Pragmata memang menggunakan Denuvo. Informasi itu dikonfirmasi Capcom, sehingga jawaban singkat untuk pertanyaan “Does Pragmata have Denuvo?” adalah ya.
Bagi banyak pemain, pertanyaan lanjutannya bukan sekadar soal ada atau tidak. Fokus utamanya adalah apakah kehadiran DRM ini akan mengganggu performa game saat dimainkan.
Capcom mengonfirmasi Denuvo di Pragmata
Menurut artikel referensi, Capcom telah memastikan bahwa Pragmata memakai Denuvo DRM. Game ini juga disebut memiliki batas aktivasi harian, dan hal itu dilaporkan menimbulkan masalah pada sistem Linux.
Denuvo sendiri lama menjadi topik kontroversial di industri game. Perdebatan utamanya berkisar pada perlindungan anti-pembajakan, isu kepemilikan digital, preservasi game, dan dugaan dampaknya terhadap performa.
Dampak performa tidak sama di semua perangkat
Artikel referensi menekankan bahwa efek Denuvo tidak terasa sama pada semua konfigurasi PC. Penalti performa disebut lebih berat di perangkat keras generasi lama, sementara pada CPU modern dampaknya sangat kecil.
Pada prosesor lama seperti Intel generasi ke-6 atau Ryzen generasi pertama, Denuvo bisa menambah beban sistem. Efeknya dapat muncul dalam bentuk frame rate yang tidak stabil dan penurunan 1% lows, meski rata-rata FPS terlihat masih baik.
Kondisi itu lebih mungkin muncul bila prosesor memang sudah kewalahan sejak awal. Tanda-tandanya antara lain waktu loading game yang lambat, proses kompilasi shader yang berat, atau sistem yang terasa lamban bahkan saat membuka tab browser.
Artikel sumber juga menegaskan bahwa kapasitas RAM besar tidak otomatis menghapus masalah tersebut. Jika bottleneck utama ada di CPU, stutter tambahan tetap bisa muncul saat game berjalan.
Pada CPU modern, pengaruhnya disebut sangat kecil
Untuk perangkat yang lebih baru, gambarannya berbeda. Artikel referensi menyebut bahwa pada CPU modern seperti AMD Ryzen 5000 series dan Intel generasi ke-10 ke atas, penurunan performa umumnya hanya sekitar 1 sampai 3 persen.
Angka itu dinilai sangat kecil dan biasanya tidak akan terasa saat bermain. Sumber yang sama juga menyebut RE Engine milik Capcom kini sudah sangat optimal, sehingga kehadiran DRM tidak menimbulkan dampak mencolok di sistem modern.
Karena itu, kekhawatiran soal Denuvo di Pragmata lebih relevan bagi pengguna hardware lama. Pada PC yang lebih baru, faktor lain justru lebih menentukan hasil akhir performa game.
Yang lebih berat justru tuntutan game itu sendiri
Artikel referensi menilai Denuvo bukan persoalan utama bila yang dipertanyakan adalah kelancaran Pragmata. Alasannya, game ini disebut tetap tergolong berat karena memakai efek visual yang kompleks, asset streaming yang cepat, dan ray tracing.
Artinya, beban terbesar tidak semata datang dari DRM. Kekuatan GPU disebut jauh lebih penting, terutama bila game dijalankan pada resolusi 1440p.
Sumber tersebut bahkan menyoroti kebutuhan kartu grafis yang kuat untuk skenario itu. Contoh yang disebut adalah RTX 4070 atau kelas setara, dengan SSD NVMe juga dinilai diperlukan dan Gen 4.0 disebut lebih disukai karena kecepatannya.
Lalu, apakah pemain perlu khawatir?
Jawabannya bergantung pada spesifikasi sistem yang digunakan. Jika PC masih memakai CPU lama, tambahan stutter akibat DRM masih mungkin terlihat dan bisa menurunkan kenyamanan bermain.
Namun bila sistem sudah modern, Denuvo disebut pada dasarnya hanya berjalan di latar belakang. Dalam kondisi seperti itu, pengaruhnya terhadap gameplay tidak dianggap signifikan.
Pandangan ini sejalan dengan nada artikel referensi yang berusaha memisahkan dua isu besar. Dari sisi debat kepemilikan digital dan preservasi game, keberadaan Denuvo tetap dianggap sah untuk dipersoalkan.
Akan tetapi, dari sisi performa murni, sumber tersebut menyebut Denuvo tidak akan merusak pengalaman bermain Pragmata selama sistem memang cukup kuat. Dengan kata lain, pertanyaan “Does Pragmata have Denuvo?” memang terjawab dengan jelas, tetapi dampak nyatanya tetap sangat bergantung pada usia CPU, kekuatan GPU, dan kesiapan storage yang dipakai untuk menjalankan game ini.
Source: tech.sportskeeda.com





