Huawei AI Glasses Meluncur di China, Lebih Ringan dari Ray-Ban Meta dan Tahan 9 Jam

Huawei resmi meramaikan pasar perangkat wearable dengan meluncurkan AI Glasses di China. Kacamata pintar ini hadir sebagai perangkat berbasis kecerdasan buatan yang menonjolkan desain ringan, fungsi praktis, dan kenyamanan untuk penggunaan harian.

Produk ini diperkenalkan bersamaan dengan ponsel flagship seri Pura 90. Huawei menempatkan AI Glasses sebagai perangkat pendukung gaya hidup digital yang tidak hanya fokus pada fitur pintar, tetapi juga pada bobot yang lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.

Desain ringan jadi nilai jual utama

Huawei menyebut bobot AI Glasses hanya 35,5 gram tanpa lensa, lalu menjadi 47 gram saat sudah menggunakan lensa. Angka ini membuat perangkat tersebut lebih ringan dibanding kompetitornya, Ray-Ban Meta AI Gen 2, yang berada di kisaran 50 hingga 53 gram.

Pendekatan desain itu tidak hadir tanpa teknis khusus. Huawei memanfaatkan material tertentu dan teknik precision stacking agar perangkat tetap ramping meski membawa kamera 12 MP di sisi kanan dan kiri bingkai.

Perusahaan juga memakai rancangan bernama “golden triangle” pada struktur kacamata. Desain ini disesuaikan dengan data analisis bentuk kepala masyarakat di wilayah Asia agar posisi perangkat terasa lebih stabil dan pas saat digunakan.

Fitur kamera dan struktur bingkai

Kehadiran kamera 12 MP di kedua sisi bingkai memperkuat posisi AI Glasses sebagai perangkat yang tidak hanya bergaya, tetapi juga fungsional. Penempatan komponen dibuat tetap ringkas supaya bentuk kacamata tidak tampak tebal atau berat saat dipakai.

Stabilitas perangkat juga ditingkatkan lewat penggunaan engsel berbahan titanium. Material ini diklaim memberi ketahanan yang lebih baik dan membantu menjaga struktur kacamata tetap kokoh dalam penggunaan sehari-hari.

Huawei turut menambahkan mekanisme getaran pada bingkai sebagai umpan balik sensorik. Fitur ini dirancang untuk mendukung interaksi pengguna saat menerima respons dari sistem tanpa harus selalu bergantung pada tampilan visual.

Asisten Xiaoyi dan dukungan pembayaran digital

Di bagian perangkat lunak, Huawei AI Glasses berjalan dengan asisten digital Xiaoyi. Asisten ini memproses perintah suara melalui chip kecerdasan buatan internal yang menjadi inti dari pengalaman penggunaan perangkat.

Selain fungsi asisten, perangkat ini juga mendukung integrasi pembayaran digital melalui Alipay untuk pengguna di pasar domestik. Dukungan ini membuat kacamata pintar tidak hanya berperan sebagai aksesori teknologi, tetapi juga sebagai alat bantu aktivitas harian yang lebih praktis.

Daya tahan baterai dan pilihan warna

Huawei mengklaim baterai di dalam AI Glasses mampu dipakai untuk memutar musik secara terus-menerus selama sembilan jam. Durasi ini disebut lebih panjang dibanding kacamata pintar Meta yang bertahan sekitar lima jam untuk penggunaan serupa.

Untuk pasar China, Huawei AI Glasses ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yaitu titanium silver gray, shimmering silver, dan modern black. Varian ini memberi pilihan yang cukup luas bagi pengguna yang ingin menyesuaikan perangkat dengan gaya pribadi mereka.

Harga jualnya dimulai dari 2.499 yuan atau sekitar Rp 6,2 juta, dan mencapai 2.899 yuan atau sekitar Rp 7,2 juta untuk varian tertentu. Dengan kombinasi bobot ringan, desain ringkas, kamera ganda, dan fitur AI, Huawei menempatkan AI Glasses sebagai salah satu perangkat wearable yang paling menarik di lini produknya saat ini.

Exit mobile version