Tim Cook Tak Lagi Jadi CEO, Tapi Tetap Jadi Tameng Utama Apple Hadapi Trump

Tim Cook yang baru saja melepas jabatan CEO Apple masih akan memegang peran penting di luar kursi utama perusahaan. Dalam struktur baru Apple, Cook tetap diposisikan sebagai sosok yang menangani aspek strategis dan hubungan dengan para pembuat kebijakan di berbagai negara, termasuk berhadapan dengan Presiden Donald Trump.

Langkah ini menunjukkan bahwa Apple belum ingin kehilangan figur yang selama bertahun-tahun menjadi andalan dalam urusan politik perusahaan. Cook bukan hanya dikenal sebagai eksekutif operasional, tetapi juga sebagai negosiator yang kerap turun langsung saat kepentingan bisnis Apple bersinggungan dengan agenda pemerintahan.

Cook Tetap Jadi Penghubung Politik Apple

Apple menyebut Cook masih akan membantu menangani berbagai urusan strategis perusahaan. Salah satu fokus utamanya adalah tetap aktif berhubungan dengan pembuat kebijakan di seluruh dunia, sebuah peran yang selama ini membuatnya sering berada di garis depan dalam isu-isu sensitif.

Dalam konteks Amerika Serikat, peran itu membuat Cook tetap menjadi figur kunci untuk menjaga komunikasi dengan Donald Trump. Ia selama ini dianggap mampu menavigasi hubungan yang rumit antara kepentingan bisnis Apple dan tuntutan politik yang datang dari Gedung Putih.

Pengalaman Panjang di Tengah Tekanan Politik

Selama memimpin Apple, Cook kerap dipuji karena mampu menjaga perusahaan tetap dekat dengan pusat kekuasaan tanpa sepenuhnya kehilangan dukungan dari pelanggan maupun karyawan. Ia harus menyeimbangkan kebutuhan Apple di pasar China dengan tekanan dari politisi di dalam negeri Amerika Serikat.

Cook juga beberapa kali berhasil mendapat keputusan regulasi yang menguntungkan Apple. Di saat yang sama, ia tetap harus menghadapi sorotan publik karena kedekatannya dengan Trump sering memicu kritik, terutama dari pihak-pihak yang menentang kebijakan sang presiden.

Salah satu momen paling menonjol terjadi saat Cook mendampingi Trump berkeliling sebuah pabrik perakitan di Texas pada 2019. Ketika itu, Trump mengklaim kebijakannya telah memaksa Apple membangun pabrik baru di AS, padahal pabrik tersebut sudah lama beroperasi.

Manfaat Besar untuk Apple

Meski sering terlihat canggung di ruang publik, pendekatan Cook terbukti membawa hasil nyata bagi Apple. Perusahaan sempat memperoleh pengecualian dari tarif pada periode pertama pemerintahan Trump, dan iPhone kembali lolos dari sejumlah kebijakan tarif pada periode kedua.

Trump bahkan pernah salah menyebut namanya sebagai “Tim Apple”, tetapi tetap kerap melontarkan pujian kepada Cook. Hubungan itu juga terlihat saat Trump mengundangnya menghadiri acara pelantikan, yang menandakan kedekatan personal dan politis antara keduanya masih terjaga.

Namun, relasi yang lentur itu tidak berarti Apple selalu aman dari tekanan kebijakan. Di bawah pemerintahan Biden, Departemen Kehakiman sempat mengajukan gugatan antimonopoli besar terhadap Apple, dan prosesnya masih berjalan hingga kini.

Tantangan Baru untuk Pengganti Cook

Kini, kursi CEO Apple sudah dipegang John Ternus. Di bawah kepemimpinan baru ini, Apple tetap menghadapi tantangan kebijakan yang tidak ringan, termasuk regulasi kecerdasan buatan dan aturan batasan usia pengguna di toko aplikasi.

Di tengah situasi tersebut, Cook masih dianggap sebagai tameng politik yang penting bagi Apple. Peran itu membuatnya tetap relevan meski tidak lagi menjadi CEO, karena perusahaan masih membutuhkan sosok yang memahami cara bernegosiasi dengan kekuasaan dan mengelola tekanan politik yang terus berubah.

Source: inet.detik.com

Terkait