Huawei resmi memperkenalkan Pura X Max sebagai ponsel lipat terbaru yang langsung menempatkan diri di jalur persaingan dengan iPhone Fold. Perangkat ini membawa pendekatan desain wide foldable yang berbeda, dengan rasio layar yang tetap konsisten saat perangkat dibuka maupun ditutup.
Langkah Huawei ini menegaskan bahwa pasar ponsel lipat masih terus bergerak ke arah inovasi bentuk dan pengalaman pakai. Bukan hanya soal ukuran layar, Pura X Max juga menonjol lewat kombinasi panel besar, perlindungan fisik, kemampuan kamera, dan dukungan fitur berbasis AI.
Desain layar yang dibuat seragam saat dibuka dan ditutup
Pura X Max mengusung layar internal 7,7 inci dan layar eksternal 5,4 inci. Keduanya memakai rasio aspek mendekati 2:1, sehingga pengalaman visual terasa lebih stabil dan tidak berubah drastis ketika pengguna berpindah dari layar luar ke layar dalam.
Huawei menyebut pendekatan ini memberi kesan yang lebih natural, mirip membaca di atas kertas. Transisi antarlayar juga dibuat halus agar pengguna tidak merasakan perbedaan yang mengganggu saat membuka perangkat.
Panel yang dipakai adalah LTPO OLED dengan refresh rate adaptif 1-120Hz. Layar luarnya mampu mencapai kecerahan 3.500 nits, sedangkan layar dalam memiliki kecerahan puncak 3.000 nits dengan resolusi 2584 x 1828 piksel.
Engsel baru dan struktur yang lebih tahan banting
Huawei membekali perangkat ini dengan Basalt Waterdrop Hinge generasi terbaru. Engsel tersebut diklaim dapat memperluas area layar sebesar 16 persen dan meningkatkan ketahanan saat perangkat terjatuh hingga 33 persen dibanding generasi sebelumnya.
Bagian layar dalam juga mendapat lapisan tiga tingkat yang terdiri dari UTG, serat karbon, dan buffer layer. Struktur itu disebut mampu menambah ketahanan terhadap benturan sebesar 50 persen, sementara bobot perangkat tetap berada di 229 gram.
Untuk perlindungan tambahan, Pura X Max sudah mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59. Sertifikasi ini menunjukkan ponsel mendapat perlindungan terhadap debu dan air pada level yang lebih tinggi untuk kategori perangkat lipat.
Kamera flagship dengan fokus pada fleksibilitas foto
Di sektor kamera, Huawei menyiapkan konfigurasi yang cukup agresif. Kamera utama beresolusi 50 MP hadir dengan aperture variabel f/1.4-f/4.0 dan sensor RYYB, yang ditujukan untuk memberi fleksibilitas lebih dalam berbagai kondisi cahaya.
Huawei juga menyertakan kamera periskop 50 MP dengan zoom optik 3,5x. Selain itu, ada kamera ultra-wide 12,5 MP yang turut mendukung fotografi makro untuk menangkap objek jarak dekat.
Sistem kamera ini diperkuat teknologi XMAGE dan sensor warna multi-spektral generasi kedua. Pada bagian depan, tersedia kamera 8 MP yang bisa digunakan baik lewat layar dalam maupun layar eksternal.
Chipset Kirin 9030 Pro dan dukungan produktivitas
Untuk performa, Huawei mempercayakan Pura X Max pada chipset Kirin 9030 Pro. Chip ini sudah mendukung real-time ray tracing, sehingga ponsel sanggup menangani beban grafis yang lebih berat secara lebih baik.
Pilihan memorinya juga dibuat besar, dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal sampai 1TB. Kombinasi ini menegaskan target perangkat yang tidak hanya fokus pada gaya, tetapi juga produktivitas dan kebutuhan multitasking.
Huawei turut melengkapi ponsel ini dengan HarmonyOS 6.1. Sistem operasi tersebut menghadirkan aplikasi kreatif Born to Draw, dukungan stylus M-Pen 3 Mini, serta fitur AI melalui Xiaoyi Smart Brain dan Xiaoyi Companion.
Baterai besar dan harga di pasar China
Kapasitas baterai Pura X Max mencapai 5.300 mAh. Pengisian dayanya mendukung fast charging kabel 66W dan wireless charging 50W, sehingga perangkat ini tetap diarahkan untuk penggunaan intensif sepanjang hari.
Di pasar China, Huawei Pura X Max dijual mulai 10.999 yuan atau Rp 27,6 juta hingga 13.999 yuan atau Rp 35,1 juta. Perangkat ini mulai dipasarkan pada 25 April 2026, menandai keseriusan Huawei dalam memperkuat posisi di segmen ponsel lipat premium.
