Lempar Temanmu Jadi Peluru, Titan Hunters Ubah Co-Op Jadi Kekacauan Fisika

Author: Qoo Media

Game aksi kooperatif berbasis fisika kembali ramai dibicarakan lewat Titan Hunters, judul indie dari pengembang Playhero yang dipublikasikan oleh Polden Publishing. Game ini menarik perhatian pengguna PC karena menawarkan pertarungan kacau, kerja sama tim yang rapat, dan momen absurd yang jarang ditemukan di game pertahanan biasa.

Di halaman resminya di Steam, Titan Hunters diposisikan sebagai game co-op untuk 1 hingga 4 pemain. Inti permainannya sederhana, yaitu mempertahankan kastil dari serangan monster raksasa, tetapi cara melakukannya dibuat jauh lebih liar dibanding tower defense pada umumnya.

Bukan Sekadar Bertahan, Tapi Mengatur Kekacauan

Dalam Titan Hunters, pemain tidak hanya menunggu serangan datang lalu menembak. Tim harus aktif memuat meriam, mengarahkan serangan, dan menghancurkan Titan yang terus mendekat dengan koordinasi cepat.

Sistem permainan yang mengandalkan fisika membuat setiap aksi terasa lincah sekaligus tak terduga. Satu tembakan yang meleset atau satu keputusan yang salah bisa memicu kekacauan di seluruh tim, termasuk membuat para pemain terlempar seperti boneka ragdoll.

Menariknya, aspek kerja sama justru menjadi sumber kelucuan utama. Saat peluru habis di tengah pertempuran, permainan ini memberi opsi yang jauh dari biasa, yakni memakai teman setim sebagai “amunisi” darurat.

Lempar Teman ke Mulut Raksasa

Salah satu daya tarik terbesar Titan Hunters ada pada mekanik absurd yang ditawarkan. Pemain dapat memasukkan rekan satu tim ke ketapel raksasa lalu melontarkannya ke arah musuh, termasuk ke wajah Titan yang sedang menyerbu.

Elemen semacam ini membuat permainan terasa penuh momen spontan. Alih-alih hanya fokus pada akurasi senjata, pemain juga harus siap menerima kekacauan fisika yang muncul saat koordinasi tim gagal atau saat strategi dadakan dijalankan.

Game ini juga memberi kebebasan untuk menyerang bagian tubuh tertentu dari Titan. Pemain bisa memutus lengan agar serangan musuh berkurang, menghancurkan kaki agar mereka jatuh, lalu melihat tubuh raksasa itu rusak sedikit demi sedikit.

Pertahanan Kastil yang Terus Berkembang

Di balik gaya main yang kacau, Titan Hunters tetap menuntut pengelolaan pertahanan yang serius. Pemain perlu mengumpulkan loot dari Titan yang berhasil dikalahkan untuk memperkuat markas dan membuka perlengkapan baru.

Emas yang diperoleh bisa dipakai untuk membeli senjata yang lebih mematikan, memasang perisai ajaib, dan menambah alat pertahanan lain. Dari benteng kayu kecil, pertahanan dapat berkembang menjadi kastil besar yang jauh lebih sulit ditembus.

Lingkungan yang bisa dihancurkan juga membuat pertempuran terasa dinamis. Pukulan Titan dapat merontokkan tembok blok demi blok, sehingga pemain harus bergerak cepat, menggunakan grappling hook, dan memperbaiki kerusakan sambil tetap menghadapi tekanan serangan.

Akses Playtest Sudah Dibuka

Meski menarik perhatian, tanggal rilis penuh Titan Hunters di Steam masih berstatus TBA atau belum diumumkan. Namun, pengguna Steam sudah bisa meminta akses melalui tombol Request Access untuk mengikuti Playtest tahap awal yang disiapkan pengembang.

Dari sisi kebutuhan perangkat, Titan Hunters mensyaratkan Windows 10 64-bit sebagai sistem operasi minimum. Pengembang juga sangat merekomendasikan penggunaan mikrofon karena fitur voice chat dinilai penting untuk menjaga koordinasi dalam permainan yang bergerak cepat ini.

Bagi penggemar game multiplayer yang mencari aksi kooperatif dengan sentuhan komedi fisika, Titan Hunters hadir dengan formula yang tidak biasa. Kombinasi antara pertahanan kastil, pertarungan melawan Titan raksasa, dan kebiasaan melempar teman ke arah musuh menjadi alasan utama game ini mulai diburu di Steam.

Terbaru