DJI memperluas lini drone terjangkaunya lewat seri Lito yang ditujukan untuk pemula dan pengguna kasual. Fokus utamanya adalah kemudahan terbang, bodi ringkas, dan fitur yang tetap memadai untuk kebutuhan fotografi udara.
Seri ini hadir dalam dua model, yakni Lito 1 dan Lito X1. Keduanya sama-sama berbobot di bawah 249 gram dan memakai desain lipat agar lebih mudah dibawa saat bepergian.
Dua model dengan posisi yang berbeda
Lito 1 diposisikan sebagai pilihan yang lebih mudah diakses di kelas entry-level. Sementara itu, Lito X1 membawa peningkatan pada sisi perangkat keras serta fitur keselamatan yang lebih canggih.
Pendekatan ini menunjukkan DJI ingin menjaga seri Lito tetap sederhana bagi pengguna baru. Namun, perusahaan juga memberi opsi bagi pengguna yang menginginkan kualitas gambar dan perlindungan penerbangan yang lebih baik.
Untuk konektivitas, kedua drone mendukung sistem transmisi DJI O4. Sistem ini diklaim menghadirkan feed video 1080p yang stabil, dengan dukungan 4G opsional untuk koneksi yang lebih baik.
DJI juga membekali seri ini dengan fitur quick takeoff. Fitur tersebut memangkas waktu tunggu sebelum drone mulai digunakan di lapangan.
Dalam kondisi pencahayaan yang baik, kedua model dapat melacak subjek sekaligus menelusuri ulang jalur terbang. Fitur seperti ini penting bagi pemula karena membantu menjaga kontrol dan orientasi selama penerbangan.
Daya tahan terbang jadi salah satu nilai jual utama
Di kelas drone ringkas, daya tahan baterai menjadi perhatian utama pembeli. Pada seri Lito, baterai Intelligent Flight Battery versi standar diklaim mampu memberi waktu terbang hingga 36 menit.
Jika memakai baterai extended, durasi itu bisa meningkat hingga sekitar 52 menit. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan terbesar dari seri Lito karena menawarkan waktu terbang yang panjang untuk segmennya.
Aspek keselamatan juga mendapat porsi penting. Sistem penglihatan omnidirectional pada kedua model bekerja aktif untuk menghindari rintangan seperti tebing dan dinding.
Pada Lito X1, kemampuan ini ditingkatkan lagi lewat sensor LiDAR yang menghadap ke depan. Tambahan sensor tersebut ditujukan untuk pendeteksian kedalaman yang lebih baik serta penghindaran hambatan yang lebih presisi.
Kombinasi bobot ringan, sensor keselamatan, dan fitur pelacakan menunjukkan arah produk ini cukup jelas. DJI tampaknya ingin membuat drone pemula terasa lebih aman tanpa menjadikannya rumit untuk dipakai.
Perbedaan kamera Lito 1 dan Lito X1
Perbedaan paling menonjol antara kedua model ada pada sektor kamera. Lito 1 menggunakan sensor 1/2 inci 48MP yang mendukung foto 8K dan perekaman video 4K pada 60fps.
Lito X1 membawa sensor yang lebih besar, yakni 1/1.3 inci, dengan resolusi yang sama. Sensor yang lebih besar ini menjadi dasar peningkatan kualitas gambar pada model yang lebih tinggi.
DJI menambahkan dukungan perekaman 4K/60fps HDR pada Lito X1. Model ini juga mendukung slow-motion 4K/100fps serta profil warna 10-bit D-Log M.
Bagi pengguna kasual, spesifikasi tersebut memberi fleksibilitas lebih saat merekam konten dari udara. Di sisi lain, pengguna yang ingin melakukan pengolahan warna juga mendapat opsi yang lebih luas lewat D-Log M.
Berikut ringkasan spesifikasi utama kedua model:
-
DJI Lito 1
- Bobot di bawah 249 gram
- Desain lipat
- Sensor 1/2 inci 48MP
- Foto 8K
- Video 4K/60fps
- Sistem transmisi DJI O4
- Waktu terbang hingga 36 menit, atau sekitar 52 menit dengan baterai extended
- DJI Lito X1
- Bobot di bawah 249 gram
- Desain lipat
- Sensor 1/1.3 inci 48MP
- Video 4K/60fps HDR
- Slow-motion 4K/100fps
- 10-bit D-Log M
- Sensor LiDAR depan untuk deteksi rintangan yang lebih presisi
Fitur kreatif dan harga
Di luar spesifikasi inti, seri Lito juga dibekali fitur perangkat lunak yang umum dicari di drone modern. Daftarnya mencakup subject tracking, quick-shot mode, time-lapse, dan panorama.
Kehadiran fitur-fitur tersebut membuat seri Lito tidak hanya mudah diterbangkan, tetapi juga lebih siap untuk produksi konten ringan. Ini penting karena pasar pemula kini tidak lagi hanya mencari drone yang simpel, tetapi juga hasil yang layak dibagikan.
Untuk harga, Lito 1 di China dibanderol mulai 1,999 yuan. Di Eropa, model ini dipasarkan mulai €339, sedangkan Fly More Combo dengan DJI RC-N3 dibanderol €479.
Lito X1 dijual mulai 2,488 yuan di China. Di pasar Eropa, harganya dimulai dari €419 dan naik hingga €579 untuk Fly More Combo dengan kontroler DJI RC 2.
Menurut informasi pada artikel referensi yang mengutip DJI dan ITHome, kedua drone ini sudah tersedia untuk dipesan melalui kanal where-to-buy dan retailer resmi. Dengan kombinasi waktu terbang panjang, video 4K/60fps HDR pada varian X1, serta LiDAR untuk deteksi hambatan, seri Lito menempatkan diri sebagai opsi baru bagi pengguna yang mencari drone ringkas dengan fitur lebih lengkap di kelas yang lebih terjangkau.
Source: www.gizmochina.com