DJI Rilis Lito 1 Dan Lito X1, Drone Ringkas Dengan Sensor LiDAR Di Model Teratas

DJI memperluas lini drone entry-level dengan merilis Lito Series yang terdiri dari dua model, yakni Lito 1 dan Lito X1. Keduanya hadir dengan desain lipat yang membuatnya lebih ringkas, mudah dibawa, dan ditujukan untuk pengguna yang menginginkan pengalaman terbang sederhana namun tetap mendukung kebutuhan fotografi udara.

Di antara dua model tersebut, Lito 1 diposisikan sebagai varian paling terjangkau. Sementara itu, Lito X1 membawa peningkatan pada sisi sensor dan kemampuan penginderaan, termasuk kehadiran LiDAR di bagian depan untuk membantu deteksi kedalaman objek dan menghindari rintangan secara lebih presisi.

Desain ringkas dan fitur terbang yang lebih praktis

Kedua drone ini mengusung konsep yang sama, yaitu bodi lipat atau foldable. Format ini membuat perangkat lebih mudah masuk ke tas dan lebih nyaman dipakai saat bepergian, terutama bagi pengguna yang ingin mobilitas tinggi tanpa membawa perangkat besar.

DJI juga membekali Lito 1 dan Lito X1 dengan fitur quick takeoff. Fitur ini memungkinkan drone lepas landas lebih cepat dengan waktu tunggu yang lebih singkat, sehingga proses terbang terasa lebih praktis bagi pengguna pemula maupun pengguna kasual.

Selain itu, seri ini mendukung sistem transmisi DJI O4 yang diklaim mampu menghadirkan video feed stabil beresolusi 1080p. Ada juga opsi konektivitas 4G yang lebih baik, sehingga pengalaman pemantauan penerbangan dapat berjalan lebih lancar.

LiDAR jadi pembeda utama Lito X1

Perbedaan paling mencolok muncul pada Lito X1 yang membawa sensor LiDAR di bagian depan. Teknologi ini dirancang untuk membantu drone membaca jarak objek dengan lebih akurat, sehingga kemampuan menghindari hambatan bisa ditingkatkan.

DJI menempatkan Lito X1 sebagai model yang lebih tinggi di lini ini, sementara Lito 1 tetap ditujukan sebagai pilihan yang lebih ramah harga. Walau berbeda kelas, keduanya sama-sama mengandalkan sistem penglihatan omnidirectional untuk membantu menghindari rintangan seperti tebing dan dinding.

Fitur lain yang disediakan juga mendukung penerbangan yang lebih aman. DJI menyebut kedua drone ini dapat melacak dan menelusuri ulang jalur penerbangan di lingkungan dengan pencahayaan baik.

Spesifikasi kamera dan kemampuan perekaman

Pada sektor kamera, Lito 1 memakai sensor 1/2 inci dengan resolusi 48 MP. Drone ini dapat menghasilkan foto hingga resolusi 8K dan merekam video 4K pada 60 fps.

Lito X1 membawa sensor yang lebih besar, yakni 1/1.3 inci, namun tetap dengan resolusi 48 MP. Model ini menawarkan kemampuan yang lebih lengkap untuk perekaman, termasuk video 4K/60 fps HDR, slow-motion 4K/100 fps, serta формат warna 10-bit D-Log M.

DJI juga menyematkan sejumlah fitur perangkat lunak pada kedua model. Daftarnya mencakup subject tracking, mode quick-shot, time-lapse, dan panorama, yang memperluas opsi pengambilan gambar untuk kebutuhan konten udara.

Daya tahan baterai dan harga

Untuk urusan daya, DJI menggunakan Intelligent Flight Battery standar yang diklaim mampu memberikan waktu terbang hingga 36 menit. Selain itu, tersedia opsi baterai tambahan yang dapat memperpanjang durasi terbang hingga sekitar 52 menit.

Di pasar China, Lito 1 dijual seharga 1.999 yuan atau sekitar Rp 5 jutaan. Di pasar Eropa, harganya mulai 339 euro atau sekitar Rp 6,8 jutaan, sedangkan paket Fly More Combo dengan DJI RC-N3 dibanderol 479 euro atau sekitar Rp 9,6 jutaan.

Untuk Lito X1, harga di China dimulai dari 2.488 yuan atau sekitar Rp 6,3 jutaan. Di Eropa, drone ini dibanderol mulai 419 euro atau sekitar Rp 8,4 jutaan, sementara paket Fly More Combo dengan kontroler DJI RC 2 dipasarkan seharga 579 euro atau sekitar Rp 11,6 jutaan.

Kedua drone tersebut sudah tersedia untuk dipesan melalui kanal penjualan resmi dan mitra ritel DJI, dengan fokus utama pada kemudahan penggunaan, desain ringkas, serta peningkatan kemampuan navigasi yang menjadi daya tarik utama seri Lito.

Source: tekno.kompas.com
Exit mobile version