Mortal Shell 2 kembali menarik perhatian komunitas soulslike setelah Cold Symmetry dan Playstack memastikan game ini akan hadir di Steam pada 2026. Pengumuman itu datang setelah penampilan perdananya di Summer Game Fest dan langsung memicu antusiasme besar, terutama karena sekuelnya disebut membawa perubahan besar pada sistem pertarungan.
Trailer gameplay berdurasi 11 menit yang dirilis belakangan ini memperlihatkan bahwa Mortal Shell 2 tidak hanya mengandalkan visual yang lebih matang, tetapi juga pendekatan tempur yang jauh lebih agresif. Perubahan paling mencolok ada pada penghapusan bar stamina, sebuah elemen yang selama ini menjadi ciri utama banyak game soulslike.
Pertarungan Dibuat Lebih Bebas dan Menekan
Tanpa stamina gauge, pemain tidak lagi dibatasi oleh pengelolaan napas saat menyerang atau menghindar. Sistem baru ini mendorong gaya bermain yang lebih aktif, cepat, dan menekan lawan secara terus-menerus.
Fokus pertarungan bergeser ke upaya mematahkan posture musuh lalu membuka celah untuk serangan kritikal. Pendekatan ini membuat ritme duel terasa lebih intens, terutama bagi pemain yang menyukai aksi tanpa jeda panjang.
Perubahan tersebut juga memberi identitas baru bagi Mortal Shell 2 dibanding pendahulunya. Bila game pertama menuntut kehati-hatian ekstra, sekuelnya justru tampak mendorong pemain untuk mengambil risiko lebih besar.
Dunia Lebih Luas, Padat, dan Penuh Ancaman
Selain sistem tempur, Mortal Shell 2 juga membawa desain dunia yang lebih ambisius. Game ini menampilkan dunia open world yang saling terhubung dengan area yang dibuat padat, sehingga pemain tidak disuguhi ruang kosong yang terasa sia-sia.
Setiap sudut dunia disebut dipenuhi jebakan, misteri, dan musuh berbahaya yang siap menyerang kapan saja. Pengembang juga menyematkan lebih dari 60 dungeon untuk memperluas eksplorasi dan menambah kedalaman permainan.
Variasi lokasinya ikut memperkuat nuansa gelap yang menjadi ciri seri ini. Pemain akan menjelajahi kuil dewa kuno yang terbengkalai, hutan terlarang yang mencekam, hingga benteng yang dibangun dari tulang belulang.
Cangkang Lama Kembali, Sosok Baru Muncul
Salah satu daya tarik utama Mortal Shell tetap dipertahankan lewat mekanisme cangkang atau shell. Pemain masih berperan sebagai entitas misterius bernama Harbinger yang bisa merasuki tubuh para ksatria mati untuk mendapatkan gaya bertarung berbeda.
Cuplikan gameplay juga memperlihatkan kembalinya beberapa cangkang yang sudah dikenal, termasuk Tiel dan Eredrim. Di sisi lain, cangkang baru bernama Proxima ikut diperkenalkan dengan gaya bertarung yang digambarkan lebih brutal.
Ada pula detail unik dalam cuplikan yang disebut memperlihatkan serangan brutal menggunakan tubuh domba. Detail itu belum dijelaskan lebih jauh, sehingga masih terbuka kemungkinan sebagai fitur aneh atau sekadar selipan humor dari pengembang.
Menjelang Uji Coba di Steam
Cold Symmetry juga menyiapkan fase Open Beta di Steam pada pertengahan tahun sebelum rilis penuh pada 2026. Informasi ini menjadi sinyal bahwa pengujian awal akan segera membuka kesempatan bagi pemain untuk menjajal perubahan besar yang dibawa sekuelnya.
Bagi pengguna Steam yang menantikan game ini, pihak pengembang menyarankan untuk menambahkan Mortal Shell 2 ke daftar wishlist agar tidak ketinggalan pengumuman soal akses beta. Dengan perombakan sistem pertarungan, dunia yang lebih padat, serta fokus yang lebih kuat pada agresivitas, Mortal Shell 2 kini terlihat sebagai salah satu judul soulslike yang paling diperhatikan menjelang kehadirannya di PC.
