LG Tak Mau Perang Harga Lawan China, Pilih Premium Dan AI Home

Author: Qoo Media

LG Electronics menyiapkan pendekatan baru untuk menghadapi tekanan dari merek-merek China yang makin agresif di pasar home appliance global. Di tengah persaingan harga yang semakin ketat, LG memilih memperkuat posisi di segmen premium tanpa melepaskan daya saing harga di level tertentu.

Strategi itu disampaikan dalam ajang LG InnoFest 2026 di Busan, Korea Selatan. Regional CEO LG Electronics Asia Pasifik, Jaeseung Kim, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin terjebak perang harga langsung dengan pemain yang fokus di segmen bawah.

Fokus premium, bukan adu murah

Jaeseung Kim menyebut LG akan menjaga posisi kuat di kategori premium sambil mencari keseimbangan harga agar tetap relevan bagi konsumen. Ia juga menekankan bahwa kompetitor banyak bermain di pasar harga rendah, sedangkan LG ingin mempertahankan diferensiasi lewat inovasi dan kualitas.

“Kompetitor banyak bermain di pasar harga rendah, sementara kami memiliki posisi kuat di segmen premium,” kata Jaeseung Kim di Busan. Pernyataan itu menunjukkan arah baru LG yang tidak hanya mengejar volume, tetapi juga mempertahankan citra merek yang sudah dibangun.

Langkah ini bukan tanpa dasar. LG menilai strategi serupa sudah dijalankan di pasar Amerika Serikat, yang menjadi salah satu pasar penting untuk bisnis home appliance mereka.

AI Home jadi pembeda utama

Selain soal harga dan posisi produk, LG menempatkan teknologi AI Home sebagai senjata penting untuk menghadapi persaingan. Pendekatan ini dinilai relevan karena kompetisi di pasar home appliance kini tidak lagi hanya soal spesifikasi perangkat, melainkan juga pengalaman pengguna.

Melalui ekosistem AI Home, LG menghubungkan banyak perangkat rumah tangga dalam satu sistem. Sistem itu dirancang untuk memahami kebiasaan pengguna, mengoptimalkan pemakaian energi, dan mengotomatisasi sejumlah aktivitas rumah tangga.

Pendekatan tersebut memberi nilai tambah yang lebih sulit ditiru oleh pesaing yang hanya mengandalkan harga rendah. Dalam konteks pasar global yang makin padat, fitur terintegrasi seperti ini menjadi pembeda yang penting bagi merek premium.

Tetap jaga portofolio harga

Meski menonjolkan segmen premium, LG tidak menutup kebutuhan pasar yang lebih luas. Perusahaan tetap menyiapkan portofolio harga yang beragam agar bisa menjangkau konsumen di beberapa lapisan tanpa mengorbankan citra merek.

Keseimbangan itu menjadi bagian penting dari strategi LG untuk menjaga fleksibilitas di pasar yang berubah cepat. Di satu sisi, perusahaan ingin mempertahankan karakter premium; di sisi lain, LG tetap perlu memberi ruang bagi produk yang lebih terjangkau agar tetap kompetitif.

Lokalisasi produk untuk pasar Asia dan Indonesia

LG juga memperkuat strategi lokalisasi produk dengan menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan masing-masing negara. Langkah ini mencakup pasar Asia, termasuk Indonesia, yang memiliki karakter konsumen dan kebutuhan rumah tangga yang berbeda-beda.

Pendekatan lokal membuat produk lebih relevan bagi konsumen di tiap wilayah. Dalam persaingan yang semakin tajam, penyesuaian semacam ini dapat membantu LG menjaga posisi di pasar tanpa bergantung pada satu formula global saja.

Dengan kombinasi strategi premium, integrasi AI, dan lokalisasi produk, LG berupaya mempertahankan daya saing di tengah gempuran merek China yang terus memperluas jangkauan di industri home appliance global. Fokus perusahaan kini terlihat jelas: menjaga nilai merek sekaligus menawarkan inovasi yang memberi alasan kuat bagi konsumen untuk tetap memilih LG.

Source: inet.detik.com
Terbaru