5 Smartphone Yang Paling Mungkin Bertahan 5 Tahun, Dari iPhone 17 Pro Max Hingga Fairphone 6

Banyak pengguna kini menyimpan ponsel lebih lama daripada siklus upgrade satu atau dua tahun. Karena itu, pilihan smartphone yang paling layak dipakai lima tahun bukan hanya soal performa awal, tetapi juga dukungan perangkat lunak, daya tahan fisik, dan kemudahan perbaikan.

Di antara model yang menonjol, ada perangkat flagship hingga kelas menengah yang tetap punya peluang besar bertahan lama. Faktor seperti chip yang kuat, sertifikasi tahan air dan debu, garansi panjang, serta kebijakan update dari produsen menjadi pembeda utama.

Dukungan software jadi penentu utama

Untuk penggunaan jangka panjang, dukungan update sering lebih penting daripada sekadar spesifikasi mentah. Google, Apple, dan Samsung disebut menawarkan setidaknya enam tahun pembaruan pada perangkat andalan tertentu, sementara Fairphone bahkan menjanjikan dukungan software hingga 2033 untuk Fairphone 6.

Google Pixel 10 Pro XL menjadi salah satu contoh paling kuat untuk skenario pemakaian panjang. Ponsel ini dijanjikan mendapat tujuh tahun Android update dan tujuh tahun security update, sehingga peluangnya tetap relevan dalam lima tahun sangat besar.

Flagship dengan tenaga besar dan proteksi kuat

iPhone 17 Pro Max termasuk kandidat terkuat untuk dipakai bertahun-tahun. Perangkat ini ditenagai chip A19 Pro, membawa RAM 12 GB, serta mencatat skor Geekbench 6 sebesar 3.743 untuk single-core dan 9.790 untuk multi-core, jauh di atas banyak pesaingnya.

Apple juga membekali ponsel ini dengan Ceramic Shield 2 di bagian depan, Ceramic Shield di belakang, rangka aluminium unibody, dan rating IP68. Baterainya berkapasitas 5.088 mAh dan diperkirakan tetap di atas 80 persen kesehatan setelah 1.000 siklus pengisian, meski penggantian baterai bisa dibutuhkan selama periode lima tahun.

Samsung Galaxy S26 Ultra juga masuk jajaran teratas untuk konsumsi jangka panjang. Ponsel ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, mendukung update software dan security selama tujuh tahun, serta membawa baterai 5.000 mAh dengan klaim hingga 31 jam pemutaran video.

Dari sisi durabilitas, Samsung membekali perangkat ini dengan Armor Aluminum, Gorilla Glass Armor 2 di layar, Gorilla Glass Victus 2 di panel belakang, dan IP68. Samsung Care+ juga memberi jalur perlindungan tambahan, termasuk perbaikan layar, kaca belakang, dan penggantian baterai gratis saat kesehatan turun di bawah 80 persen.

Bukan hanya kelas premium yang bisa tahan lama

Apple iPhone 17e menunjukkan bahwa ponsel yang awet tidak selalu harus mahal. Dengan harga awal $599, perangkat ini memakai varian chip A19 yang juga digunakan pada iPhone 17 standar, serta dinilai nyaris sekuat iPhone 17 Pro Max dalam pengujian Geekbench 6.

iPhone 17e juga membawa Ceramic Shield 2 di depan, rangka aluminium, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB. Baterainya memang lebih kecil, yakni 4.005 mAh, tetapi tetap dirancang untuk 1.000 siklus pengisian sebelum kapasitasnya turun di bawah 80 persen.

Pilihan yang menonjol karena reparasi

Fairphone 6 menempati posisi unik karena desain modularnya memudahkan perbaikan. Ponsel ini datang dengan garansi lima tahun, dukungan software hingga 2033, layar Gorilla Glass 7i, bodi komposit, rating IP55, serta sertifikasi uji jatuh IEC 60068-2-31 dan MIL-STD-810H.

Spesifikasinya mencakup layar OLED 6,31 inci, refresh rate 10 hingga 120 Hz, kamera utama 50 megapiksel, kamera depan 32 megapiksel, baterai 4.415 mAh yang bisa dilepas, dan slot microSD hingga 2 TB. Namun, chipset Snapdragon 7s Gen 3 yang dipakai membuat performanya diperkirakan tidak setahan umur chip flagship dalam jangka lima tahun.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli

Pemilihan smartphone yang paling mungkin bertahan lima tahun tidak hanya bergantung pada harga jual awal. Perlindungan tambahan seperti AppleCare+, Samsung Care+, atau Pixel Care+ bisa membantu menekan biaya bila layar pecah, baterai menurun, atau panel belakang rusak.

Risiko jatuh tetap ada meski perangkat sudah memakai bahan premium dan rating tahan air. Dalam penggunaan panjang, baterai juga hampir pasti mengalami penurunan kesehatan sehingga penggantian di tengah masa pakai sering menjadi bagian normal dari kepemilikan smartphone.

Terkait