Motorola resmi membawa Signature ke Indonesia sebagai ponsel ultra-premium yang menonjolkan desain tipis dan ketahanan tinggi. Perangkat ini diumumkan lewat akun resmi @motorola_indonesia dan hadir hanya beberapa bulan setelah debut globalnya di ajang CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Di pasar Indonesia, Motorola Signature langsung menarik perhatian karena mengusung bodi ramping dengan ketebalan 6,99 mm. Ponsel ini juga membawa layar bertepi melengkung, yang diklaim sebagai layar curved empat sisi paling tipis di kelasnya.
Desain tipis dengan ketahanan tinggi
Motorola memposisikan Signature bukan hanya sebagai ponsel bergaya, tetapi juga sebagai perangkat yang siap dipakai dalam berbagai kondisi. Ketahanan menjadi salah satu nilai jual utamanya, terlihat dari kehadiran sertifikasi IP68 dan IP69.
IP68 berarti perangkat dapat bertahan di dalam air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. IP69 menunjukkan ponsel mampu menahan semprotan air bertekanan tinggi dan suhu tinggi, sehingga perlindungannya terasa lebih serius dibandingkan ponsel tipis pada umumnya.
Selain itu, Motorola Signature juga mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H. Sertifikasi tingkat militer ini menandakan perangkat telah lolos sejumlah pengujian, termasuk jatuh, suhu ekstrem, dan kondisi lingkungan yang menuntut ketahanan fisik lebih tinggi.
Layar AMOLED dengan spesifikasi kelas atas
Pada sektor tampilan, Motorola Signature dibekali layar AMOLED 6,8 inci dengan resolusi Full HD Plus. Layar ini mendukung refresh rate 165 Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 6.200 nits, yang membuatnya masuk ke jajaran panel dengan kemampuan visual tinggi.
Motorola juga melapisi layar tersebut dengan Gorilla Glass Victus 2 untuk menambah perlindungan. Dukungan Dolby Vision, HDR10 Plus, sertifikasi Pantone Color, dan Pantone SkinTone turut melengkapi pengalaman visual yang ditawarkan perangkat ini.
Performa dan kamera
Untuk urusan dapur pacu, Motorola Signature mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5. Motorola Indonesia belum mengumumkan detail kapasitas RAM dan penyimpanan internal, sehingga informasi tersebut masih menunggu penjelasan resmi lebih lanjut.
Di sektor kamera, ponsel ini membawa konfigurasi tiga kamera belakang dan satu kamera depan. Seluruh kamera memiliki resolusi 50 MP, dengan kamera utama memakai sensor Sony Lytia 828 dan dukungan OIS.
Kamera belakang lainnya terdiri dari kamera ultrawide 50 MP dan kamera telefoto periskop 50 MP dengan zoom optis 3x. Sementara itu, kamera depan juga memakai sensor 50 MP Sony Lytia 500, yang menegaskan bahwa Motorola memberi perhatian besar pada kualitas foto dari berbagai sisi.
Baterai besar dan fitur pendukung
Motorola Signature membawa baterai silicon-carbon berkapasitas 5.200 mAh. Motorola menyebut daya tahannya dapat mencapai hingga 52 jam, sementara pengisian dayanya didukung fast charging 90 watt lewat kabel dan 50 watt secara nirkabel.
Ponsel ini juga mendukung reverse charging, sehingga bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat lain. Kemampuannya mencakup output 10 watt lewat kabel atau 5 watt secara nirkabel, menambah fungsi praktis untuk penggunaan harian.
Dari sisi perangkat lunak, Motorola Signature menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapatkan pembaruan hingga tujuh tahun, termasuk patch keamanan. Fitur lain yang ikut hadir antara lain audio Dolby Atmos, speaker ganda Bose, GPS, pemindai sidik jari di layar, serta tiga mikrofon.
Harga Motorola Signature di Indonesia
Berdasarkan poster yang diunggah @motorola_indonesia, Motorola Signature tersedia dalam warna Pantone Carbon dan Pantone Martini Olive. Ponsel ini mulai dijual pada 24 April 2026 dengan harga normal Rp 12.999.000, namun harga promo dibuka di angka Rp 11.999.000.
Dengan kombinasi desain tipis, kelas proteksi tinggi, layar premium, dan kamera serba 50 MP, Motorola Signature masuk ke segmen yang jelas menyasar konsumen yang mencari ponsel flagship dengan tampilan berbeda. Harga promo tersebut menjadi salah satu daya tarik utama saat perangkat ini resmi masuk ke pasar Indonesia.
Source: tekno.kompas.com






