5 Smartphone Ini Terlalu Bertenaga Untuk Dipakai Sekadar Harian, Dan Justru Itulah Masalahnya

Di pasar smartphone kelas atas, tenaga besar kini tidak hanya berarti skor benchmark yang tinggi. Banyak ponsel juga menawarkan layar cepat, sistem pendingin canggih, baterai jumbo, dan kamera yang siap dipakai untuk kebutuhan berat sehari-hari.

Dari lima model yang paling menonjol, sebagian memang dirancang untuk gamer, sementara yang lain unggul karena kombinasi performa dan fitur kreatif. Beberapa di antaranya bahkan membawa spesifikasi yang terasa berlebihan untuk pengguna umum, tetapi justru itulah daya tarik utamanya.

OnePlus 15: cepat tanpa tampilan mencolok

OnePlus 15 tampil lebih sederhana dibanding banyak ponsel berperforma tinggi lain. Namun, perangkat ini dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 12GB, dan penyimpanan 256GB, dengan banderol $899.

Layar AMOLED 1.5K berukuran 6,8 inci mendukung refresh rate 165Hz. OnePlus juga menambahkan chip respons sentuh dengan touch sampling rate 3.200Hz agar input terasa lebih cepat dan presisi.

Daya tarik lain datang dari baterai silikon-karbon 7.300 mAh. Pengisian dayanya memakai charger 80W SuperVOOC yang diklaim bisa mengisi penuh dalam waktu kurang dari 45 menit.

RedMagic 11 Pro: fokus total untuk gaming

RedMagic 11 Pro jelas menempatkan game sebagai pusat pengembangan. Ponsel ini disebut sebagai smartphone pertama di dunia dengan pendingin cair dan juga memakai kipas aktif untuk menjaga suhu tetap stabil.

Di dalamnya ada Snapdragon 8 Elite Gen 5, dengan opsi RAM hingga 24GB dan penyimpanan sampai 1TB. Harga awalnya $699 untuk varian 12GB/256GB, sementara baterainya mencapai 7.500 mAh.

Layar AMOLED 6,8 inci milik RedMagic 11 Pro mendukung refresh rate 144Hz dan touch sampling rate nyaris 2.600Hz. Fitur shoulder trigger kapasitif dan jack audio 3,5 mm membuatnya semakin cocok untuk gim cepat yang menuntut respons instan.

iPhone 17 Pro Max: kuat untuk performa dan konten

Chip A19 Pro membuat iPhone 17 Pro Max masuk jajaran ponsel paling bertenaga saat ini. Apple memadukannya dengan layar 6,9 inci 120Hz dan daya tahan baterai yang solid.

Kekuatan model ini tidak berhenti di performa mentah. Sistem tiga kamera memakai sensor 48 megapiksel, sementara kamera depan Center Stage hadir dengan sensor kotak dan bidang pandang yang lebih luas.

Untuk video, iPhone 17 Pro Max mendukung perekaman hingga 4K 120fps Dolby Vision. Apple juga menyertakan empat mikrofon kualitas studio dan dukungan Apple Log 2 untuk kontrol warna yang lebih besar.

Nubia Z80 Ultra: tenaga besar dengan harga lebih rendah

Nubia Z80 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan menjadi salah satu opsi tercepat di kelasnya. Harganya dimulai dari $649 di AS, lalu naik menjadi $799 untuk konfigurasi RAM 16GB dan penyimpanan 512GB.

Meski performanya tinggi, Nubia menempatkan kamera sebagai fokus utama. Perangkat ini membawa tiga kamera belakang, terdiri dari lensa wide, ultrawide, dan telephoto.

Layarnya menggunakan panel AMOLED 144Hz tanpa notch karena kamera depan ditempatkan di bawah layar. Ponsel ini juga dibekali baterai silikon-karbon 7.200 mAh dengan pengisian kabel hingga 80W.

Oppo Find X9 Pro: all-rounder dengan kamera paling menonjol

Oppo Find X9 Pro hadir sebagai ponsel serba bisa yang tetap sangat kuat. Perangkat ini mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16GB, dan penyimpanan 512GB untuk menjalankan multitasking dan fitur AI dengan lancar.

Fokus utamanya ada pada sistem kamera. Sensor utama beresolusi 50 megapiksel memakai ukuran 1/1.28 inci, disandingkan dengan ultrawide 50 megapiksel dan telephoto 200 megapiksel yang mendukung hingga 13x lossless zoom.

Baterainya juga sangat besar, yakni 7.500 mAh, dengan dukungan 80W wired charging dan 50W wireless charging. Model ini menjalankan ColorOS 16 dan dijual di kisaran setara $1.300, meski tidak tersedia di AS.

Kelima ponsel ini menunjukkan bahwa definisi “terlalu kuat” di pasar smartphone kini tidak hanya soal chip tercepat. Kapasitas baterai, sistem pendingin, kamera kelas atas, dan layar refresh rate tinggi ikut menentukan apakah sebuah perangkat terasa benar-benar overpowered dalam penggunaan nyata.

Terkait