
Google mulai memberi gambaran awal tentang agenda besar di ajang I/O lewat daftar sesi resmi yang sudah dipublikasikan. Dari daftar itu, sorotan utama mengarah ke Android 17, pembaruan AI Google, dan arah baru Chrome yang akan dibahas setelah keynote utama.
Informasi ini penting karena sesi-sesi yang diumumkan biasanya menjadi petunjuk paling jelas tentang prioritas produk Google dalam satu tahun ke depan. Untuk I/O kali ini, Android 17 tampak diposisikan sebagai salah satu bahasan perangkat lunak terbesar, berdampingan dengan pengembangan AI multimodal dan ekosistem lintas perangkat.
Jadwal utama yang sudah dikonfirmasi
Google menegaskan keynote utama I/O akan berlangsung pada 19 Mei pukul 1 siang ET atau 10 pagi PT. Acara tahunan ini juga dipastikan digelar di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California, dan disiarkan secara langsung.
Setelah keynote, daftar sesi menunjukkan bahwa presentasi lanjutan akan bergerak cepat ke topik-topik inti perusahaan. Salah satu agenda yang disebut menonjol adalah konferensi AI yang dijadwalkan mulai pukul 3.30 sore PT pada hari yang sama.
Menurut deskripsi resmi yang dikutip dari daftar sesi, Google akan membahas kemampuan model terbaru mereka “across multimodal, media generation, and robotics”. Frasa itu menunjukkan bahwa fokus AI Google tidak hanya pada chatbot atau pencarian, tetapi juga pada pembuatan media dan sistem yang bisa diterapkan ke perangkat serta otomasi yang lebih luas.
Android 17 jadi sorotan besar
Di antara daftar sesi yang muncul, Android 17 mendapat porsi perhatian yang signifikan. Google menyiapkan sesi sekitar 45 menit untuk membahas sistem operasi tersebut, termasuk peningkatan performa dan kemampuan baru untuk aplikasi media serta kamera.
Google juga memberi petunjuk bahwa Android 17 akan membawa fungsi baru bagi aplikasi desktop dan perangkat layar besar. Ini sejalan dengan arah Android belakangan yang makin serius menyesuaikan pengalaman penggunaan di tablet, perangkat lipat, dan form factor di luar ponsel tradisional.
Hal lain yang menarik adalah penyebutan “agentic automation” dalam deskripsi sesi Android 17. Istilah itu mengarah pada otomasi berbasis AI yang lebih proaktif, dengan tujuan membantu pengguna menyelesaikan tugas lebih cepat tanpa harus mengatur setiap langkah secara manual.
Jika petunjuk itu diwujudkan dalam fitur nyata, Android 17 bisa menjadi titik penting bagi integrasi AI di level sistem operasi. Artinya, pengguna mungkin tidak hanya melihat AI sebagai aplikasi terpisah, melainkan sebagai bagian dari alur kerja inti di perangkat Android.
Pendekatan “Adaptive Everywhere”
Pada hari berikutnya, Google dijadwalkan membahas Android 17 lebih dalam lewat tema “Adaptive Everywhere”. Dalam penjelasan resmi, pendekatan ini ditujukan agar pengguna bisa berpindah dengan mulus antara ponsel, mobil, ruang keluarga, dan lingkungan imersif.
Google secara eksplisit mengaitkan pendekatan itu dengan Android, ChromeOS, dan XR. Ini menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang mendorong satu kerangka pengalaman yang lebih konsisten di berbagai jenis perangkat dan layar.
Istilah tersebut juga mengindikasikan bahwa Android tidak lagi dipandang semata sebagai sistem operasi ponsel. Google tampaknya ingin membangun fondasi perangkat lunak yang lebih menyatu, dari perangkat mobile hingga komputasi spasial.
AI dan Chrome ikut masuk agenda penting
Selain Android 17, Chrome juga mendapat sesi tersendiri. Google hanya menyebut akan membahas “new capabilities” untuk Chrome, tetapi konteksnya menarik karena browser ini dalam beberapa waktu terakhir terus menerima fitur-fitur berbasis AI.
Arah itu membuka peluang bahwa Chrome akan semakin terhubung dengan model AI Google, baik untuk produktivitas, pencarian, keamanan, maupun otomatisasi tugas di web. Jika benar demikian, Chrome bukan hanya browser, tetapi akan berperan sebagai pintu utama menuju layanan AI Google di desktop dan perangkat lain.
Google Play juga masuk ke dalam pembahasan pada hari yang sama. Berdasarkan ringkasan sesi, fokusnya tampak lebih dekat ke pengguna bisnis dan pengembang yang ingin mengembangkan jangkauan di platform tersebut.
Petunjuk awal soal XR, tetapi belum lengkap
Satu hal yang mencuri perhatian adalah belum adanya sesi khusus Android XR dalam daftar yang dipublikasikan. Meski begitu, unsur XR sudah sempat muncul dalam deskripsi “Adaptive Everywhere”, sehingga peluang pembahasan lebih lanjut masih terbuka, terutama saat keynote.
Sebelumnya, Google sudah mulai menggoda I/O melalui rangkaian puzzle interaktif yang dirilis sejak Februari. Puzzle itu memanfaatkan sistem AI Google, termasuk Gemini 3, dan akhirnya mengungkap tanggal acara pada 19 sampai 20 Mei.
Berikut poin penting dari daftar sesi I/O yang sudah terungkap:
- Keynote utama digelar 19 Mei pukul 1 siang ET/10 pagi PT.
- Sesi AI akan membahas multimodal, pembuatan media, dan robotika.
- Android 17 akan fokus pada performa, media, kamera, desktop, dan layar besar.
- Google menyinggung “agentic automation” untuk membantu produktivitas pengguna.
- Pendekatan “Adaptive Everywhere” akan menghubungkan Android, ChromeOS, dan XR.
- Chrome dan Google Play juga masuk agenda resmi setelah keynote.
Bagi pengembang, daftar sesi ini memberi petunjuk konkret tentang area yang perlu diperhatikan lebih awal. Bagi pengguna umum, sinyal terkuatnya adalah Google sedang menyiapkan Android 17 sebagai pembaruan besar yang bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih adaptif, lebih lintas perangkat, dan semakin lekat dengan AI di seluruh ekosistem Google.
Source: www.androidcentral.com








