Polres Prabumulih Bidik 75 Hektare Jagung di 2026, Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif

Polres Prabumulih menargetkan perluasan tanam jagung hingga 75 hektare pada 2026 dengan memaksimalkan lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan penguatan swasembada pangan dan peningkatan produksi jagung di Kota Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhan SH SIk MSi menyampaikan target tersebut usai penyerahan bantuan benih jagung kepada kelompok tani di Ruang Command Center Polres Prabumulih, Selasa (14/04/2026). Pihaknya menilai pemanfaatan lahan kosong dapat memperluas areal tanam sekaligus membuka ruang produksi baru bagi petani di wilayah setempat.

Optimalkan lahan tidur untuk lahan produktif

Upaya utama yang ditempuh adalah mendorong masyarakat agar lebih aktif menanam jagung di lahan yang sebelumnya terbengkalai. Polres Prabumulih melihat komoditas ini memiliki potensi besar karena dapat menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

“Untuk mencapai target tersebut, kami akan terus mendorong pemanfaatan lahan tidur agar bisa menjadi lahan produktif. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat agar lebih aktif menanam jagung sebagai salah satu komoditas strategis,” ujar Bobby.

Dorongan itu tidak hanya menyasar petani yang sudah terbiasa bertanam jagung, tetapi juga masyarakat pemilik lahan kosong. Pendekatan ini diharapkan bisa memperluas partisipasi warga sekaligus mendukung target luas tanam yang telah diberikan oleh Polda Sumatera Selatan.

Sentra jagung masih terkonsentrasi di wilayah tertentu

Bobby menjelaskan, ada wilayah yang selama ini menjadi sentra produksi jagung di Prabumulih. Desa Pangkul dan Kelurahan Sindur di Kecamatan Cambai disebut memiliki tingkat kesuburan tanah yang lebih baik dibandingkan beberapa wilayah lain.

Ia menyebut hasil panen di dua wilayah tersebut bisa mencapai 5 hingga 8 ton per hektare. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Kecamatan Rambang Kapak Tengah dan Prabumulih Barat masih belum menunjukkan hasil yang sama karena perbedaan kondisi tanah.

Perbedaan produktivitas itu menjadi alasan pentingnya pendampingan dan pengelolaan lahan yang lebih tepat. Dengan pemilihan lahan yang sesuai, target 75 hektare dinilai lebih realistis untuk dicapai melalui kerja bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan petani.

Bantuan benih disalurkan ke 17 kelompok tani

Dukungan lapangan juga datang dari penyaluran bantuan benih jagung tahun 2026 dari Kementerian Pertanian. Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, ST, MM menyebut bantuan itu diberikan secara simbolis kepada 17 kelompok tani di enam kecamatan.

Total benih yang disalurkan mencapai 600 kilogram. Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Elman menegaskan bahwa pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan benih. Pendampingan lanjutan juga disiapkan melalui penyuluhan, peningkatan kapasitas petani, hingga dukungan pemasaran hasil panen.

“Dinas Pertanian akan terus mendampingi petani, mulai dari penyuluhan hingga membantu pemasaran hasil panen. Target kami, produksi jagung bisa mencapai 5 sampai 7 ton per hektare,” ujarnya.

Pendampingan diarahkan pada petani berpengalaman

Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih Alpian, SP bersama Sekretaris Dinas Taufiq Rahman, SP menjelaskan bahwa kelompok tani penerima bantuan bukan petani baru. Mereka disebut sudah aktif membudidayakan jagung sejak 2021 dan telah terhubung dengan penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian.

Kondisi itu membuat proses pendampingan dinilai lebih mudah dan terarah. Pemilihan kelompok tani berpengalaman juga diharapkan mempercepat keberhasilan program pengembangan jagung di daerah tersebut.

Polres Prabumulih menegaskan keterlibatan mereka tidak berhenti pada tahap penanaman. Pengawalan akan dilakukan hingga distribusi hasil panen, termasuk saat pengiriman ke Bulog, sehingga rantai program swasembada pangan bisa berjalan lebih rapi.

Bobby juga menekankan peran Bhabinkamtibmas untuk hadir di tengah masyarakat dan memberi semangat kepada petani di wilayah binaannya. Dengan pola kerja bersama itu, pengembangan jagung di Prabumulih diharapkan terus meluas dan memberi dampak langsung pada ketersediaan pangan daerah.

Exit mobile version