GeForce Now Terasa Seperti Masa Depan Gaming, Tapi Multiplayer Masih Mengecewakan?

GeForce Now mulai menunjukkan bahwa cloud gaming bukan lagi sekadar konsep ambisius. Layanan milik Nvidia ini menawarkan game PC kelas berat di banyak perangkat, tanpa menuntut pengguna memiliki hardware papan atas di rumah.

Dari pengujian awal yang dirujuk dalam artikel referensi, pengalaman bermain untuk game single-player terlihat sangat dekat dengan gaming native. Pertanyaan besarnya kini bukan apakah teknologi ini bekerja, melainkan apakah sudah cukup matang untuk menjadi masa depan gaming.

Cloud gaming yang akhirnya terasa serius

Artikel referensi memberi nilai 8,5 dari 10 untuk GeForce Now. Penilaian itu didorong oleh visual yang disebut sangat impresif, input lag yang nyaris tak terasa pada game single-player, serta nilai langganan yang dianggap kompetitif untuk performa yang ditawarkan.

Di sisi lain, ada dua catatan penting. GeForce Now sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil dan cepat, sementara game multiplayer kompetitif masih belum konsisten karena latensi tambahan tetap terasa.

Secara konsep, GeForce Now berbeda dari layanan seperti Xbox Cloud Gaming. Nvidia tidak menyediakan katalog game dalam paket utama, sehingga pengguna harus sudah memiliki game yang ingin dimainkan dari toko digital yang didukung.

Model itu memang lebih terbatas bagi sebagian orang. Namun pendekatan ini membuat GeForce Now terasa seperti “PC gaming jarak jauh”, bukan layanan sewa katalog game.

Visual 4K dan fitur grafis kelas atas

Salah satu temuan paling menonjol dari referensi adalah kualitas visual. Beberapa sesi dijalankan dengan dukungan GPU server seperti RTX 5080, dan pada beberapa game juga menggunakan RTX 4080.

Itu berarti fitur modern seperti ray tracing, DLSS 4, dan multi-frame generation bisa tersedia lewat streaming. Dalam pengujian yang dikutip, Crimson Desert dijalankan pada 4K 60 FPS dengan pengaturan maksimal dan ray reconstruction aktif, lalu tetap disebut stabil.

Game lain juga menunjukkan hasil kuat. Resident Evil Requiem dilaporkan bisa menyentuh lebih dari 130 FPS pada pengaturan tertinggi, yang mempertegas bahwa hambatan utama GeForce Now bukan tenaga GPU, melainkan kualitas jaringan pengguna.

Untuk kebutuhan visual terbaik, aplikasi menyediakan preset seperti Cinematic. Preset ini dirancang untuk memaksimalkan kualitas gambar, selama bandwidth mencukupi.

Input lag rendah, tetapi belum merata untuk semua genre

Kekuatan terbesar GeForce Now ada pada game single-player. Dalam artikel referensi, stream 60 FPS disebut stabil dan input lag nyaris tidak terlihat dalam sesi solo.

Temuan ini penting karena selama bertahun-tahun cloud gaming sering dikritik karena terasa lambat dan tidak responsif. Pada GeForce Now, setidaknya untuk game non-kompetitif, persepsi itu mulai berubah.

Namun hasilnya berbeda ketika masuk ke game shooter online. Preset Competitive memang bisa mendukung hingga 360 FPS pada judul tertentu seperti Counter-Strike 2, tetapi terbatas di 1080p.

Dari pengujian pada CS2 dan Warzone, game masih tergolong playable. Meski begitu, performa itu lebih cocok untuk bermain santai, bukan untuk mengejar akurasi dan reaksi setingkat esports.

Pada sesi Warzone, stream dilaporkan berada di kisaran 35 ms ping, sementara ping di dalam game sekitar 50 ms. Secara angka itu seharusnya masih nyaman pada sistem native, tetapi tambahan delay dari streaming membuat duel melawan pemain asli tetap terasa kurang presisi.

Laporan sesi bawaan aplikasi juga belum sempurna. Dalam referensi, ada catatan bahwa packet loss besar sempat terjadi pada sesi CS2, tetapi tidak muncul akurat di laporan akhir.

Internet menjadi penentu utama

GeForce Now tidak bisa dipisahkan dari kualitas koneksi. Pengujian dalam referensi menggunakan internet 100 Mbps, dan hasil terbaik didapat saat terhubung melalui Ethernet.

Wi-Fi tetap bisa dipakai, tetapi jaringan 5 GHz disebut sangat penting. Tanpa itu, pengalaman bermain berisiko lebih mudah terganggu oleh drop kualitas stream, jeda input, atau packet loss.

Ini membuat GeForce Now tidak otomatis lebih praktis untuk semua orang. Layanan ini justru memindahkan syarat utama gaming dari hardware mahal ke infrastruktur internet yang baik.

Berikut faktor yang paling menentukan pengalaman GeForce Now:

  1. Koneksi stabil dengan bandwidth tinggi.
  2. Prioritas memakai Ethernet atau Wi-Fi 5 GHz.
  3. Jarak ke server Nvidia yang memengaruhi latensi.
  4. Jenis game yang dimainkan, karena single-player jauh lebih ideal dibanding multiplayer kompetitif.

Cocok untuk siapa

GeForce Now paling menarik bagi pengguna yang ingin memainkan game berat di laptop biasa, ponsel, TV, atau perangkat dengan layar bagus seperti OLED. Dalam referensi, game seperti Forza Horizon 5, Assassin’s Creed Shadows, Crimson Desert, dan Clair Obscur: Expedition 33 disebut mampu tampil memukau hanya dengan modal koneksi internet yang solid.

Layanan ini juga relevan bagi pemain yang sudah memiliki library PC game, tetapi tidak selalu berada di depan desktop utama. Fleksibilitas lintas perangkat menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.

Tetapi GeForce Now belum menggantikan PC atau konsol sepenuhnya. Untuk multiplayer kompetitif, sistem native masih menjadi standar karena setiap milidetik sangat berpengaruh pada hasil permainan.

Nvidia sendiri belum menghapus batas paling mendasar dari cloud gaming, yaitu ketergantungan pada jaringan. Meski begitu, bila acuannya adalah kualitas visual, kemudahan akses, dan respons pada game single-player, GeForce Now saat ini tampak sebagai salah satu contoh paling nyata bahwa arah industri game memang sedang bergerak ke cloud.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version