Huawei resmi kembali memperkuat pasar ponsel premium di Indonesia lewat peluncuran Mate 80 Pro. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian karena menjadi penanda kembalinya seri Mate Pro ke Tanah Air setelah terakhir hadir pada 2019 melalui Mate 30 Pro.
Ponsel flagship ini diposisikan sebagai andalan baru Huawei di segmen atas dengan fokus pada kamera, layar, dan daya tahan. Di Indonesia, Huawei Mate 80 Pro dibanderol Rp 16.999.000 dan mulai tersedia untuk pembelian daring pada 24 April 2026 melalui situs resmi serta marketplace rekanan Huawei.
Kamera jadi nilai jual utama
Huawei menempatkan sektor fotografi sebagai senjata terbesar Mate 80 Pro. Perangkat ini membawa sensor kamera 1 inci yang diklaim mampu menangkap detail lebih tajam dan memberikan hasil yang tetap jelas saat gambar diperbesar.
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, mengatakan kamera ponsel ini bisa menghasilkan “gambar yang tajam” dengan portrait yang kompleks berkat sensor yang lebih besar. Selain itu, Huawei juga membekali perangkat ini dengan teknologi AI XMAGE berstandar True-to-Colour Camera 2.0.
Teknologi tersebut bekerja untuk memproses dan mempertajam objek secara otomatis agar warna yang tampil mendekati aslinya. Bagi pengguna yang mengutamakan akurasi warna dan detail, kombinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama Mate 80 Pro.
Layar besar dengan tingkat kecerahan tinggi
Di bagian depan, Huawei Mate 80 Pro menggunakan panel LTPO AMOLED berukuran 6,75 inci. Layar ini juga membawa tingkat kecerahan puncak hingga 8.000 nits, yang membuat tampilan tetap mudah dilihat meski dipakai di bawah sinar matahari langsung.
Untuk menjaga durabilitas, Huawei melapisi layar dengan Kunlun Glass generasi kedua. Lapisan ini ditujukan untuk memberi perlindungan tambahan pada layar dari risiko goresan dan benturan ringan dalam penggunaan harian.
Performa dan baterai untuk penggunaan intensif
Huawei memang belum membuka secara gamblang chipset yang dipakai pada versi Indonesia. Meski begitu, perangkat ini hadir dengan RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB, kombinasi yang menempatkannya di kelas flagship dengan kapasitas lega untuk multitasking dan penyimpanan file besar.
Soal daya, Mate 80 Pro dibekali baterai 5.500 mAh. Pengisian cepat kabel 100 watt juga sudah tersedia, sehingga pengisian ulang bisa dilakukan lebih singkat dibandingkan ponsel dengan pengisian standar.
Huawei juga menambahkan fitur reverse charging 18 watt. Fitur ini memungkinkan ponsel dipakai untuk mengisi daya perangkat lain, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai smartphone utama tetapi juga sebagai cadangan daya saat dibutuhkan.
Masih tanpa layanan Google
Di tengah spesifikasi premiumnya, ada satu hal yang perlu diperhatikan calon pengguna. Huawei Mate 80 Pro berjalan dengan HarmonyOS, bukan Android, sehingga perangkat ini tidak dibekali layanan Google Mobile Services.
Konsekuensinya, layanan seperti Play Store, YouTube, dan Google Maps tidak tersedia secara bawaan. Sebagai pengganti, Huawei mengandalkan AppGallery yang disebut telah memuat ribuan aplikasi populer untuk mendukung kebutuhan harian pengguna.
Varian warna dan ketersediaan
Huawei Mate 80 Pro hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Hitam, Emas, dan Hijau. Opsi ini memberi kesan mewah yang sejalan dengan positioning perangkat sebagai flagship kelas atas.
Dengan harga Rp 16.999.000, Mate 80 Pro masuk ke segmen yang menargetkan pengguna premium, terutama mereka yang mencari kualitas kamera tinggi, layar terang, baterai besar, serta ekosistem perangkat Huawei. Pembelian perdana yang dibuka pada 24 April 2026 menjadi momentum penting bagi Huawei untuk kembali bersaing di pasar ponsel Indonesia lewat seri Mate Pro.







