Pasar smartphone Indonesia memasuki awal April 2026 dengan pilihan yang jauh lebih beragam. Tujuh model baru hadir dari lini kelas menengah hingga flagship, dan masing-masing membawa keunggulan yang berbeda, mulai dari baterai besar, kemampuan kamera, sampai fitur ketahanan yang lebih serius.
Kehadiran deretan HP ini menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di segmen harga, tetapi juga pada pengalaman pakai yang ditawarkan. Bagi pembaca yang sedang mencari ponsel baru, daftar ini memberi gambaran ringkas tentang opsi yang paling menonjol di periode tersebut.
Poco fokus pada performa dan daya tahan baterai
Poco menjadi salah satu merek yang paling mencuri perhatian lewat dua model sekaligus, yaitu Poco X8 Pro dan Poco X8 Pro Max. Poco X8 Pro memakai chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra, layar 6,59 inci dengan lampu RGB dinamis, serta baterai 6.500 mAh yang mendukung reverse charging 27 watt.
Harga Poco X8 Pro dipasarkan mulai Rp 4.999.000 untuk varian 8/256 GB dan Rp 5.799.000 untuk varian 12/512 GB. Sementara itu, Poco X8 Pro Max hadir sebagai versi yang lebih tinggi dengan MediaTek Dimensity 9500s berbasis 3 nm, layar AMOLED 1.5K berukuran 6,83 inci, serta baterai 8.500 mAh dengan pengisian cepat 100 watt.
Varian Poco X8 Pro Max tersedia dalam konfigurasi 12/256 GB seharga Rp 6.699.000 dan 12/512 GB seharga Rp 7.199.000. Dua model ini menempatkan performa dan kapasitas baterai sebagai nilai jual utama untuk pengguna yang aktif bermain gim atau membutuhkan ponsel yang tahan dipakai seharian.
Samsung menonjolkan desain, layar, dan dukungan jangka panjang
Samsung memboyong Galaxy A37 5G dan Galaxy A57 5G untuk memperkuat segmen menengah. Galaxy A37 5G menyasar Gen Z dengan desain yang stylish, chipset Exynos 1480, layar Super AMOLED 6,7 inci 120 Hz, dan dukungan pembaruan sistem hingga 6 tahun.
Harga Galaxy A37 5G dipatok Rp 6.599.000 untuk 8/128 GB dan Rp 7.299.000 untuk 8/256 GB. Di kelas yang lebih tinggi, Galaxy A57 5G hadir dengan frame metal premium, sertifikasi IP68, chipset Exynos 1680 4 nm, serta kamera 50 MP dengan fitur Nightography.
Galaxy A57 5G juga membawa Super Fast Charging 2.0, dengan banderol mulai Rp 7.599.000 hingga Rp 8.999.000. Dua perangkat ini menunjukkan bahwa Samsung tetap mengandalkan kombinasi desain, layar, dan dukungan perangkat lunak sebagai daya tarik utama.
Vivo, Infinix, dan Huawei menyiapkan opsi berbeda
Vivo Y31d Pro menyasar pengguna yang memprioritaskan ketahanan. Ponsel ini dibekali baterai 7.000 mAh, sertifikasi IP68/IP69, chipset Snapdragon 685, dan pengisian cepat 90 watt.
Harga Vivo Y31d Pro berada di kisaran Rp 4,3 juta sampai Rp 5,5 juta. Dengan kombinasi tersebut, model ini terlihat cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan fisik dan kapasitas baterai besar dalam aktivitas harian.
Infinix Note 60 Ultra masuk sebagai salah satu model paling premium di daftar ini. Perangkat tersebut membawa kamera utama 200 MP, kamera periskop 50 MP, layar AMOLED 144 Hz, dan chipset Dimensity 8400 Ultimate.
Harga resmi Infinix Note 60 Ultra tercatat Rp 11.999.000, dengan harga promo Rp 10.999.000. Di sisi lain, Huawei Mate 80 Pro tampil sebagai flagship paling mahal dalam daftar, membawa layar LTPO AMOLED dengan kecerahan 8.000 nits, kamera variabel aperture f/1.4–f/4.0, perlindungan Kunlun Glass generasi kedua, serta sistem HarmonyOS.
Huawei Mate 80 Pro dijual Rp 16.999.000 untuk varian 16/512 GB. Kehadiran berbagai model ini membuat awal April 2026 menjadi periode yang padat bagi pasar smartphone Indonesia, karena konsumen kini punya lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, mulai dari harga terjangkau hingga perangkat flagship dengan spesifikasi tinggi.







