beresolusi 50 MP pada seluruh model, perusahaan menargetkan peningkatan kualitas gambar yang lebih kuat, terutama untuk pengguna yang sering merekam di kondisi cahaya rendah.
Tiga model untuk kebutuhan berbeda
Mission 1 Series hadir dalam tiga model, yaitu Mission 1, Mission 1 Pro, dan Mission 1 Pro ILS. Perbedaan utamanya terletak pada fitur, aksesori, dan segmen pengguna yang dibidik.
Mission 1 menjadi model dasar untuk pengguna yang membutuhkan kamera aksi praktis. Mission 1 Pro menawarkan fitur lebih lengkap, termasuk paket Grip Edition yang menyertakan pegangan, casing logam, dan mounting tambahan.
Mission 1 Pro ILS menjadi model paling tinggi karena membawa Interchangeable Lens System. Dukungan ini memungkinkan penggunaan lensa MFT eksternal melalui adaptor, sesuatu yang jarang ditemukan pada kamera aksi karena biasanya pergantian lensa hanya ada di kamera mirrorless atau sistem kamera yang lebih modular.
Spesifikasi inti yang diunggulkan
Seluruh jajaran Mission 1 Series memakai sensor 1 inci 50 MP. Sensor ini diklaim GoPro mampu menangkap lebih banyak cahaya dibanding generasi sebelumnya, sehingga hasil foto dan video tetap lebih baik saat pemotretan di dalam ruangan atau di lingkungan dengan pencahayaan terbatas.
Di bagian pemrosesan, GoPro menyematkan chip GP3 dengan fabrikasi 5 nanometer. Chip ini mendukung perekaman hingga 8K pada 30 fps maupun 60 fps, lalu 4K 120 fps dengan mode Open Gate yang memakai seluruh area sensor.
Untuk kebutuhan gerak cepat, tersedia juga mode slow motion ekstrem hingga 1080p 960 fps. GoPro turut memasukkan unit pemrosesan AI atau NPU untuk membantu peningkatan kualitas video dan performa pada kondisi minim cahaya.
Fitur yang relevan untuk kreator konten
Bagi pembuat konten, kombinasi resolusi tinggi dan format perekaman yang fleksibel menjadi nilai jual utama. Berikut beberapa fitur penting yang sudah diumumkan:
- Video hingga 8K 30 fps dan 8K 60 fps.
- Video 4K 120 fps dengan Open Gate.
- Slow motion hingga 1080p 960 fps.
- Warna 10-bit dengan GP-Log2.
- HLG HDR dan Timecode Sync.
- Bitrate hingga 240 Mbps.
- Foto still image hingga 50 MP.
Kehadiran empat mikrofon dengan dukungan perekaman 32-bit float juga memperkuat posisi Mission 1 Series sebagai perangkat yang tidak hanya fokus pada visual. Pada praktiknya, fitur audio yang lebih luas bisa membantu saat merekam vlog, aktivitas olahraga, atau dokumentasi perjalanan yang cepat.
Desain dibuat lebih tangguh
GoPro juga meningkatkan aspek fisik kamera agar tetap sesuai karakter produk aksi. Mission 1 Series memiliki bodi tahan air hingga kedalaman 20 meter tanpa housing tambahan, layar OLED belakang yang lebih besar, serta tombol yang didesain ulang.
Baterai Enduro 2 menjadi salah satu poin penting lain. GoPro menyebut kamera ini mampu merekam lebih dari 5 jam pada 1080p 30 fps dan lebih dari 3 jam pada 4K 30 fps, sehingga perangkat lebih siap dipakai untuk sesi panjang di lapangan.
Jadwal rilis dan perluasan ekosistem
GoPro belum mengumumkan harga resmi untuk Mission 1 Series. Pre-order dijadwalkan mulai 21 Mei 2026, sedangkan penjualan global Mission 1 dan Mission 1 Pro dimulai pada 28 Mei 2026.
Model Mission 1 Pro ILS baru akan hadir pada kuartal ketiga 2026. Bersamaan dengan kamera ini, GoPro juga memperkenalkan sistem mikrofon nirkabel yang kompatibel dengan Hero Black, smartphone, dan DSLR, plus sejumlah aksesori seperti Media Mod, filter ND, dan Light Mod terbaru.
Source: tekno.kompas.com






