Samsung Galaxy Z TriFold 2 Sudah Digarap, Desain Lebih Tipis Siap Ubah Aturan Foldable

Samsung dilaporkan belum berhenti menggarap ponsel lipat tiga layar setelah Galaxy Z TriFold generasi pertama habis terjual dalam jumlah terbatas. Laporan baru menyebut Samsung sudah menyiapkan penerusnya, sehingga perangkat yang bisa berubah menjadi tablet penuh itu tampaknya belum akan menjadi eksperimen sekali jalan.

Kabar ini menarik karena Galaxy Z TriFold sebelumnya dianggap sebagai proyek unik, bukan lini produk yang langsung berlanjut. Namun, laporan terbaru justru memberi sinyal bahwa Samsung melihat ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut di kategori ponsel lipat tiga ini.

Layar besar dalam bodi ponsel

Galaxy Z TriFold hadir untuk mengatasi salah satu masalah utama ponsel lipat, yakni tampilan yang tetap seperti layar hampir kotak saat dibuka. Pada banyak ponsel lipat, pengalaman menonton video masih terganggu oleh garis hitam besar di sisi layar.

Berbeda dari itu, Galaxy Z TriFold membuka diri menjadi tablet berukuran penuh 10 inci dengan rasio sekitar 4:3 seperti tablet tradisional. Format ini membuat perangkat lebih cocok dipakai untuk konsumsi konten, multitasking, dan penggunaan layar besar yang lebih natural.

Saat dibuka, perangkat ini disebut sangat tipis dan ringan. Namun, ketika dilipat penuh, bodinya menjadi cukup tebal dibanding ponsel lipat biasa, sehingga aspek portabilitas masih menjadi tantangan utama.

Samsung dikabarkan siapkan generasi kedua

Pakar kebocoran dengan nama yeux1122 menyebut Samsung sedang mengembangkan Galaxy Z TriFold generasi kedua. Dalam laporan itu, fokus pengembangan diarahkan pada desain yang lebih ringan dan ultra-tipis.

Sang pembocor juga mengatakan Samsung tengah menyiapkan engsel baru untuk “Galaxy Z Trifold 2nd generation” dan teknologi tersebut nantinya bisa dipakai pada model lipat lain. Jika benar, maka pembaruan ini tidak hanya penting untuk TriFold, tetapi juga berpotensi memengaruhi arah desain perangkat lipat Samsung berikutnya.

Perubahan pada engsel menjadi sorotan karena komponen inilah yang menentukan ketebalan, bobot, dan kenyamanan saat perangkat dilipat. Pada kategori ponsel lipat tiga, desain engsel yang efisien bisa menjadi pembeda antara produk yang sekadar menarik perhatian dan produk yang lebih siap dipakai sehari-hari.

Masalah utama: bobot dan ketebalan

Laporan Android Authority yang dikutip dalam artikel referensi menyoroti perbandingan yang cukup tajam antara Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z TriFold. Galaxy Z Fold 7 disebut memiliki ketebalan 8,9 mm saat dilipat dan bobot 215 gram.

Sementara itu, Galaxy Z TriFold jauh lebih besar, dengan ketebalan 12,9 mm dan bobot 309 gram. Perbedaan ini bisa dipahami karena TriFold memakai desain dua engsel dan layar utama 10 inci yang lebih besar.

Meski begitu, angka tersebut juga menunjukkan tantangan yang harus diselesaikan Samsung bila ingin menjadikan ponsel lipat tiga lebih umum dipakai. Jika perangkat ini ingin masuk ke pasar yang lebih luas, bodinya perlu dibuat lebih ringkas tanpa mengorbankan ukuran layar.

Kenapa kabar ini penting bagi pasar foldable

Kehadiran penerus Galaxy Z TriFold menunjukkan Samsung masih melihat potensi pada format perangkat lipat yang lebih ekstrem. Langkah ini juga memberi gambaran bahwa inovasi foldable belum berhenti pada model lipat dua yang selama ini lebih umum.

Bagi pengguna, arah pengembangan ini bisa berarti satu hal penting: perangkat yang menawarkan layar besar seperti tablet, tetapi tetap bisa disimpan di saku, masih terus dicari bentuk terbaiknya. Jika Samsung berhasil mengecilkan bobot dan ketebalan lewat engsel baru, Galaxy Z TriFold generasi berikutnya berpeluang menjadi perangkat yang lebih masuk akal untuk dipakai lebih luas.

Terkait