Daftar Samsung Solve For Tomorrow 2026, Jalan Masuk Gratis Ke Pelatihan Design Thinking Dan AI

Samsung Electronics Indonesia resmi membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti Samsung Solve for Tomorrow atau SFT 2026. Program ini hadir sebagai kompetisi sekaligus pelatihan intensif yang mendorong generasi muda menciptakan solusi teknologi untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan di sekitar mereka.

Pendaftaran dibuka gratis melalui situs resmi Samsung Solve for Tomorrow dan berlangsung pada 28 April hingga 29 Mei. Peserta yang lolos tidak hanya bertanding, tetapi juga mendapat pembekalan tentang Design Thinking, AI Amplification, dan mentoring langsung dari para pakar industri.

Cara daftar Samsung Solve for Tomorrow 2026

Pendaftaran SFT 2026 ditujukan bagi peserta aktif yang masih menempuh pendidikan formal. Program ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu tingkat sekolah menengah dan tingkat perguruan tinggi.

  1. Kunjungi situs web resmi Samsung Solve for Tomorrow.
  2. Buka halaman pendaftaran SFT 2026 saat periode registrasi aktif.
  3. Pilih kategori sesuai status pendidikan.
  4. Isi data diri dan data tim secara lengkap dan benar.
  5. Unggah dokumen yang diminta sesuai petunjuk pada formulir.
  6. Kirim pendaftaran sebelum periode registrasi ditutup.

Kategori sekolah menengah terbuka bagi siswa aktif SMA, SMK, MA, atau sederajat di seluruh Indonesia. Kategori perguruan tinggi ditujukan bagi mahasiswa aktif jenjang diploma D3/D4 hingga S1 dari berbagai kampus di Tanah Air.

Apa yang didapat peserta

SFT dibuat bukan hanya sebagai lomba ide, tetapi juga sebagai ruang belajar terstruktur. Peserta yang lolos akan mengikuti sesi pembelajaran yang membahas cara mengidentifikasi masalah, menyusun solusi, lalu menguji gagasan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Samsung menyebut program ini sebagai perjalanan pengembangan ide dan pola pikir inovatif. Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia Bagus Erlangga mengatakan, “Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah perjalanan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif yang dapat membawa dampak luas.”

Materi yang diberikan mencakup Design Thinking yang membantu peserta memahami masalah secara mendalam sebelum membuat solusi. Ada juga lokakarya AI Amplification yang memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperkuat ide dan prototipe.

Dua tema utama SFT 2026

Pada edisi kali ini, peserta diminta memilih satu dari dua tema yang dirancang sesuai isu global dan kebutuhan masyarakat. Kedua tema itu memberi ruang bagi inovasi yang tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga punya nilai manfaat yang jelas.

Tema yang dibuka meliputi:

TemaFokus utama
Teknologi untuk Keberlanjutan LingkunganEkonomi sirkular, pengurangan limbah, penggunaan ulang sumber daya, dan daur ulang material
Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui OlahragaInklusivitas olahraga, akses yang setara, dan dukungan teknologi bagi perempuan serta penyandang disabilitas

Tema pertama menantang peserta menghadirkan solusi berbasis STEM untuk menekan limbah dan memulihkan lingkungan. Tema kedua mengajak peserta menggabungkan olahraga dan teknologi untuk mendorong partisipasi yang lebih setara di ruang publik.

Pelajaran dari alumni dan rekam jejak program

Nilai penting SFT juga terlihat dari pengalaman alumni. Kadek Nandana Tyo Nayotama dari Tim Hackie Chan Universitas Brawijaya, juara 2 kategori universitas SFT 2025, menyebut program ini membuat peserta belajar memahami masalah terlebih dahulu sebelum membangun solusi.

Tyo mengatakan, “SFT mengajarkan kami untuk benar-benar memahami masalah melalui pendekatan Design Thinking sebelum membangun solusi.” Ia menambahkan bahwa proses itu membentuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan cara menyampaikan ide secara jelas.

Antusiasme terhadap program ini juga terus meningkat. Pada SFT 2025, tercatat 2.603 pendaftar yang membentuk 647 tim inovasi. Dari Indonesia, Tim Labmino Universitas Indonesia juga pernah terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador, menandakan bahwa ide dari peserta lokal mampu bersaing di tingkat global.

Mengapa program ini menarik untuk pelajar dan mahasiswa

SFT memberi kesempatan bagi peserta muda untuk belajar langsung dari proses inovasi yang nyata. Program ini relevan bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan problem solving, kerja tim, presentasi ide, dan pemanfaatan AI dalam pengembangan solusi.

Bagi peserta yang punya minat di bidang sains, teknologi, dan dampak sosial, pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 menjadi peluang untuk mengubah gagasan menjadi karya yang lebih terarah. Dengan format kompetisi yang disertai pelatihan, program ini dapat menjadi ruang awal bagi lahirnya inovator muda yang mampu menjawab kebutuhan lingkungan dan masyarakat secara lebih konkret.

Berita Terkait

Back to top button