Jabra Evolve3 Meluncur di Indonesia, Headset Hybrid Tanpa Tangkai dengan AI Redam Bising

Jabra resmi memperkenalkan headset Evolve3 di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem kerja hybrid yang kian meluas. Peluncuran ini menegaskan fokus perusahaan pada perangkat kolaborasi yang dirancang untuk membantu komunikasi tetap lancar di tengah pola kerja yang fleksibel.

Country Manager Enterprise Jabra Indonesia, Louis Sudarso, menilai kebutuhan perusahaan terhadap teknologi kolaborasi terus berubah mengikuti dinamika kerja saat ini. “Perusahaan membutuhkan teknologi kolaborasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai cara kerja,” ujarnya dalam keterangan resmi perusahaan yang dikutip dari Detik iNET.

Dirancang untuk komunikasi kerja yang lebih jelas

Evolve3 diposisikan Jabra sebagai lini headset profesional paling mutakhir yang mereka miliki saat ini. Salah satu ciri utamanya adalah desain boomless tanpa tangkai mikrofon eksternal, namun perangkat ini tetap diklaim mampu menangkap suara pengguna dengan jernih.

Kemampuan tersebut ditopang oleh teknologi Jabra ClearVoice dan sistem deep neural network atau DNN. Jabra menyebut model kecerdasan buatan itu dilatih menggunakan lebih dari 60 juta sampel kalimat untuk membantu memisahkan suara pengguna dari kebisingan di sekitar.

Fitur yang mendukung mobilitas dan fokus

Selain kualitas tangkapan suara, headset ini juga membawa Adaptive Active Noise Cancellation atau ANC. Fitur ini bekerja menyesuaikan tingkat peredaman suara secara otomatis agar pengguna bisa lebih fokus saat bekerja di lingkungan yang ramai.

Jabra juga membekali perangkat ini dengan Spatial Sound untuk pengalaman audio yang lebih imersif. Dukungan Bluetooth Low Energy dan integrasi Google Fast Pair turut disematkan untuk memudahkan koneksi dengan perangkat lain.

Dua model dengan kebutuhan berbeda

Untuk pasar Indonesia, Jabra menawarkan dua varian utama Evolve3 dengan pendekatan desain dan ketahanan baterai yang berbeda. Evolve3 85 hadir dengan desain over-the-ear untuk isolasi yang lebih maksimal, sedangkan Evolve3 75 menggunakan konsep on-the-ear yang lebih ringan.

Berikut rincian singkat model yang diumumkan:

Model Harga Desain Daya Tahan Baterai (Bicara)
Jabra Evolve3 85 Rp 12.440.880 Over-the-ear 25 Jam
Jabra Evolve3 75 Rp 9.304.020 On-the-ear 22 Jam

Perbedaan ini memberi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan isolasi suara lebih kuat maupun yang mengutamakan perangkat yang lebih ringkas. Jabra menempatkan keduanya sebagai solusi untuk kebutuhan kerja profesional yang menuntut kenyamanan sekaligus kualitas komunikasi.

Pengisian cepat untuk ritme kerja harian

Kedua model Evolve3 juga sudah mendukung pengisian daya cepat. Berdasarkan data teknis Jabra, pengisian selama 10 menit dapat memberi tambahan daya yang cukup untuk penggunaan hingga 10 jam.

Kemampuan ini menjadi nilai tambah bagi pekerja yang sering berpindah tempat dan membutuhkan perangkat siap pakai dalam waktu singkat. Dalam konteks kerja hybrid, kepraktisan seperti ini menjadi penting karena aktivitas rapat dan kolaborasi bisa berlangsung dari berbagai lokasi.

Peluncuran Evolve3 memperlihatkan bagaimana Jabra menyesuaikan produk audio profesionalnya dengan kebutuhan komunikasi jarak jauh, ruang kerja terbuka, dan rapat virtual. Dengan kombinasi desain tanpa boom, fitur peredam bising adaptif, serta pilihan model yang berbeda, seri ini hadir sebagai bagian dari dorongan perusahaan untuk menghadirkan pengalaman kerja hybrid yang lebih efisien dan inklusif.

Exit mobile version