Itel Balikkan Aturan Servis, Ponsel Rusak Karena Cacat Produksi Malah Langsung Diganti Baru

Itel menghadirkan kebijakan baru untuk ponsel feature phone di India dengan skema penggantian unit langsung di konter. Melalui program ini, konsumen yang menemukan cacat produksi dalam satu tahun pertama pembelian bisa memperoleh ponsel baru tanpa harus menunggu proses perbaikan.

Langkah tersebut diumumkan saat Itel menandai satu dekade operasinya di pasar India. Pada saat yang sama, perusahaan juga menyebut telah menembus angka 15 crore pelanggan di negara tersebut.

Penggantian langsung untuk cacat produksi

Kebijakan ini berlaku khusus untuk feature phone. Jika perangkat mengalami manufacturing defect dalam periode satu tahun sejak pembelian, pengguna dapat mengajukan penggantian langsung di konter ritel.

Skema ini mengubah pola layanan purnajual yang biasanya identik dengan antrean servis dan waktu tunggu perbaikan. Dengan sistem replacement di konter, konsumen tidak perlu melalui proses reparasi terlebih dahulu untuk kasus yang masuk kriteria cacat produksi.

Bagi banyak pengguna feature phone, kecepatan penanganan menjadi faktor penting. Perangkat di segmen ini sering dipakai sebagai alat komunikasi utama, sehingga jeda penggunaan akibat servis bisa menjadi kendala nyata.

Itel tampaknya membaca kebutuhan itu sebagai bagian dari strategi layanan. Perusahaan menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari masukan konsumen dan diarahkan untuk membuat pengalaman purnajual menjadi lebih sederhana.

Bagian dari perayaan 10 tahun di India

Masuk ke pasar India sejak satu dekade lalu, Itel membangun posisinya dengan fokus kuat pada feature phone. Fokus tersebut disebut membantu merek ini mempertahankan jejak pasar yang luas di negara itu.

Perayaan 10 tahun ini tidak hanya dipakai untuk menyoroti pertumbuhan pelanggan. Itel juga menggunakannya untuk memperlihatkan penguatan layanan purnajual sebagai elemen penting dalam persaingan pasar.

CEO Itel India, Arijeet Talapatra, menyebut pencapaian 10 tahun dan 15 crore pelanggan sebagai momen yang membanggakan bagi perusahaan. Ia juga mengatakan kepercayaan dari mitra, tim, dan pelanggan menjadi fondasi utama di balik tonggak tersebut.

Dalam pernyataannya, Talapatra menegaskan bahwa program Counter Replacement for Feature Phones lahir langsung dari suara konsumen. Ia juga menyebut setiap wawasan dan interaksi pelanggan ikut membentuk arah inovasi perusahaan.

Talapatra menambahkan bahwa sejak awal Itel ingin membuat teknologi lebih mudah diakses oleh orang-orang yang baru memasuki dunia digital. Menurut dia, perusahaan akan terus membangun produk yang tahan lama, andal, dan terjangkau.

India tetap menjadi pasar utama

Meski kini beroperasi di lebih dari 80 negara, India masih menjadi pasar utama Itel untuk pertumbuhan volume tinggi. Fakta ini membantu menjelaskan mengapa peluncuran kebijakan baru tersebut dilakukan di India dan difokuskan pada kategori feature phone.

Bagi Itel, feature phone bukan sekadar lini produk lama yang masih dijual. Segmen ini justru menjadi fondasi kehadiran merek tersebut di pasar India selama bertahun-tahun.

Karena itu, kebijakan penggantian langsung dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan loyalitas pengguna di segmen yang telah lama menopang bisnisnya. Layanan yang cepat juga berpotensi memperkuat persepsi nilai pada produk dengan harga terjangkau.

Portofolio Itel kini lebih luas

Di luar feature phone, Itel juga telah memperluas portofolionya ke beberapa kategori lain. Merek ini kini hadir di smartphone, tablet, smart TV, peralatan rumah tangga, produk tenaga surya, hingga perangkat personal grooming.

Meski demikian, pengumuman kali ini tetap menempatkan feature phone sebagai pusat perhatian. Hal itu sejalan dengan posisi historis Itel di India dan basis pelanggan yang besar di kategori tersebut.

Perlu dicatat, kebijakan yang diumumkan secara spesifik ditujukan untuk feature phone, bukan seluruh lini produk Itel. Rincian yang disampaikan juga menekankan syarat adanya cacat produksi dalam satu tahun pertama pembelian.

Dengan model layanan seperti ini, toko ritel menjadi titik penting dalam proses klaim konsumen. Pengalaman pengguna tidak lagi hanya bergantung pada pusat servis, tetapi juga pada ketersediaan mekanisme penggantian langsung di konter.

Bagi pasar ponsel dasar, pendekatan tersebut bisa menjadi pembeda yang cukup kuat. Itel pada akhirnya tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga menawarkan kepastian penanganan yang lebih cepat ketika unit mengalami masalah produksi pada masa awal pemakaian.

Source: gadgets.beebom.com

Terkait